Kebimbangan

Ayat bacaan: Matius 14:31
=====================
“Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

kebimbangan

Seorang aktor laga Hong Kong pernah bercerita dalam sebuah wawancara bahwa dalam melakukan berbagai adegan berbahaya diperlukan kepercayaan diri yang tinggi untuk melakukannya. Misalnya dalam adegan melompat di gedung tinggi, jika ragu-ragu, maka lompatan bisa tidak maksimal dan akan sangat riskan. Ia punya pengalaman pribadi mengenai hal itu. Dalam latihan ia berhasil melakukannya dengan baik, namun ketika shooting dimulai, ia dihinggapi keraguan yang padahal hanya sekelebat saja. Hasilnya? Ia pun mengalami kecelakaan. Untung saja nyawanya selamat. Keraguan, atau kebimbangan, seringkali menyusup masuk dalam momen-momen penting di kehidupan kita. Jika tidak waspada, hati kita bisa dengan mudah dipenuhi oleh berbagai keraguan yang akan membuat performa atau produktivitas kita menurun. Hal ini harus disikapi sejak awal, sebelum kebimbangan menguasai diri kita dan membuat kita lemah.

Kita bisa berkaca dari peristiwa yang di alami oleh Petrus dan murid-murid Yesus lainnya dalam Matius 14:22-33. Pada suatu malam mereka tengah diombang ambingkan gelombang di tengah danau. Antara jam 3 sampai jam 6 pagi, Yesus pun datang menghampiri mereka dengan berjalan di atas air. Mereka semua kaget dan ketakutan mengira hantulah yang datang. (ay 26). Yesus pun kemudian menenangkan mereka, namun Petrus masih meragukan bahwa itu adalah Yesus. “Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” (ay 28). Yesus memanggilnya, dan Petrus pun mengalami peristiwa ajaib dengan berjalan di atas air. Ia terus berjalan di atas air menghampiri Yesus. (ay 29). Apa yang terjadi kemudian? Ternyata di tengah-tengah danau itu angin mulai membuatnya takut. Imannya memudar, dan ia kemudian mulai tenggelam. Seketika itu pula Petrus lalu berteriak minta tolong pada Yesus. Yesus kemudian menegurnya. “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 14:31). Petrus kemudian diselamatkan, dan mereka menaiki kapal. Seketika itu pula angin reda. (ay 32).

Ini kesaksian hidup Petrus dan para murid Yesus yang tidak asing lagi bagi kita. Lihatlah bahwa apa yang dialami Petrus pada mulanya luar biasa. Petrus sudah mengalami keajaiban dengan berjalan di atas air. Tapi ketika rasa bimbang mulai timbul disertai rasa takut, maka ia pun mulai tenggelam. Ini sebuah gambaran jelas bagaimana kebimbangan bisa menghancurkan kita. Seperti Petrus, kita pun bisa mengalami perkara-perkara besar dan ajaib dalam hidup kita, ketika kita taat pada Tuhan. Tapi lihatlah ketika kita mulai mengandalkan perasaan yang seringkali bias dan dipenuhi kebimbangan, maka kita pun akan tenggelam. Iblis raja tipu muslihat sangat suka memanfaatkan kebimbangan manusia untuk masuk dan menghancurkan diri kita dari dalam. Iblis akan selalu berusaha menghabisi iman kita dengan cara menyerang kita lewat kebimbangan demi kebimbangan. Kebimbangan akan membuat kita ragu-ragu dalam melangkah, dan bisa menimbulkan ketidakpercayaan. Ketidakpercayaan ini akan mengarah pada ketidaktaatan, dan akhirnya kita pun akan tenggelam sia-sia.

Dalam Surat Roma Paulus berkata “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!” (Roma 12:16). Ini adalah pesan penting bagi kita agar tidak mengandalkan diri kita sendiri saja. Jangan sok tahu, begitu kira-kira pesan Paulus. Ini pesan penting kepada kita yang sering terlalu cepat merasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi. Think simple, think wise, listen to God and follow Him. Itu dia intisari berikutnya dari perkataan Paulus ini. Apa yang dialami Petrus sering kita alami juga dalam kehidupan kita. Banyak orang yang mungkin sudah mengalami berbagai pengalaman ajaib bersama Tuhan, mengalami kuasa dan mukjizatNya yang luar biasa, namun kemudian ketika kebimbangan mulai merasuki hati dan pikiran kita, maka kita pun mulai kehilangan seluruh berkat dan janji-janjiNya.

Agar tidak bimbang, penting bagi kita untuk mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita, apa yang Dia kehendaki, dimana Dia akan ada bersama kita karena kita berjalan sesuai rencanaNya. Amsal berkata “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Amsal 9:10). Kita bisa bijaksana dan mendengar jalan yang ditentukan Tuhan lewat pengenalan yang baik akan Tuhan. Takut akan Tuhan, itu menjadi pembuka jalan agar kita bisa peka mengenali kehendakNya atas diri kita. Dalam perjalanan hidup kita secara logika manusia bisa penuh dengan ketidakpastian, tapi ingatlah bahwa hidup yang terbaik bukanlah tergantung pada pendapat kita atau manusia, tapi sepenuhnya tergantung pada Tuhan. Yakobus mengingatkan kita untuk meminta dalam iman. “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin” (Yakobus 1:6). Jangan bimbang, karena dengan kebimbangan kita tidaklah akan mendapatkan apa-apa, tapi percayalah sepenuhnya pada Tuhan, karena bagi diriNya tidak ada satu pun yang mustahil. Yesus berkata Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24). Percaya, itu timbul dari iman. Dari mana iman timbul? “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Berjalan bersama Kristus berarti hidup bersama kasih, dan dalam kasih itu tidak ada ketakutan. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18). Artinya, tidak ada kebimbangan dan ketakutan jika kita sempurna di dalam kasih Kristus. Jangan berikan tempat bagi kebimbangan yang bisa membuat kita kehilangan janji-janji Tuhan. Alamilah terus perkara besar dalam hidup anda, hiduplah dalam kepercayaan dan ketaatan penuh dalam iman yang teguh akan Kristus.

Kebimbangan akan merusak diri kita dan menghambat kita untuk mengalami perkara-perkara besar

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply