Kasih Allah

yesus menggandeng anakSELAMAT pagi saudara-saudari seiman. Week-end menjadi saat dimana kita bisa beristirahat dan berkumpul bersama keluarga dan orang tercinta. Sabda Tuhan hari kemarin mengkisahkan orang Saduki yang tidak mengakui kebangkitan. Suatu hal yang wajar jika orang tidak mengakui kebangkitan. Sebab orang belum pernah mengalami kematian dan kebangkitan. Namun yang perlu diingat adalah Allah orang hidup dan […]

yesus menggandeng anak

SELAMAT pagi saudara-saudari seiman. Week-end menjadi saat dimana kita bisa beristirahat dan berkumpul bersama keluarga dan orang tercinta.

Sabda Tuhan hari kemarin mengkisahkan orang Saduki yang tidak mengakui kebangkitan. Suatu hal yang wajar jika orang tidak mengakui kebangkitan. Sebab orang belum pernah mengalami kematian dan kebangkitan. Namun yang perlu diingat adalah Allah orang hidup dan Allah orang mati sama.

Teologi Katolik mengatakan tidak ada kematian. Doa Credo mengatakan kehidupan kekal. Artinya, hidup hanya diubah, bukan dilenyapkan. Setelah kematian, seseorang akan berjumpa dengan Allah secara personal. Dengan demikian, Allah senantiasa beserta kita di saat seseorang hidup dan setelah mati.

Setiap orang mengalami kematian badan. Konsekwensi kematian adalah kebangkitan. Hidup, mati, dan bangkit adalah kuasa Allah. Oleh karena itu, Allah senantiasa beserta kita. Kita tidak perlu ragu akan kuasa Allah. Sebab, Allah adalah Allah Mahakuasa. Allah adalah Allah orang hidup.

Orang takut mati karena belum siap berjumpa dengan Allah dan meninggalkan harta miliknya di dunia. “Orang di dunia kawin-dikawinkan. Sedang orang mati tidak kawin-dikawinkan”. Kawin-dikawinkan merupakan simbolik kehidupan dunia sementara. Namun inti dari hidup adalah menikmati kasih Allah dan membagikan kasih Allah kepada sesama. Sehingga ketika Allah memanggil kita, kita tidak takut berjumpa dengan Sang sumber Kasih, Allah.

Feel free untuk menikmati kasih Allah.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply