Kemarau Panjang: Di Bekasi, Perlu Jalan 4 Km untuk Air Bersih

Kemarau panjang by AntaraKEMARAU panjang di hari-hari ini memaksa orang lebih ‘bekerja keras’. Di Kecamatan Cibasruah, Kabupaten Bekasi, orang harus merelakan diri berjalan kaki tak kurang 4 km hanya untuk mencari sumber kehidupan: air bersih. “Kami mengambil air di Kali Cipamingkis dan Cihoe karena sumur mengering,” kata Encih, 24 tahun, warga Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Selasa, 23 September […]

Kemarau panjang by Antara

KEMARAU panjang di hari-hari ini memaksa orang lebih ‘bekerja keras’. Di Kecamatan Cibasruah, Kabupaten Bekasi, orang harus merelakan diri berjalan kaki tak kurang 4 km hanya untuk mencari sumber kehidupan: air bersih.

“Kami mengambil air di Kali Cipamingkis dan Cihoe karena sumur mengering,” kata Encih, 24 tahun, warga Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Selasa, 23 September 2014 sebagaimana dilansir oleh Tempo.

Selain desa tersebut, ada dua desa lainnya, yakni Ridomanah dan Sirnajati yang juga mengalami kekeringan.

Menurut penuturan warga setempat, sumur-sumur tradisional di ketiga desa tersebut sudah kering sejak sebulan terakhir ini. Tak ada lagi persediaan air bersih, kecuali mengambil di kali tersebut. “Mandi cukup sekali sehari, ketika pergi ke kali,” ujarnya.

Sejak musim kemarau, kebutuhan untuk mandi, cuci, dan kakus dilakukan di kali tersebut.

Untuk kebutuhan air di rumah, warga membawa air kali degan jeriken.

Kebutuhan air bersih setiap keluarga, demikian kata Camat Cibarusah Iman Santoso, mencapai 10 liter per hari. Di situ ada 1.000-an KK. “Sejak Agustus lalu, PDAM Tirta Bhagasasi tidak pernah datang lagi,” kata Iman.

Juru bicara PDAM Tirta Bhagasasi, Endang Kurnaen, mengatakan sejauh ini belum ada permintaan bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. “Kami siap mengirim air, jika ada permintaan atau pengajuan langsung ke PDAM,” kata Endang.

Sumber: Tempo
Kredit foto: Antara

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply