Kenal Maka Percaya

Ayat bacaan: Mazmur 9:11
====================
“Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.”

kenal maka percaya, tak kenal maka tak sayang, mengenal Tuhan, percaya Tuhan

Rasanya sulit bagi kita untuk bisa berbicara terbuka kepada orang yang baru saja kita kenal. Biasanya hubungan antara dua orang atau lebih yang baru saja bertemu akan kaku, berbincang-bincang seadanya dan mungkin hanya berisi basa basi. Akan beda hasilnya jika yang bertemu adalah orang yang sudah saling mengenal dengan baik. Dengan sahabat terdekat kita misalnya, kita akan dengan leluasa dan nyaman bercerita tentang banyak hal, bahkan yang sifatnya pribadi sekalipun. Mencurahkan perasaan, menanyakan pendapat untuk hal-hal yang pribadi dan sejenjisnya, itu akan jauh lebih mudah dilakukan kepada orang yang sudah sangat kita kenal dengan sangat baik. Mengapa demikian? Karena lewat pengenalan satu sama lain yang sudah sangat mendalam seperti itu, rasa percaya biasanya akan timbul. Kita akan tahu bahwa mereka tidak akan mungkin mencelakakan kita. Semakin dalam kita mengenal seseorang maka semakin percaya pula kita kepada mereka. Dan kita pun biasanya sayang atau peduli kepada mereka, demikian pula sebaliknya. Tak kenal maka tak sayang, begitu kata pepatah.

Hubungan antara kita manusia dengan Tuhan pun seperti itu. Sejauh mana kita mengenal Tuhan? Itu akan berkaitan erat dengan seberapa jauh kita dekat dengan Tuhan, dan kemudian akan sangat menentukan seberapa besar tingkat kepercayaan kita kepadaNya. Mengaku percaya mungkin mudah. Lewat lagu-lagu pujian, lewat ucapan di depan orang lain, mungkin mudah bagi kita untuk berkata percaya. Namun ketika dihadapkan pada realita, mungkin hanya sedikit yang benar-benar percaya lewat iman yang teguh bahwa Tuhan itu ada memelihara kehidupan mereka sehari-hari. Ketika masalah menerpa, ketika badai menghadang, seringkali rasa percaya itu menurun beberapa level, bahkan mungkin hilang. Begitu banyak orang yang saat ini didera kekhawatiran/ketakutan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka dikuasai ketakutan yang timbul dari pikiran mereka sendiri. Hingga tingkat tertentu bisa membuat orang menjadi paranoid, yaitu sebuah perasaan takut berlebihan atau kecurigaan terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi. Bukannya percaya pada Tuhan, tapi malah lebih mudah untuk menyerah kepada ketakutan dan kekhawatiran yang menghantui pikiran. Masalah menjadi terlihat jauh lebih besar dibandingkan kuasa yang dimiliki Tuhan. Inilah yang mungkin terjadi apabila kita belum mengenal Tuhan. Bagaimana bisa percaya kalau belum mengenal?

Untuk bisa percaya kepada Tuhan, tentu terlebih dahulu kita harus mengenalNya. Inilah tips yang diberikan Daud dalam Mazmur. “Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.” (Mazmur 9:11). Sebuah kunci penting disebutkan disini agar kita bisa percaya, yaitu dengan mengenal Tuhan. Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan? Yang pertama kita bisa mengenal Dia lewat firman Tuhan. Alkitab mencatat begitu banyak keterangan mengenai Tuhan. Mari kita lihat beberapa ayat berikut ini. “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” (Mazmur 33:9). Tuhan adalah pribadi yang menciptakan segala sesuatu lewat firman. Kisah penciptaan alam semesta beserta isinya di awal Alkitab menjadi sebuah catatan penting mengenai hal ini. Salomo menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang jauh lebih tinggi dari segala kepintaran dan kecerdasan bahkan kebijaksanaan manusia. “Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.” (Amsal 21:30). Dalam Yesaya kita bisa melihat lagi seperti ini: “Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 3-4) Tuhan adalah Bapa yang setia yang akan tetap mau menggendong, menanggung, memikul dan menyelamatkan kita sampai akhir hayat.“Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku”(ay 9). Dan tentunya banyak lagi firman Tuhan yang mampu mengenalkan kita secara mendalam kepada siapa Tuhan sebenarnya.

Mengenal pribadi Allah juga bisa kita peroleh lewat pengalaman kita berjalan bersama-sama denganNya. Mengalami langsung kuasa Tuhan dengan penyertaanNya dalam hidup kita. Saya masih bisa menulis renungan saat ini, dan anda bisa membacanya, itu adalah atas karunia Tuhan. Saya percaya semakin kita hidup taat mengikuti kehendakNya, maka kuasaNya akan semkakin nyata kita rasakan. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:10). Orang yang percaya akan dibenarkan, yang mengaku akan diselamatkan. Ini sejalan dengan ayat bacaan hari ini, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang yang terus setia mencari dan merindukanNya. Orang yang setia mencari dan merindukan Tuhan adalah orang yang percaya kepadaNya, punya pengharapan tanpa henti, tidak menyerah pada ketakutan dan kekhawatiran. Dan ini akan dimiliki apabila kita mengenal siapa Tuhan itu sebenarnya, sebesar apa sesungguhnya kasihNya bagi kita semua, seberapa besar Tuhan ingin kita selamat dan mendapatkan bagian di KerajaanNya. Janganlah berhenti dengan percaya sebatas bibir saja, mulailah hari ini untuk mengenal pribadi Allah lebih jauh lagi sehingga dengan iman teguh kita bisa percaya sepenuhnya dan menerima penyertaan Tuhan secara nyata dalam hidup kita.

Rasa percaya bisa dibangun lewat pengenalan sungguh-sungguh

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply