Kehidupan Beragama Yang Benar


AHLI Taurat dan orang Farisi sangat taat beragama, mereka amat rajin berdoa dan ketat dalam melaksanakan hukum Taurat. Namun amat disayangkan, penampilan lahiriah mereka yang memukau dan nampak saleh di muka publik tidak ditunjang dengan sikap batin yang benar. Tidak ada kasih di dalam hati mereka, semua yang mereka perbuat semata-mata hanya untuk meraih keuntungan pribadi.


Lewat sabdaNya pada hari ini, Yesus mengajak kita semua untuk membangun kehidupan beragama yang jauh lebih baik dan benar daripada yang dimiliki para ahli Taurat dan orang Farisi.


Kita dituntut untuk memiliki hati yang penuh dengan kasih dan kebaikan; bebas dari dendam, kebencian, iri hati dan segala hal yang jahat. Dengan demikian, kasih dan kebaikan akan mengalir dari dalam hati kita, mengisi seluruh pikiran, perkataan dan tindakan kita, mendatangkan kedamaian di sepanjang hidup kita.


Mari perbaiki sikap hidup kita, jangan hanya pandai berteori saja, namun hidupi dan wujudkan iman kita kepadaNya di dalam kehidupan sehari-hari. Mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan untuk mengatasi dendam dan kebencian dengan pengampunan, serta mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Semoga dengan senantiasa memancarkan damaiNya ke manapun kita melangkah, kelak kita layak untuk masuk ke dalam kerajaan surga.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: