Keep Running!

Ayat bacaan: 1 Korintus 9:24
=======================
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!”

lomba lari, perlombaan, mahkota kehidupan

Jumlah pelari boleh banyak, namun pemenangnya hanya satu. Itu yang biasanya kita lihat dalam setiap perlombaan di berbagai gelanggang kejuaraan. Hitungan sampai kepada mili detik diberlakukan sehingga meski secara kasat mata kita mungkin melihat ada dua atau lebih pelari yang masuk finish secara bersamaan, tetap saja ada satu orang yang pasti berada paling depan dengan perbedaan waktu yang sangat tipis, hingga nol koma nol sekian detik.

Sebagai olahragawan, termasuk pelari, mengukir prestasi tentu menjadi sebuah tujuan yang ingin dicapai. Tidak ada satupun olahragawan yang tidak ingin menjuarai perlombaan yang ia ikuti. Tidak saja olahragawan, tapi semua orang di bidang-bidang lainpun pasti ingin berprestasi. Karir, pekerjaan, pendidikan dan sebagainya, semua itu merupakan “gelanggang-gelanggang” yang kita jalani untuk bisa mengukir prestasi. Tidak mudah memang untuk itu, karena dibutuhkan kerja keras, semangat dan ketekunan agar bisa mencapai sebuah prestasi yang membanggakan. Perjuangan untuk itu bisa jadi sangat berat. Lihatlah bagaimana para atlit menghabiskan hari-harinya. Mereka harus menata porsi makan mereka, harus bangun pagi-pagi benar dan terus berlatih. Pola dan jadwal latihan mereka mungkin sangat menjenuhkan bagi kita. Pengorbanan tenaga, waktu dan kesenangan-kesenangan pribadi pun menjadi harga yang harus dibayar untuk berhasil. Tanpa itu maka jangan harap prestasi mampu diraih.

Paulus beberapa kali mengibaratkan bentuk kehidupan kita sebagai orang kristen seperti perjuangan atlit dalam mengukir prestasi dan mencapai kemenangan. Life is like a race, hidup adalah perlombaan, dan tidak semua orang mampu untuk mencapai garis finish dan menjadi pemenang. Itu kira-kira gambaran dari apa yang sering diibaratkan Paulus mengenai kehidupan iman kita. Kepada jemaat Korintus, Paulus menyatakan “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9:24). There can be only one winner in every running race, there can be only one receives the first prize. Itu bentuk dari sebuah perlombaan, karena itu, berlarilah dengan begitu rupa agar kita bisa menjadi pemenang.

Berlari begitu rupa? Ini berbicara mengenai segala sesuatu yang kita persiapkan sebelumnya. Baik pola latihan, ketekunan, keseriusan, disiplin, pengorbanan, kegigihan dan sebagainya. Ketika berlomba pun kita harus bisa berjuang dengan sekuat tenaga, seserius mungkin agar kita bisa mencapai hasil yang terbaik. Seperti halnya atlit di gelanggang olahraga, demikian pula kehidupan iman kita. Kita harus terus melatih diri kita beribadah, terus berusaha lebih dalam lagi dan lebih dekat lagi dengan Tuhan, rajin mencariNya, mampu menguasai diri kita dari berbagai godaan duniawi, tekun mempelajari firman-firmanNya dan melakukanNya. Seperti halnya dalam perlombaan, akan ada banyak rintangan yang harus kita hadapi dalam kehidupan ini. Namun hal itu bukanlah penghalang untuk sukses apabila kita mau sungguh-sungguh bertekun dengan benar dalam menjalaninya.

Dalam menghadapi perlombaan dalam kehidupan kerohanian kita, apa yang menjadi hadiah? Paulus melanjutkan ayat diatas dengan “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. (ay 25). Ya, ada mahkota yang disediakan Tuhan buat kita. Bukan sebuah mahkota yang fana, melinkan sebuah mahkota yang abadi. Inilah mahkota kehidupan yang dijanjikan Tuhan kepada siapapun yang mengasihi Dia dan mampu menghadapi rintangan-rintangan hingga mencapai finish dengan gemilang. Tidak saja Paulus, tapi Yakobus pun menyatakan hal yang sama. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12).

Kita sesungguhnya telah dibekali segala sesuatu untuk menjadi pemenang. Bahkan Alkitab berkata kita lebih dari pemenang. “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37). Karena itu selain usaha-usaha kita di atas, kita perlu pula memiliki mental juara. Kita harus tahu seperti apa kita telah diciptakan Tuhan dan apa makna dari pengorbanan Kristus sehingga kita bisa dilayakkan untuk memperoleh mahkota kehidupan kelak di kemudian hari. Selain itu, tujuan dan sasaran, atau arah kita harus pula jelas. Kita lihat Paulus kemudian melanjutkan suratnya dengan: “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” (1 Korintus 9:26). Kita harus tetap fokus kepada tujuan akhir, tidak mengumbar waktu, tenaga dan pikiran kita untuk hal-hal yang tidak berguna, hal yang sia-sia bahkan yang merupakan kejahatan di mata Tuhan. Fokus kita, tujuan dan arah yang ingin dicapai haruslah jelas. Ingat bahwa ada mahkota kehidupan yang telah dipersiapkan bagi kita. Karena itu, apapun kondisi dan situasinya, tetaplah fokus dan teruslah berjuang, keep running on track and do it the best you can. Jangan terus menerus menoleh ke belakang, melihat berbagai kegagalan di masa lalu yang akan memperlambat laju kita untuk mencapai garis finish, bahkan mungkin bisa menjadikan kita gagal. “aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14). Anda siap? Selamat berlomba dan jadilah pemenang!

Berlarilah begitu rupa sehingga kita mampu meraih mahkota kemenangan yang telah dijanjikan Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply