Kehendak Bebas

Ayat bacaan: Kej 3:6
================
“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.”

renungan harian

Dalam perjalanan pulang sehabis kerja kemarin saya berhenti pada sebuah lampu merah. Disana ada doger monyet, dimana dua orang bermain gamelan, satu mengontrol seekor monyet untuk memperagakan gerakan2 unik seperti memakai payung, membawa cangkul, naik sepeda, sampai mengambil uang dari para pengendara yang kebetulan terhenti didekatnya. Saya memperhatikan banyak orang tertawa melihat kelucuan yang ditimbulkan oleh perilaku monyet tersebut, apalagi ketika si monyet memakai topeng berwajah anak perempuan. Tapi saya sendiri merasa kasihan dan sedih. Kenapa? Bayangkan, sebuah rantai diikatkan dari leher monyet itu, dan dia hanya bisa bergerak sebatas panjang rantai yang dipegang oleh sang pawangnya. Tiba2 saya tersentak ketika di hati saya terdengar: “kamu merasa sedih? inilah sebabnya kenapa Aku memberi kehendak bebas pada manusia.”

Banyak orang menyangsikan bentuk kehendak bebas yang diberikan Tuhan pada kita. Sebuah bentuk pernyataan sinis, “jika Tuhan memberi kehendak bebas, kenapa kita harus taat pada firman dan peraturan Nya, dan jika tidak, kita akan dihukum?” Sebuah analogi sederhana akan saya berikan. Setuju kan kalau negara kita punya pemerintahan yang berdaulat? Meski pemerintah kita berdaulat atas bangsanya, tapi bukan berarti kita hidup dan diatur seperti robot. Anda bebas berjalan kemana saja dengan setiap langkah kaki anda, anda bebas untuk tidur kapanpun anda mau, anda bebas bermain dengan anak anda dan lain2. Tapi ingat, ada peraturan perundangan dan hukum yang wajib kita patuhi. Jika tidak, maka pemerintah berhak untuk menangkap kita. Anda bisa menjual narkoba, tapi hal itu melanggar hukum dan anda akan ditindak karenanya. Inilah bentuk kehendak bebas. Allah memberikan kita kebebasan bergerak, berpikir atau melakukan apapun.Jika kita melawan aturan Nya, maka kita harus berurusan dengan hukuman dari Allah.

Dalam ayat bacaani ini, kita melihat bahwa Hawa melihat buah pohon itu sedap dan menarik hati, kemudian ia memberikannya pada Adam, dan mereka memakannya. Padahal sebelumnya Tuhan telah melarang hal tersebut. “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”(Kej 2:16-17) Tuhan melarang, tapi semua tergantung pada Adam dan Hawa, untuk mentaati atau melawan perintah Tuhan. Mereka bisa memutuskan untuk patuh, atau melawan. Dan konsekuensinya jelas, ketika mereka memutuskan untuk melanggar.

Apakah Tuhan bisa mengontrol manusia seperti robot yang dikendalikan oleh remote control? tentu bisa jika Tuhan mau. Tapi sebagaimana sedihnya saya melihat monyet itu terikat rantai dan tidak memiliki kebebasan, saya pun bersyukur bahwa Tuhan memberikan kebebasan pada kita. Lebih dari itu, saya merasakan betapa kasih kepada Tuhan jauh lebih nikmat ketika kita merasakan hal itu tanpa adanya keterpaksaan.

Bersyukurlah jika hari ini anda memiliki kehendak bebas, dan bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan batasan lengkap agar kebebasan anda tidak disalahgunakan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment