Kebersamaan Imam dan Umat Saat Prosesi Pemakaman Romo Sumarya SJ

< ![endif]-->

ALMARHUM Romo Ignatius Sumarya SJ meninggal persis sepekan lalu, tanggal 27 Oktober 2013. Tiga hari kemudian, jasadnya dimakamkan di Kerkop Taman Getsemani Girisonta, Ungaran Selatan, Kab. Semarang.

Meski sudah berlalu, namun ada sesuatu yang mengharukan dan meneguhkan pada saat acara pemakaman Romo Sumarya S, di Taman Getsemani Girisonta lalu,Selasa, 29 Oktober 2013. Selain para pejabat teras Provinsialat SJ dari Argopuro Semarang seperti Romo Provinsial SJ RB Riyo Mursanto SJ, ternyata ikut hadir Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta Pr.

Beliau memimpin misa requiem untuk almarhum Romo Sumarya SJ, Rektor Seminari Menengah Mertoyudan Magelang yang meninggal saat mengikuti lomba lari Jakarta Marathon demi menggalang dana pembangunan Seminari Mertoyudan.

Pemakaman Romo Marya misa bersama Uskup ok

Pabrik pastur

Bagi saya pribadi, kehadiran Bapak Uskup KAS menjadi sebuah penghiburan tersendiri. Apalagi bagi umat katolik kebanyakan yang jarang menyaksikan seorang uskup menjadi konselebran utama dalam misa requiem berapa para romo lainnya.

Bahkan, tidak semua Jesuit yang meninggal dan kemudian dimakamkan di Girisonta bisa mendapatkan kehadiran istimewa seorang Uskup.

Untuk almarhum Romo Sumarya SJ, hadirnya Bapak Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta memang menjadi semacam keniscayaan. Itu karena mendiang Romo Sumarya SJ menjadi pemimpin lembaga gerejani keuskupan yang penting dan strategis. Seminari Mertoyudan adalah ‘pabrik pastur’ paling lama eksis di Indonesia. Tahun 2012 lalu, usia Seminari Mertoyudan genap mencapai angka 100 tahun.

Ini berarti, Seminari Mertoyudan boleh dibilang menjadi ‘pabrik pastur’ paling besar dan paling laris memasok jaringan para pastur dari berbagai ordo dan kongregasi serta imam diosesan paling banyak di Indonesia.

Pemakaman romo sumarya bersama uskup payungan ok

Setelah acara misa requiem rampung,  Bapa Uskup dengan setia juga ikut berjalan mengantar “kepergian” almarhum Romo Sumarya. Beliau bakan terlihat ikut mendorong kereta besi yang membawa Romo Sumarya SJ menuju kompleks makam para Jesuit di Taman Getsemani Girisonta.

Ditengah terik matahari Bapa Uskup tetap setia berdiri khidmat menunggu sampai pemakaman selesai. Salah satu umat kemudian mendekat dan memberikan keteduhan dengan payungnya.

Melihat pemandangan tersebut hati saya merasa haru sekaligus terhibur.

Dalam kacamata spiritual, saya melihat betapa ‘acara’ pemakaman ini tampak jelas kebersamaan Uskup, pastur, dan umat dalam sebuah wadah bernama iman kristiani. Dimana satu-dua orang berkumpul atas namaKu, maka di situ pula “Aku” Yesus Kristus hadir.

Pemakaman Romo Sumarya SJ Bapak Uskup Mgr Pujasumarta dorong kereta jenazah ok

Photo credit: Suasana pemakaman almarhum Romo Ignatius Sumarya SJ di Taman Getsemani Girisonta (AYP)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: