Kemampuan dan Karakter

Ayat bacaan: 2 Timotius 2:2
======================
“Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”

kemampuan dan karakter, mengembangkan kapasitas

Ada begitu banyak partai di negara kita. Menjelang pemilu seperti saat ini, berbagai bendera dengan berbagai warna, corak, logo memenuhi setiap sudut kota dan desa. Setiap partai sadar betul perlunya kaderisasi, dalam bahasa inggrisnya forming a cadre, demi menjaga kelangsungan hidup mereka. Perlunya mencari kader yang sesuai dengan visi/misi dan ideologis masing-masing partai menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan secara berkesinambungan. Ada partai yang mendasarkan pengkaderan pada artis-artis dengan tujuan untuk mencari massa. Mereka menganggap bahwa faktor popularitas yang dimiliki para artis tersebut bisa menjadi senjata ampuh untuk menjaring pemilih. Soal mengerti politik atau tidak? “ah… itu bisa dipelajari..yang penting orangnya  terkenal dan punya massa..” kata salah seorang teman yang juga caleg sebuah partai. Ada yang mencari kader anak-anak muda. “lebih fresh… dan belum terlalu banyak dititipi “pesan sponsor” dan berbagai kepentingan..” kata yang lain. Ada yang mencari presenter atau pembaca berita, yang dianggap lebih pintar ngomong, dan bisa difungsikan menjadi corong suara partai. Dan banyak lagi dasar-dasar pemilihan orang untuk menjadi kader. Dalam urusan keluarga pun demikian, ada banyak ayah yang memaksakan anaknya untuk mengambil jurusan tertentu agar dapat meneruskan perusahaannya. Banyak usaha yang dijalankan turun temurun. Inipun bentuk pengkaderan. Seorang teman sudah dibiasakan bekerja di toko milik orang tuanya sejak SD, dengan harapan agar anaknya terbiasa menghadapi pelanggan dan akrab dengan seluk beluk toko serta segala sesuatu yang dijual disana. Semua orang rasanya menyadari betul bahwa masa hidup di dunia ini adalah begitu singkat, sehingga kaderisasi untuk kelanjutan sebuah organisasi atau perusahaan menjadi begitu penting.

Paulus mengingatkan hal tersebut pada Timotius. Segala sesuatu yang telah dipelajari dan diperoleh Timotius dari Paulus dipesankan supaya bisa dipercayakan lagi kepada orang-orang dengan kualifikasi tertentu. Pemuridan (discipleship)  penting agar pelayanan mewartakan kabar gembira dan menyelamatkan jiwa-jiwa bisa semakin meluas dan tidak berhenti hanya pada Timotius dan teman-teman sepelayanannya. Saya tertarik melihat dua kualifikasi yang disebutkan Paulus. “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”(2 Timotius 2:2). Kepada siapa pengajaran-pengajaran itu harus diteruskan? Paulus berkata: kepada (1) orang-orang yang dapat dipercayai, dan (2) cakap mengajar orang lain. Kita melihat ada dua faktor utama yang layak mendapat sebuah tanggung jawab. Bukan hanya kemampuan, seperti cakap mengajar, tapi juga karakter, salah satunya yaitu: bisa dipercaya. Lihatlah bahwa punya segudang talenta, bakat dan gelar berderet-deret tidak serta merta menjadi tolak ukur utama untuk layak mendapatkan sebuah tanggung jawab. Dalam ayat ini tersirat sebuah pesan penting, agar kita tetap mengembangkan kapasitas kita baik dari pelipat gandaan talenta, penggunaan talenta itu demi kemuliaan Tuhan, dan jangan lupa pengembangan karakter yang sesuai dengan firman Tuhan.

Dalam perumpamaan tentang talenta di injil Matius 25:14-30, kita melihat bagaimana Tuhan mempercayakan tanggung jawab sesuai kapasitas kita masing-masing. Ada yang diberi lima, ada yang dua, dan ada yang satu. “…masing-masing menurut kesanggupannya” (ay 15). Ayat 15 berbicara mengenai kapasitas, menurut kesanggupan kita, sejauh mana Tuhan bisa mempercayai kita untuk menerima tanggungjawab dariNya. Tuhan tidak akan mau memberi tanggungjawab besar dan banyak berkat pada orang dengan kapasitas kecil, karena “wadahnya” tidak akan sanggup menampungnya. Dalam Markus 2:22 kita membaca mengenai kantong anggur baru. Di masa Yesus ada di dunia, anggur disimpan dalam kantong-kantong kulit. Ketika anggur mengalami fermentasi secara kontinu, kantong pun akan meregang dan mengeras. Apabila anggur baru dituang ke dalam kantong anggur lama, fermentasi yang terjadi pada anggur baru itu akan semakin meregangkan kantong lama tadi, dan kantong lama itu pun bisa koyak. Anggur pun akan terbuang sia-sia. Anggur-anggur baru itu akan membawa berbagai berkat, anugrah dan talenta yang siap untuk dicurahkan Tuhan atas kita. Jika kita masih saja memakai “kantong” hidup kita yang lama, semua itu bisa menjadi sia-sia. Inilah pentingnya untuk mempersiapkan diri kita untuk selalu mengembangkan kapasitas kita semaksimal mungkin, baik dari segi kemampuan maupun karakter, agar semua anggur yang tercurah tidak terbuang sia-sia. Dan dengan demikian, kita pun akan beroleh kesempatan untuk dipercaya sebagai duta-duta surgawi di dunia ini.

Sudahkah anda memaksimalkan segala potensi yang ada dalam diri anda, yang semuanya berasal dari Tuhan? Sudahkah anda memiliki karakter yang berkenan di hadapan Tuhan, seperti misalnya bisa dipercaya, tidak curang dan tidak malas? Jika anda merasa masih kurang dalam mengembangkan kapasitas anda, bertekadlah hari ini juga untuk mau bertumbuh baik dalam kemampuan dan karakter anda. Semakin anda mendekati pribadi Kristus, semakin banyak pula tanggung jawab besar yang dipercayakan Tuhan atas diri anda. Terkadang kesempatan besar tidak datang dua kali. Terus mengembangkan kemampuan dan mau belajar untuk terus memperbaiki karakter-karakter kita yang masih buruk haruslah mendapatkan perhatian serius dari diri kita masing-masing. Hendaklah kita semua selalu siap sedia dan tekun mengembangkan talenta-talenta kemampuan dan karakter kita sehingga ketika kesempatan yang lebih besar besar yang berasal dari Tuhan tercurah atas kita, semua itu tidak menjadi sia-sia.

Persiapkan diri anda untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar lagi dengan terus mengasah kemampuan dan karakter

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply