Kegelisahan

Ayat bacaan: Yakobus 4:8a
===================
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.”

kegelisahan

Seberapa jauh kegelisahan bisa mengganggu kita? Dalam taraf normal gelisah mungkin hanya membuat kita tidak betah duduk diam. Kita akan terus mondar mandir tanpa arah agar rasa tidak tenang itu bisa tersalurkan. Meningkat sedikit dari ambang normal, kita mungkin akan mulai merasa mulas, keringat dingin, atau gampang tersulut emosi. Dalam kondisi yang lebih parah kita bisa mengalami kesulitan tidur, atau bahkan terbangun mendadak di tengah malam, bermimpi buruk atau bahkan berteriak-teriak selagi tidur. Dan dalam kondisi paling ekstrim, ada juga orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena dihantui perasaan tidak tenang. Manusia mempunyai perasaan, dan ketika ada sesuatu yang mengganggu perasaan kita maka kegelisahan bisa timbul. Apa banyak reaksi yang muncul ketika kegelisahan yang mengganggu ini datang dalam hidup, ada banyak alternatif cara yang mungkin diambil untuk mengatasinya, tetapi hanya sedikit orang yang segera datang kepada Allah , menjadikanNya sebagai jawaban atau solusi atas kegelisahan yang sedang berkecamuk di dalam diri kita.

Berbagai perasaan yang mengganggu seperti kegelisahan boleh saja datang menghampiri kita. Tapi jangan biarkan itu terus berlarut-larut hingga berbagai kesulitan lain berdatangan sebagai akibatnya. Berusaha untuk mencari penyelesaian agar bisa kembali tenang itu baik sejauh tidak bertentangan dengan firman Tuhan, akan tetapi jangan lupa pula bahwa di dalam Tuhanlah sebenarnya ada jawaban yang memampukan kita untuk menyelesaikannya dan keluar menjadi pemenang. Daud mengetahui hal itu dan berkata:Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2). Dalam hubungan yang erat dengan Allah kita akan selalu bisa mendapatkan kekuatan dan penghiburan tanpa perlu memandang berat ringannya kegelisahan, kecemasan atau berbagai perasaan lainnya yang mengganggu hidup kita. Tidak banyak yang menyadari hal ini. Mereka malah semakin lupa kepada Tuhan dan lebih tertarik untuk terus bergelut dalam kegelisahan tanpa jawaban pasti. Yesus sudah menyatakan kesediaanNya untuk meringankan beban kita dengan berkata “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).

Sulitkah bagi kita untuk mendapatkan Tuhan? Alkitab mengatakan justru sebaliknya. “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” (Yakobus 4:8a). Dalam Perjanjian Lama lewat Yeremia kita bisa pula mendapatkan pesan Tuhan yang bunyinya demikian: “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.” (Yeremia 29:12-14a). Lihatlah bahwa Tuhan sudah menyatakan kesediaanNya untuk meringankan beban kita, bahkan menyediakan “akses” yang begitu sederhana agar kita bisa menemukanNya. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk kita. Siapapun kita, semuanya adalah ciptaanNya yang spesial yang teramat sangat Dia kasihi. Tetapi kitalah yang seringkali lupa untuk mencariNya karena terlalu sibuk mencari cara mengatasinya dengan mengandalkan diri sendiri atau berharap pada orang lain.

Ketika berbagai bentuk perasaan yang mengganggu datang, mungkin itu saatnya bagi kita untuk membenahi ulang hubungan kita dengan Tuhan dan kembali dekat kepadaNya. Mungkin kita sudah terlalu jauh dari Tuhan sehingga beban pikiran dan perasaan bisa begitu menguasai diri kita. Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia akan selalu siap memberi kelegaan, kembali menguatkan dan bentuk-bentuk pertolongan lainnya kepada siapapun yang mau datang kepadaNya, mencariNya dengan sungguh-sungguh. Apakah itu kegelisahan akan sesuatu yang belum jelas, apakah itu luka-luka atau kekecewaan di masa lalu, kenangan buruk, kondisi-kondisi traumatis akibat kegagalan di waktu lalu dan sebagainya, Tuhan lebih dari sanggup untuk melepaskan kita dari semua itu, tidak peduli seberat apapun. Jika ada diantara teman-teman yang saat ini tengah mengalami kegelisahan, jangan biarkan itu berlarut-larut. Inilah saatnya untuk menyegarkan kembali hubungan pribadi anda dengan Tuhan. Jika anda merasa sudah dekat namun kegelisahan masih melanda, mungkin itu tandanya untuk mengaplikasikan iman yang di dalamnya terdapat pengharapan secara nyata dalam kehidupan rohani anda. Anda ingin mengalami hidup yang tenang, jauh dari kegelisahan tanpa terpengaruh oleh keadaan? Jawabannya ada pada Tuhan dan kedekatan anda denganNya.

Gelisah tidak akan mampu mengganggu orang yang dekat dengan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: