Kembali Murni

Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:9
======================
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Beberapa tahun lalu ketika saya berkunjung ke sebuah negara di Eropa, saya sempat kagum melihat orang disana dapat langsung minum air dari keran. Mereka mengambil gelas, menampung air dari keran tanpa dimasak terlebih dahulu dan langsung diminum. Secara umum air di Indonesia belumlah siap minum. Anda bisa sakit perut karena air baik dari ledeng atau melalui sumur/pompa air tersebut belum dimasak, demikian kata orang-orang tua kita. Tetapi teknologi filterisasi hari ini sudah bisa membuat air murni dan aman diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. Bahkan air laut pun sudah bisa diproses dengan teknologi tertentu sehingga terbebas dari kandungan-kandungan baik bakteri dan ion-ion atau logam-logam yang ada dalam air. Secara sepintas air yang ada bisa jadi terlihat segar dan bersih, berwarna biru cerah, tetapi kita harus memastikan bahwa air itu murni agar aman diminum.

Ketika kita menerima Yesus, kita mendapat kesempatan untuk menerima anugerah untuk menjadi manusia baru ( “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” – 2 Korintus 5:17). Kita pun dikatakan sudah suci oleh ketaatan akan kebenaran karena kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana melainkan benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 22:23-24). Itu artinya kita sudah dimurnikan, dilepaskan dari berbagai ikatan dan dosa-dosa kita di masa lalu. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan agar apa yang sudah murni jangan sampai kotor kembali. Seperti itu seharusnya. Tapi dalam perjalanan hidup kita bisa saja kembali jatuh ke dalam jebakan dosa mulai dari yang kecil sampai yang besar. Maka ibarat air, bisa saja kita terlihat jernih dari luar tetapi sesungguhnya mengandung banyak kandungan yang membahayakan. Jika kotornya sudah keterlaluan, maka kita bisa terlihat seperti air lumpur yang pekat. Apakah ada ‘filter’ yang bisa kembali memurnikan kita jika ini yang terjadi? Kabar baiknya, itu ada. Tuhan tetap membuka pintu kesempatan kepada siapapun untuk berbalik dari jalan-jalan yang salah dan kembali kepada jalan kebenaran yang mengarah kepada keselamatan.

Akan hal inil, mari kita baca kitab 1 Yohanes. Saya tidak tahu untuk siapa/jemaat mana surat ini ditujukan. Tapi yang pasti, surat ini ditujukan untuk orang-orang percaya. Dengan kata lain, surat ini dituliskan secara khusus untuk orang-orang Kristen yang sudah bertobat dan menerima Kristus. Yohanes tahu bahwa setelah kita bertobat, akan selalu ada godaan yang berpotensi mengembalikan kita ke dalam perangkap dosa. Misalnya kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang seharusnya sudah kita tinggalkan ketika kita telah menjadi ciptaan yang baru. Lantas jika sudah terlanjur, apa yang harus kita lakukan? Yohanes menyebut seperti ini: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).

Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa  apabila kita mengakui dosa kita dengan jujur, ada dua hal yang akan Tuhan lakukan, yaitu:
1. mengampuni dosa kita
2. menyucikan kita

He will forgive our sins and cleanse us from all unrighteousness, artinya dari semua pikiran, perasaan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan ketetapanNya. Dan ini sesuai dengan sifat Tuhan yang sangat menonjol yaitu adil dan setia. Pintu pengampunan ternyata masih dibuka lebar-lebar bagi anak-anakNya yang terlanjur kembali tersesat.

Selanjutnya Yohanes mengatakan: “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2:1-2). Sebagai ciptaan baru seharusnya kita tidak lagi berbuat dosa. Tetapi kalaupun kita kembali terjatuh, ingatlah bahwa kita punya Kristus yang akan bertindak sebagai perantara atau pembela buat kita di hadapan Allah. Ini janji Tuhan yang dihadirkan lewat Yohanes dan ditujukan buat kita, orang-orang percaya.

Ketika kita kembali berbuat dosa setelah bertobat, itu artinya kita memilih untuk kembali hidup dalam penghukuman. Arah jalan yang sudah menuju hidup kekal pun kemudian berbelok menuju jurang kebinasaan. Tetapi Tuhan ternyata masih mau mengampuni, tidak lagi mengingat-ingat pelanggaran kita apabila kita mengakui dosa kita di hadapanNya. Bukan hanya itu, diri kita pun akan dibersihkan atau disucikan kembali.

Kebenaran akan kembali muncul setelah kita disucikan atau dimurnikan. Idealnya kita sudah meninggalkan berbagai perbuatan salah masa lalu dan sedang menatap ke depan untuk menuai janji-janji Tuhan. Akan tetapi kita bisa kembali terjebak dalam berbagai perbuatan dosa. Apabila itu yang terjadi, ingatlah bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kita orang yang sudah percaya untuk mengakui dosa di hadapan Tuhan. Jika itu dilakukan, maka Tuhan sendiri yang akan mengambil langkah: mengampuni dan menyucikan. He will forgive and cleanse us from our sins, and put us back to the path He’s destined to us.

Mengakui dosa adalah awal dari pemulihan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.