Kasih Tiada Tara

kasih ibu by mto“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.” (Ef 3, 18-19) LAGU anak-anak menyebutkan bahwa kasih ibu kepada kita tak terhingga sepanjang masa. Kasih ibu tidak hanya terbatas pada usia kanak-kanak sampai […]

kasih ibu by mto

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.” (Ef 3, 18-19)

LAGU anak-anak menyebutkan bahwa kasih ibu kepada kita tak terhingga sepanjang masa. Kasih ibu tidak hanya terbatas pada usia kanak-kanak sampai saatnya anak-anak mereka mandiri. Kasih ibu kepada kita sifatnya tak terhingga, sepanjang masa kehidupan kita. Ini merupakan kasih yang luar biasa.

Lebih luar biasa lagi adalah kasih Yesus Kristus, yang harus dipahami oleh para murid. Kasih Yesus Kristus melebihi kasih ibu luar biasanya. Kasih Yesus Kristus sifatnya panjang dan lebar.

Panjang dan lebar menunjuk pada situasi yang ada di kanan atau kiri, muka dan belakang kita. Betapa beragam situasi yang ada di sekitar kita. Kita mempunyai rekan, sahabat, tetangga, teman, kenalan, mitra kerja dari berbagai macam latar belakang yang berbeda-beda. Mereka berbeda dalam usia, pendidikan, suku, agama, etnis, budaya, minat, bakat, dsb.

Sekitar kita tidak hanya terdiri dari manusia, tetapi juga hewan, binatang, tumbuhan dengan segala jenisnya. Kasih Kristus yang panjang dan lebar itu mengena, menyentuh dan tertuju kepada mereka semua. Kasih yang tidak membeda-bedakan. Semua dikasihi, entah yang baik atau yang jahat, yang hitam atau putih.

Demikian juga kasih Yesus Kristus itu sifatnya tinggi dan dalam. Dalam merupakan situasi yang ada dibagian bawah; sedangkan tinggi merupakan situasi yang ada di atas kita. Kasih Yesus pun tertuju kepada semua tingkatan dan golongan, dari yang tertinggi sampai yang terrendah. Bahkan Yesus sendiri bersedia untuk merendahkan diri sampai serendah-rendahnya.

Yesus mengasihi manusia dari semua kalangan. Kasih seperti ini sungguh sulit untuk dipahami oleh nalar atau akal budi manusia. Pengetahuan manusia pun tidak cukup untuk memahami kasih Yesus yang panjang dan lebar serta tinggi dan dalam. St. Paulus mendoakan para murid, agar mereka mampu memahami kasih Kristus dan mengenalnya sedikit demi sedikit.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply