Kendalikan Rasa Takutmu

takut by entrepreneur“Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan […]

takut by entrepreneur

“Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!” (Mat 25, 24-25)

TAKUT merupakan perasaan yang dialami banyak orang. Ada yang takut dengan suasana gelap, tempat keramat, makam, hantu dengan segala bentuknya. Ada yang takut terhadap ancaman, paksaan, tipuan dan tindakan kekerasan.

Ada yang takut terhadap bayang-bayang masa lalu atau masa depannya. Ada yang takut terhadap tikus, coro, kucing atau binatang lain. Rasa takut tidak hanya ditimbulkan oleh hal-hal yang ada di alam semesta, tetapi juga bisa terjadi di tempat kerja atau di dalam kehidupan keluarga. Karyawan takut terhadap pimpinan. Suami isteri takut terhadap pasangannya; anak takut terhadap orangtuanya.

Bahkan banyak orang juga merasa takut, bukan terhadap orang lain, tetapi terhadap dirinya sendiri.

Remaja putri takut kegemukan; remaja putra takut tumbuh banyak jerawat; wanita dewasa takut menopouse dan kulit yang berkerut. Banyak hal membuat seseorang hidup dalam ketakutan, seperti halnya seorang yang menerima satu talenta dari tuannya.

Rasa takut membuat seseorang jadi mandul dan hidupnya pun tidak banyak berbuah baik. Rasa taku bisa mengaburkan dan menenggelamkan talenta atau bakat seseorang. Rasa takut menjadikan sia-sia berbagai anugerah yang Tuhan berikan; atau menjadikan sia-sia ‘kepercayaan’ yang telah mereka terima.

Rasa takut membuat seseorang tidak berani melakukan sesuatu dan menumpulkan kreativitas. Bahkan rasa takut membuat seseorang tidak sadar bahwa pribadi yang ‘dilihat menakutkan’ bisa berubah baik dan memberikan suka cita, seperti dialami oleh orang yang menerima 5 dan 2 talenta.

Yang penting adalah bagaimana caranya agar para murid tidak membuat rasa takut atau menimbulkan ketakutan dalam diri sesama? Bagaimana caranya agar para murid bisa mendampingi ‘para penakut’, agar mereka terbebas dari belenggu rasa takut itu?

Teman-teman selamat pagi dan selamat berhari Minggu. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply