Kata-kata Institusi

Pastor Nicholas Chia by order of MaltaSAUDARA-saudari terkasih, Sabda Tuhan mengkisahkan seorang perwira yang memohon kedatangan Yesus agar hambanya sembuh. Yesus berkata, “Aku akan menyembuhkan”. Jawab perwira,” Tuan, aku tidak layak menerima tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh”. Ada dua poin yang ingin saya renungkan. Kata-kata perwira tadi merupakan ungkapan seorang beriman. Dalam teologi ekaristi […]

Pastor Nicholas Chia by order of Malta

SAUDARA-saudari terkasih, Sabda Tuhan mengkisahkan seorang perwira yang memohon kedatangan Yesus agar hambanya sembuh.
Yesus berkata, “Aku akan menyembuhkan”.

Jawab perwira,” Tuan, aku tidak layak menerima tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh”.

Ada dua poin yang ingin saya renungkan.

Kata-kata perwira tadi merupakan ungkapan seorang beriman. Dalam teologi ekaristi disebut kata-kata institusi.

Ungkapan iman itu sering kali kita ucapkan pada saat Ekaristi sebelum komuni. “Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan pada saya. Bersabda saja maka saya akan sembuh”.

Kalimat ini bukan dirumuskan para teolog, tetapi pengalaman perjumpaan dengan Yesus.

Pengalaman iman itu akan terus ditradisikan oleh Gereja Katolik agar Gereja mengalami perjumpaan dengan Yesus dalam Ekaristi. So, jangan asal mengucapkan kata-kata institusi dengan tidak khidmat, karena itu ungkapan iman.

Perwira itu merasa tidak pantas berhadapan dengan Yesus. Kita pun manusia lemah, rapuh, dan berdosa. Maka sebelum menyambut Tubuh Kristus kita menyadari betul bahwa kita tidak layak di hadapan Tuhan. Kita ingin menimba kesegaran, kelegaan, dan kegembiraan iman dalam persatuan Komuni. Melalui Sabda Yesus dan Ekaristi, kita mendapatkan kesegaran dari Yesus.

Mari kita semakin hayati Ekaristi sebagai Puncak Iman kita.

Feel free untuk menghayati Ekaristi.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply