Evaluasi Pertemuan Wagub Bpk. Basuki T. Purnama dengan perwakilan demonstran PKL Tanah Abang, 29 Jul 2013

Berbagai ormas seperti Forkabi, Pemuda Panca Marga (PPM), Jaringan Pemuda Penggerak (Jamper), Forum Pemuda Betawi, Forum Aspirasi Anak Jakarta (FAKTA), Brigade Anak Jakarta (Braja), Laskar Merah Putih (LMP), Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi, Gabungan Ormas Islam Bersatu (Goib), Relawan Peci, dll mendatangi balaikota dan memiliki 1 tujuan, yaitu supaya Ahok meminta maaf karena dinilai telah menghina H.Lulung.

Setelah menemui perwakilan dari Pedagang Tanah Abang dan rapat dengan KPK, Ahok sendiri langsung menemui beberapa perwakilan ormas sekaligus menepis anggapan pendemo bahwa Ahok sulit/tidak mau ditemui.

Dalam pertemuan tersebut nyata perbedaan kualitas diantara kedua pihak. Ahok konsisten dengan kalimat tegas, apa adanya, sistematis dan to the point, sedangkan ‘lawannya’ sering labil, bertele-tele serta memasukkan unsur emosional.

Ada gertakan seperti penyebutan “saya dulu panglima FPI”, “H.Lulung jawara nomor urut 1” seolah menunjukkan kekuatan/kekuasaan.  Ada kalimat-kalimat untuk menunjukkan jasa-jasa H.Lulung dan ormas-ormas dalam pembangunan di Tanah Abang.  Ada pujian-pujian sperti “saya dukung pak Ahok di pilkada”, “ temen pak Ahok temen saya”, “sya kenal pak Taufik (Kiemas), pak Prabowo”, “demi Allah mencintai pak Ahok”, “pak Jokowi sudah bagus”, dan berbagai kalimat hiasan lainnya.

Tetapi Ahok tak bergeming. Justru secara cerdas, Ahok mengambil momentum untuk menjelaskan secara rinci persoalan tanah abang, persoalan waduk pluit, dll dan solusinya yang berpihak pada rakyat saat para lawannya hanya mempersoalkan istilah-istilah “Preman, mafia, pemberontak, komunis” yang pernah dilontarkan Ahok.

Ahok pun secara sabar menjelaskan satu per satu konteks pernyataannya dari istilah-istilah itu.  Misal pada istilah ‘preman’, Ahok menjelaskan bahwa lapak milih pemprov disewakan oknum tanpa ada dana masuk ke pemrov, diminta dibayar dimuka juga sebagai uang keamanan, itu yang dinamakan tindakan premanisme.

Persoalan dengan H. Lulung pun bisa dijelaskan dengan singkat dan gamblang. Ahok awalnya hanya menjawab pertanyaan wartawan tentang adanya oknum DPRD di Tanah Abang. Ahok menjawab jikalau ada oknum DPRD terlibat, alangkah tololnya karena DPRD yang ngerti Perda koq sampai melanggarnya sendiri.

Disini terlihat baik H. Lulung maupun pendukungnya tidak melihat konteks dari kalimat Ahok tersebut, tetapi hanya mempersoalkan konten kata “DPRD – Tanah Abang – Tolol”. Bahwa DRPD yang di Tanah Abang ya Cuma H. Lulung. Padahal dalam konteks kalimat Ahok tidak menyebutkan ada (atau tidaknya) keterlibatan DPRD, apalagi sampai menyebut nama.

Disini malah timbul pertanyaan, jika H. Lulung tidak terlibat kenapa harus tersinggung?  Bahkan dengan cara emosional dan personal (menyuruh Ahok tes kejiwaan).

Beberapa penjelasan Ahok terutama mengenai kasus Tanah Abang tampaknya sedikit meluluhkan para perwakilan ormas, yang tadinya sangat vokal (bahkan saat demo di luar gedung, banyak kata-kata kasar dan kata tak pantas). Mereka mungkin tersadar bahwa pemrov memiliki niat sungguh-sungguh dan tidak asal-asalan dalam menangani Tanah Abang.

Ahok pun secara langsung menghubungi H. Lulung dan berinisiatif bertemu untuk menjernihkan permasalahan

Alhasil, pertemuan selesai dengan damai. Bahkan salah satu perwakilan ormas menyanjung keberanian pak Ahok, yang baik untuk kemajuan Jakarta. Keinginan dari semua perwakilan ormas yang ingin Ahok minta maaf pun tak terlaksana.

Dalam pandangan saya, bisa dibilang Ahok memenangkan ‘pertempuran’ dengan falsafah Jawa, yaitu “ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake” (menyerbu tanpa teman/pasukan, menang tanpa merendahkan)

Ahok yang mewakili Pemprov menghadapi lawannya sendirian, dia ‘menyerbu’ hanya dengan kamera yang membuat lawannya merasa diawasi serta senjata ‘konstitusi’ di tangannya .

Ahok juga telah menang tanpa merendahkan lawannya, tanpa menyerang secara personal dan emosional. Dia tidak minta maaf bukan karena tidak mau, tetapi tahu maksud dari tuntutan minta maaf itu adalah untuk menurunkan kewibawaan Pemprov dan dia telah mencegahnya secara elegant. Lawan pun harus dipaksa tak bisa memaksa Ahok untuk meminta maaf.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.