Kasih Ibu dan Istri

kasih ibu“Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” (Mat 6, 8) BEBERAPA  kali saya ikut pertemuan untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kerasulan pendidikan. Pada saat registrasi, panitia selalu memberikan sebuah tas dengan isi buku tulis, alat tulis, susunan acara dan materi yang akan disampaikan. Bahkan dalam sebuah pertemuan pimpinan Gereja, panitia juga memberikan satu tas lain dengan isi sabun mandi, shampo, pasta gigi dan handuk. Panitia sebuah kegiatan sudah tahu, apa yang dibutuhkan oleh peserta kegiatan. Mereka juga menyiapkannya. Peserta kegiatan tidak perlu memintanya. Dalam kehidupan keluarga, hal seperti ini juga sering terjadi. Seorang ibu membeli pakaian untuk anak-anak atau suaminya. Pakaian yang dibelikan ternyata pas untuk dipakai dan cocok dengan ukuran mereka. Anak-anak dan suami senang. Seorang ibu bisa tahu, apa yang dibutuhkan oleh anak-anak dan suami. Orang bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh orang lain berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan. Peserta sebuah seminar atau pertemuan biasanya membutuhkan kertas dan alat tulis serta perlengkapan untuk mandi. Panitia mestinya tahu dan bisa mempersiapkan hal ini. Seorang ibu tahu apa yang dibutuhkan oleh suami dan nak-anak, karena mereka tinggal bersama dalam satu keluarga. Mereka saling mengenal dan berkomunikasi satu dengan yang lain, sehingga masing-masing anggota tahu apa yang dirasakan, dipikirkan, dibutuhkan atau yang diprihatinkan. Kedekatan relasi antar anggota keluarga memungkinkan setiap anggota keluarga mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan anggotanya. Tanpa diminta pun, seorang ibu akan membelikan atau memenuhi apa yang dibutuhkan anak-anak dan suami. Kalau panitia dan seorang ibu bisa tahu apa yang dibutuhkan orang lain, betapa Allah pasti juga tahu, apa yang dibutuhkan oleh anak-anak-Nya. Allah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh setiap orang, sebelum kita memintanya. Maka doa tidak harus diisi dengan untaian kata-kata yang panjang dan indah untuk mohon atau minta banyak hal yang kita butuhkan. Doa merupakan kesempatan untuk menikmati kedekatan relasi dengan Allah; membiarkan Allah hadir dan menyapa serta menyampaikan kehendak-Nya. Teman-teman selamat malam dan menikmati hari sepanjang siang sampai sore tadi. Berkah Dalem. Kredit foto: Ist

kasih ibu

“Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” (Mat 6, 8)

BEBERAPA  kali saya ikut pertemuan untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kerasulan pendidikan. Pada saat registrasi, panitia selalu memberikan sebuah tas dengan isi buku tulis, alat tulis, susunan acara dan materi yang akan disampaikan.

Bahkan dalam sebuah pertemuan pimpinan Gereja, panitia juga memberikan satu tas lain dengan isi sabun mandi, shampo, pasta gigi dan handuk. Panitia sebuah kegiatan sudah tahu, apa yang dibutuhkan oleh peserta kegiatan.

Mereka juga menyiapkannya. Peserta kegiatan tidak perlu memintanya. Dalam kehidupan keluarga, hal seperti ini juga sering terjadi. Seorang ibu membeli pakaian untuk anak-anak atau suaminya. Pakaian yang dibelikan ternyata pas untuk dipakai dan cocok dengan ukuran mereka. Anak-anak dan suami senang.

Seorang ibu bisa tahu, apa yang dibutuhkan oleh anak-anak dan suami. Orang bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh orang lain berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan. Peserta sebuah seminar atau pertemuan biasanya membutuhkan kertas dan alat tulis serta perlengkapan untuk mandi. Panitia mestinya tahu dan bisa mempersiapkan hal ini.

Seorang ibu tahu apa yang dibutuhkan oleh suami dan nak-anak, karena mereka tinggal bersama dalam satu keluarga. Mereka saling mengenal dan berkomunikasi satu dengan yang lain, sehingga masing-masing anggota tahu apa yang dirasakan, dipikirkan, dibutuhkan atau yang diprihatinkan. Kedekatan relasi antar anggota keluarga memungkinkan setiap anggota keluarga mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan anggotanya.

Tanpa diminta pun, seorang ibu akan membelikan atau memenuhi apa yang dibutuhkan anak-anak dan suami. Kalau panitia dan seorang ibu bisa tahu apa yang dibutuhkan orang lain, betapa Allah pasti juga tahu, apa yang dibutuhkan oleh anak-anak-Nya. Allah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh setiap orang, sebelum kita memintanya.

Maka doa tidak harus diisi dengan untaian kata-kata yang panjang dan indah untuk mohon atau minta banyak hal yang kita butuhkan. Doa merupakan kesempatan untuk menikmati kedekatan relasi dengan Allah; membiarkan Allah hadir dan menyapa serta menyampaikan kehendak-Nya.

Teman-teman selamat malam dan menikmati hari sepanjang siang sampai sore tadi. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ist

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply