Kata-kata Akhir

kata kata“Sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain, ‘Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” (Ibr 5, 6) UNTUK  selama-lamanya merupakan kata-kata yang sering diucapkan pada akhir sebuah doa. Untuk selama-lamanya artinya tidak ada batasan waktu. Kata-kata ini tidak hanya dipergunakan sebagai akhir sebuah doa, tetapi juga dipergunakan untuk mengungkapkan sebuah harapan atau cita-cita yang berkaitan dengan panggilan hidup. Banyak orang telah memilih panggilan hidup masing-masing, entah sebagai imam, religius, suami atau isteri, pria atau wanita lajang. Banyak orang berharap, bercita-cita dan berjuang agar panggilan hidup tersebut bisa dihayati selama-lamanya; tidak hanya untuk jangka waktu tertentu atau sementara. “Until the end of time”, kata sebuah status. Banyak orang mampu mewujudkan cita-cita dan harapan itu. Mereka menghayati panggilan hidupnya untuk selama-lamanya, sampai akhir hayatnya. Namun demikian banyak pula orang yang tidak berhasil untuk memperjuangkan cita-cita dan harapan tersebut. Banyak orang mengalami keraguan, kebimbangan dan akhirnya merubah panggilan hidupnya. “Untuk selama-lamanya atau until the end of time” merupakan kenyataan yang tidak mudah untuk dihayati dan digenapi, karena berbagai faktor dan alasan. Salah satu tantangan yang menyulitkan adalah berkembangnya ‘budaya sekali pakai.’ Saat ini tersedia banyak hal yang bisa dipakai atau dipergunakan sekali atau sesaat; setelah itu, barang tersebut bisa tidak dipakai lagi, dibuang dan diganti dengan yang lain. Saat ini tersedia banyak barang yang hanya sekali pakai, seperti: popok bayi, pakaian, peralatan makanan, tas-tas plastik, tisu atau kertas lain. Hal ini juga terdapat dalam dunia kerja, pelayanan jasa, kompleks prostitusi, dsb. Banyak orang mudah terhinggapi rasa bosan dan jenuh terhadap hal-hal yang sudah biasa dan rutin dipergunakan sehari-hari, sehingga kecenderungan dan kebiasaan ‘sekali pakai’ menjadi pola hidup. Banyak orang marasa perlu untuk selalu ‘meng-update’ diri dalam banyak hal dan mudah untuk mengganti atau membuang sesuatu yang dirasa kuno. “Untuk selama-lamanya” memerlukan sebuah kesetiaan dan komitmen. Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

kata kata

“Sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain, ‘Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” (Ibr 5, 6)

UNTUK  selama-lamanya merupakan kata-kata yang sering diucapkan pada akhir sebuah doa. Untuk selama-lamanya artinya tidak ada batasan waktu. Kata-kata ini tidak hanya dipergunakan sebagai akhir sebuah doa, tetapi juga dipergunakan untuk mengungkapkan sebuah harapan atau cita-cita yang berkaitan dengan panggilan hidup.

Banyak orang telah memilih panggilan hidup masing-masing, entah sebagai imam, religius, suami atau isteri, pria atau wanita lajang. Banyak orang berharap, bercita-cita dan berjuang agar panggilan hidup tersebut bisa dihayati selama-lamanya; tidak hanya untuk jangka waktu tertentu atau sementara. “Until the end of time”, kata sebuah status.

Banyak orang mampu mewujudkan cita-cita dan harapan itu. Mereka menghayati panggilan hidupnya untuk selama-lamanya, sampai akhir hayatnya. Namun demikian banyak pula orang yang tidak berhasil untuk memperjuangkan cita-cita dan harapan tersebut. Banyak orang mengalami keraguan, kebimbangan dan akhirnya merubah panggilan hidupnya.
“Untuk selama-lamanya atau until the end of time” merupakan kenyataan yang tidak mudah untuk dihayati dan digenapi, karena berbagai faktor dan alasan. Salah satu tantangan yang menyulitkan adalah berkembangnya ‘budaya sekali pakai.’ Saat ini tersedia banyak hal yang bisa dipakai atau dipergunakan sekali atau sesaat; setelah itu, barang tersebut bisa tidak dipakai lagi, dibuang dan diganti dengan yang lain.
Saat ini tersedia banyak barang yang hanya sekali pakai, seperti: popok bayi, pakaian, peralatan makanan, tas-tas plastik, tisu atau kertas lain. Hal ini juga terdapat dalam dunia kerja, pelayanan jasa, kompleks prostitusi, dsb. Banyak orang mudah terhinggapi rasa bosan dan jenuh terhadap hal-hal yang sudah biasa dan rutin dipergunakan sehari-hari, sehingga kecenderungan dan kebiasaan ‘sekali pakai’ menjadi pola hidup.

Banyak orang marasa perlu untuk selalu ‘meng-update’ diri dalam banyak hal dan mudah untuk mengganti atau membuang sesuatu yang dirasa kuno. “Untuk selama-lamanya” memerlukan sebuah kesetiaan dan komitmen.

Teman-teman selamat siang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply