Keluarga Abraham

reuni keluarga by concurseiro“Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.” (Ibr […]

reuni keluarga by concurseiro

“Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.” (Ibr 11, 11-12)

HARI-hari ini banyak orang menikmati liburan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Banyak perantau yang pulang kampung bersama dengan keluarganya. Banyak simbah dan eyang yang bergembira melihat anak-anak dan para cucu berkumpul bersama.

Anak-anak telah berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang, sudah berkeluarga, mempunyai pekerjaan tetap, mempunyai tempat tinggal yang layak, terlibat aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan atau organisasi lainnya. Sementara para cucunya cukup beragam situasinya: ada yang masih anak-anak, ada yang emaja, ada yang kuliah, ada juga yang sudah bekerja. Tingkah dan polah mereka pun beragam.

Masing-masing sibuk dengan bb, hp atau gadgetnya yang lain. Anak-anak dan para cucu akan terus tumbuh dan berkembang, seperti halnya anak-anak dan para cucu Abraham dan Sara.

Keturunan mereka tidak terhitung banyaknya, sebanyak bintang di langit dan pasir di tepi laut. Mereka mendapatkan keturunan yang banyak karena ‘iman’ yang kuat kepada Allah. Tanpa adanya ‘iman’ yang kuat, niscaya mereka mendapatkan hal itu, karena mereka berdua sudah berusia kelewat tua, bahkan mereka sudah mati pucuk.

Banyak orang punya pengalaman seperti Abraham dan Sara, yakni tidak mempunyai anak atau keturunan, sekalipun usia mereka sudah semakin tua; sekalipun usia pernikahan mereka sudah puluhan dan belasan tahun; sekalipun mereka sudah berusaha dengan berbagai cara. ‘Iman’ yang kuat menjadi dasar dalam membangun sebuah keluarga; dalam membangun relasi dan komunikasi; dalam mewujudkan sukacita dan kebahagiaan berkeluarga.

Teman-teman, selamat merayakan Pesta Keluarga Kudus. Berkah Dalem

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply