Kebersatuan di Antara Orang Percaya (2)

(sambungan)

Janganlah terlalu cepat menghakimi bahwa denominasi yang satu lebih rendah dari yang lain, mereka salah kita benar, apalagi sampai menuduh sesat segala. Selama gereja mengakui Bapa, Anak dan Roh Kudus, selama gereja selalu fokus dan haus akan Tuhan, selama semuanya didasarkan pada Alkitab, selama Tuhan yang dipermuliakan disana dan bukan untuk kepentingan pribadi, maka Tuhan Yesus jelas ada disana.

Ketika ada orang yang menganggap bahwa hanya gereja dengan jumlah jemaat besar lah yang diberkati, dan menganggap enteng gereja yang jemaatnya hanya sedikit, ingatlah bahwa Tuhan Yesus hadir tidak hanya pada ribuan jemaat, tapi dengan jumlah sedikit pun yang bersekutu dalam doa, Tuhan Yesus hadir diantara mereka. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20). Dua atau tiga orang saja berkumpul atas NamaNya, maka Yesus pun hadir disana. Alangkah indahnya jika semua gereja mendasarkan bukan pada perbedaan tapi pada kesamaan, bahwa semuanya adalah satu dalam Kristus, merupakan bagian dari tubuh Kristus.

Dalam 1 Korintus 12:12-31 Paulus mengingatkan kita akan hal itu. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” (1 Korintus 12:12). Mata adalah organ tubuh penting, tapi bagaimana jika tubuh kita hanya terdiri dari mata? “Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.” (ay 21-22).

Masing-masing kita sebagai bagian dari tubuh Kristus mendapat karunia tersendiri, yang jika digabungkan akan dapat menjadi kesaksian akan Kristus. Perpecahan merupakan keinginan iblis. Iblis akan selalu mempengaruhi dan menggoda agar kita terpecah. Dalam Roma 16:17 kita juga diingatkan untuk waspada terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan dan godaan.

Kita harus semakin utuh dalam kesamaan, bukan malah memperbesar jurang perbedaan. Seperti pelangi yang indah karena warna-warna berbeda bersatu membentuk untaian indah di langit, begitula indahnya jika kita semua bersatu, saling dukung, saling menguatkan dan saling bantu tanpa mempersoalkan latar belakang denominasi dimana kita bertumbuh.

Alangkah indah seandainya dimana ditengah berbagai persoalan kehidupan yang menerpa, ada banyak anak-anak Tuhan tidak lagi mempersoalkan denominasi. Semua berkumpul dan bersatu  membangun persekutuan-persekutuan dan pelayanan tanpa memandang perbedaan tempat bertumbuh dan mengedepankan kemuliaan Tuhan Yesus di atas segalanya. ITulah yang seharusnya dijadikan dasar kebersamaan. Kebersatuan kita merefleksikan Trinitas. Kemuliaan Tuhan akan terlihat melalui kita anak-anakNya dan saya yakin, Tuhan akan sangat bangga jika itu kita lakukan. Semua adalah anggota tubuh Kristus, dimana jika mereka berkumpul atas nama Kristus, Dia pun hadir ditengah-tengah mereka, sama seperti Kristus hadir didalam persekutuan kita.

Hendaklah kita menjadi satu, seperti Kristus ada di dalam Tuhan, Tuhan ada di dalam Kristus, dimana kita ada didalamnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: