Kebahagiaan dan Firman Tuhan

Ayat bacaan: Lukas 11:28
=====================
“Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

kebahagiaan dan firman Tuhan

Dari mana kebahagiaan bisa kita peroleh? Jawaban orang bisa bermacam-macam. Dunia mengajarkan kita untuk menggantungkan kebahagiaan kepada harta kekayaan, status, jabatan dan sebagainya. Money can buy everything, demikian dunia mengajarkan kita. Tidak masalah dari mana dan bagaimana caranya, yang penting kita punya banyak uang, itu akan membuat kita berbahagia. Berbagai iklan berlomba-lomba mengubahkan kita menjadi pribadi-pribadi yang konsumtif dan berfokus kepada penampilan luar. Penampilan luar pun dianggap bisa memberikan kebahagiaan. Kulit hitam itu jelek, putih bening itu cantik. Dengan gamblang iklan-iklan ini mendiskreditkan orang yang kulitnya gelap semata-mata agar produknya dibeli. Menelepon itu gratis, sms gratis, jadi kejarlah produk kami agar anda bahagia bisa menelepon sepanjang hari tanpa harus melakukan hal lainnya. Itu juga sudah sering kita lihat dari iklan berbagai provider. Uang, pangkat, status, jabatan, penampilan luar dan berbagai kemewahan mungkin pada awalnya bisa seolah memberikan kebahagiaan, tetapi pada suatu ketika kita akan menyadari betapa semu dan fananya semua itu. Ada banyak orang yang bergelimang harta tetapi hidupnya jauh dari rasa bahagia. Sebaliknya saya mengenal beberapa keluarga yang hidupnya pas-pasan tetapi mereka merupakan keluarga yang harmonis penuh dengan sukacita. “Uang tidak menjamin kebahagiaan, yang penting adalah terus berjalan bersama Tuhan, merasakan kehadiranNya setiap hari.” Demikian kata salah seorang dari mereka. Apa yang ia katakan itu sama seperti apa yang saya rasakan.

Masalah bisa datang kapan saja, dan tidak satupun dari kita yang mampu menghindar atau terlepas dari masalah-masalah itu selamanya. Banyak pula orang yang menganggap bahwa kebahagiaan tergantung dari situasi yang kita hadapi. Jika ada masalah, itu artinya kita tidak bisa bahagia, ketika hidup nyaman, disanalah rasa bahagia itu ada. Memang tidak satupun dari kita yang suka berada di kelilingi masalah, tetapi situasi pun bukan merupakan sumber kebahagiaan. “Masalah boleh datang, tetapi bagaimana dan dengan siapa kita menghadapinya akan membuat perbedaan besar atas sikap kita.” kata seorang teman lagi pada suatu kali. Saya bukanlah orang yang memiliki uang melimpah. Tapi saya memegang teguh jaminan Tuhan atas penyertaanNya, dan selama Tuhan menyertai hidup saya, saya tidak perlu takut atau khawatir dan ragu dalam apapun. Hingga hari ini nyatanya saya tetap bisa merasakan kebahagiaan. Pada saat-saat penting Tuhan selalu menunjukkan keberadaanNya sehingga saya dan keluarga tidak merasakan kekurangan apapun. Semua cukup, semua patut disyukuri. Penyertaan dan perlindunganNya sungguh nyata, sehingga tidak ada alasan apapun mengapa saya tidak bahagia.

Dari Yesus sendiri kita sebenarnya sudah mendapatkan kunci untuk memperoleh kebahagiaan yang sejati.  “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya. (Lukas 1:28). Hati yang lembut akan membuat firman-firman Allah yang kita baca jatuh pada “tanah yang baik”, bagian yang baik dalam hati kita, sehingga bisa bertumbuh dan berbuah dengan subur di dalam diri kita. (Matius 13:8). Bagi kita yang mendengarkan firman Allah dan mau memeliharanya untuk tumbuh subur di dalam diri kita, firman-firman itu akan bekerja membantu kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Firman Tuhan di dalam diri kita bekerja untuk menyelidiki hati kita, melindungi diri kita, membantu kita dalam menyelesaikan masalah dan menguatkan atau menopang kita ketika lemah. Lewat firman Tuhan kita bisa merasakan kehadiran Tuhan dan mendengar suaraNya. Ada solusi, ada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan, ada janji-janji Tuhan, ada jaminan. Ada kuasa besar di balik setiap firman Tuhan yang bisa membuat kita tetap teguh tanpa kehilangan kebahagiaan atau sukacita meski tengah menghadapi situasi sulit. Pendeknya, Firman Tuhan menyediakan segalanya, sehingga tidak ada satupun yang bisa merampas sukacita atau kebahagiaan dari hidup kita selama kita berpegang erat kepadanya.

Kitab Mazmur dibuka dengan hal yang sama. “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3). Firman Tuhan mampu menjadi solusi yang sungguh luar biasa dengan Tuhan sendiri bertahta di atasnya, dan karenanya kita berbahagia.

Dalam bagian Perlengkapan Rohani yang dicatat dalam Efesus dikatakan bahwa firman Tuhan adalah pedang Roh. (Efesus 6:17). Ini adalah salah satu dari perlengkapan senjata Allah yang akan memampukan kita untuk melawan segala roh-roh jahat di udara. (ay 12-13). Selanjutnya dalam surat Ibrani, Penulisnya mengatakan demikian: “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12). Firman Tuhan bagaikan pedang bermata dua yang sangat tajam yang bisa menghujam kedalam, untuk memperbaiki hati kita agar kehidupan yang terpancar terang adanya, dan itu bisa mengarah keluar untuk memberkati orang-orang lain. Mengetahui firman Tuhan akan membantu kita untuk mengalami pembaharuan budi sehingga kita bisa membedakan mana yang merupakan kehendak Allah dalam hidup kita. Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna, seperti yang tertulis dalam Roma 12:2.

Mari kita lihat sekali lagi ayat bacaan hari ini. “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Lukas 11:28). Orang yang berbahagia menurut Injil Kerajaan bukanlah orang yang bergelimang harta berkelimpahan, bukan juga orang yang punya pangkat, jabatan atau status tinggi, bukan pula orang yang penampilan luarnya sempurna. Itu semua semu dan tidak akan pernah mampu membuat kita tetap bahagia ketika digoncang problema kehidupan. Tapi Yesus berkata bahwa kebahagiaan akan menjadi milik kita ketika kita mendengarkan firman Tuhan dan kemudian memeliharanya. Disanalah sejatinya sebuah kebahagiaan bisa kita dapatkan. Dari sanalah kita bisa memperoleh kebahagiaan yang tidak gampang goyah, tidak hilang meski masalah tengah menerpa kita. Tuhan tidak menjamin hidup kita seratus persen tanpa masalah, tetapi Tuhan menjanjikan penyertaanNya untuk menghadapi setiap langkah bersama denganNya. Dan Firman Tuhan pun berkata: “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5). Itu janji Tuhan untuk selalu berada bersama kita dalam setiap langkah. Jika Tuhan ada bersama kita dalam segala situasi, cuaca dan kondisi, mengapa kita harus takut?

Mungkin bagi sebagian orang tidaklah mudah untuk mau mendengar apalagi memelihara firman Tuhan dalam hidup. Tapi ketahuilah bahwa dengan membuka diri dan hati kita untuk menerima firman dan memeliharanya, hidup kita akan menjadi bahagia. Lembutkan hati dan terimalah firman Tuhan, lalu peliharalah agar terus tumbuh subur. Tuhan mengingatkan akan hal ini. “Selanjutnya firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, perhatikanlah segala perkataan-Ku yang akan Kufirmankan kepadamu dan berikanlah telingamu kepadanya.” (Yehezkiel 3:10). Jangan biarkan firman-firman Tuhan jatuh sia-sia di bagian tanah yang keras dan berbatu, jangan biarkan hidup kita jauh dari Tuhan dan segala perkataanNya karena yang rugi adalah kita sendiri. Segala yang diberikan Tuhan lewat firmanNya sungguh besar manfaatnya. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17). Rajinlah membaca dan merenungkan Alkitab dan peliharalah setiap Firman Tuhan yang anda baca lalu terapkan dalam kehidupan. Ada berkat yang siap Dia curahkan, ada perlindungan dan keselamatan bagi setiap orang yang mau mendengarkan, memelihara dan hidup dengan mengaplikasikan firman-firman Tuhan itu secara nyata dalam segala perbuatan dan pekerjaan kita. Itulah letak kebahagiaan yang sesungguhnya, yang tidak akan pernah terpengaruh terhadap situasi maupun kondisi dalam hidup.

Kebahagiaan sejati terletak pada hubungan kita dengan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Lirik lagu Segala tulisan yang diilhamkan Allah
  2. khotbh kebhagiaan
  3. renungan kristen tentang kebahagiaan
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: