Friday, 31 October 2014

Kebimbangan

Ayat bacaan: Yakobus 1:6-7
=====================
“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”

Seorang motivator terkenal di Indonesia pernah mengajak penontonnya untuk mengasihani orang-orang yang bimbang. Mengapa? Jawabannya sederhana, karena orang yang bimbang ini sebenarnya sedang tersiksa baik ketika dihadapkan pada dua atau lebih pilihan. Kebimbangan akan membuat orang tidak mengambil keputusan, dan akibatnya mereka bisa menyia-nyiakan kesempatan emas untuk sukses, atau dalam beberapa hal bahkan bisa membahayakan. Lihatlah seorang aktor laga yang pernah hampir kehilangan nyawanya ketika shooting. Ia harus menjalani adegan melompat dari satu gedung ke gedung di depannya dalam jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Untuk orang sekaliber dia, seharusnya itu bukan masalah. Tetapi tepat ketika ia melompat, kebimbangan tiba-tiba muncul di kepalanya dan akibatnya ia pun terjatuh dari ketinggian. Untung nyawanya masih bisa diselamatkan meski ia mengalami cedera yang mengharuskannya dirawat secara intensif selama sekian bulan. Untuk contoh yang lebih ringan, seorang teman yang bimbang dalam menentukan pilihan apakah harus menerima atau menolak sebuah peluang kerja hanya karena ia ragu akan kemampuannya sendiri membuat kesempatan emas itu terbuang sia-sia. Disaat ia bimbang, orang lain dengan sigap mengambil posisi itu dan dalam waktu singkat menjadi sukses. Sedang teman saya gigit jari, menyesal karena membuang kesempatan baik yang ia lewatkan hanya karena bimbang. Ada kalanya kebimbangan bisa membuat kita berpikir jauh sebelum mengambil keputusan, tetapi kemudian ketika kita membiarkan kebimbangan berlarut-larut, hanya kegagalan dan kerugianlah yang kita peroleh. Kita tidak akan bisa maju, karena kebimbangan hanya akan membawa kita berjalan berputar-putar di tempat tanpa bisa melangkah ke depan.

Apa saja yang bisa diakibatkan kebimbangan? Selain kita tidak akan pernah maju, kerugian yang sama akan kita peroleh jika kebimbangan itu kita biarkan meracuni iman kita. Alkitab sudah memberi peringatan bahwa kita tidak akan bisa menerima sesuatu dari Tuhan jika kita terus menerus bimbang dan ragu. Kebimbangan akan menjadi penghalang bagi kita untuk menerima berkat, pertolongan atau jawaban dari Tuhan. Salah satu contoh bisa kita lihat lewat Yakobus. Ia menyatakan bahwa jika kita kekurangan hikmat, hendaklah kita memintanya pada Allah. “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus 1:5). Syaratnya hanyalah kita harus meminta dalam iman, dan jangan pernah biarkan kebimbangan masuk didalamnya, sebab kebimbangan itu ibarat gelombang laut yang diombang ambingkan angin kesana kemari, tanpa arah, tanpa tujuan. Dan orang yang demikian, jangan berharap akan menerima apa-apa dari Tuhan. “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.” (Yakobus 1:6-7). Ia kemudian melanjutkan bahwa orang yang mendua hati pun tidak akan pernah tenang dalam hidupnya. (ay 8).

Berulang kali Yesus mengajarkan pentingnya sebuah kepercayaan yang penuh dan utuh dalam iman dalam meminta sesuatu lewat doa. “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22), lalu: “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24). Kebimbangan itu kebalikan keyakinan, dan karenanya kebimbangan akan membawa hasil sebaliknya. Pikirkanlah, betapa sayangnya jika kita sudah menjaga diri kita untuk hidup dalam kekudusan tetapi kita tetap saja gagal menerima sesuatu dari Tuhan hanya karena kita membiarkan kebimbangan berkuasa atas diri kita. Betapa ironisnya.

Tuhan kita adalah Allah yang menyediakan. Dia lebih dari sanggup menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Apakah itu kebutuhan kita sehari-hari, kebutuhan insidentil atau khusus hingga yang mustahil sekalipun. Jika itu memang benar-benar kita butuhkan, dan jika kita memiliki iman yang teguh, tidak ada kebimbangan, keraguan atau ketakutan, Dia bisa dan pasti sediakan semua itu. Apakah itu soal makanan, pemeliharaan hidup, penyertaan, peneguhan, damai sejahtera, solusi atau jalan keluar, kelegaan, bahkan jaminan hidup yang kekal, semua Dia sediakan bagi kita. Bacalah ayat ini: “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.” (2 Korintus 5:1). Jika sebuah kehidupan kekal yang penuh sukacita tanpa adanya penderitaan dan tangis saja dia sediakan bagi kita, mengapa kita harus bimbang mengenai kehidupan di dunia yang hanya sementara? Dia sanggup melakukan itu semua. Dia tahu apa yang kita butuhkan. Itu harus kita yakini atau kita tidak akan pernah melihat buktinya sama sekali.

Mazmur Daud mengingatkan juga agar kita tidak perlu khawatir, jika kita memiliki hidup yang mentaati Tuhan. “Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.” (Mazmur 34:10-11). Dalam kesempatan lain, Daud kembali mengingatkan: “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.” (Mazmur 37:23-26). Tuhan begitu luar biasa mengasihi kita. Dia tahu, Dia peduli terhadap segala masalah yang kita hadapi. Dia siap dan sanggup menopang kita, memberkati kita, melepaskan kita, memberi jalan keluar dan sebagainya.

Jika demikian, buat apa kita harus bimbang? Iman, yang merupakan “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1) haruslah kita pegang secara mutlak tanpa rasa bimbang atau ragu didalamnya. Iman yang benar-benar teguh akan membuat sebuah perbedaan. Kita tidak perlu ragu untuk melangkah maju, karena apabila kita hidup berkenan kepada Tuhan, maka Dia akan menopang kita untuk melangkah, bahkan diatas kemustahilan sekalipun. Mari bebaskan diri anda dari belenggu kebimbangan, dan serahkanlah semuanya ke tangan Tuhan, karena Dia sanggup, bahkan lebih dari sanggup untuk memelihara hidup kita.

Kebimbangan hanya akan menyumbat saluran berkat Tuhan untuk tercurah bagi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Kebimbangan"

Response on "Kebimbangan"