Kasih Allah yang Terbesar bagi Kita

yesus dan anak2Rabu, 15 April 2015: Pekan Paskah II Kis 5:17-26; Mzm 34:2-9; Yoh 3:16-21 Yesus bersabda, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Allah mengutus Putra-Na Yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” SETIAP dari kita butuh dikasihi. Kasih macam apa yang kita butuhkan? Injil ari ini mewartakan bahwa bentuk kasih yang melampaui sukacita dan kebahagiaan terbesar yang dapat kita harapkan untuk kita temukan. Kasih tersbesar itu selalu dinyatakan dengan harga pengorbanan yang pemberi. Kasih sejati memberikan yang terbaik yang dapat ditawarkan kepada yang dikasihi, termasuk semua yang mereka miliki, bahkan hidupnya sendiri. Ia tidak pernah mengharapkan menerima kembali atas yang diberikannya dengan kasih. Syukur kepada Allah, sebab Allah telah menyatakan kasih-Nya yang terbesar bagi kita dengan memberikan yang terbai yang ditawarkan-Nya. Ia menganugerahkan kepada kita Putra-Nya Yang Tunggal yang dengan bebas tela menyerahkan hidupnya demi keselamatan kita sebagai korban persembahan dan penebusan bagi dosa kita dan dosa dunia. Dalam Injilnya, St. Yohanes memberikan kesaksian yang benar saat berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Allah mengutus Putra-Na Yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Allah mengutus Putra-Nya ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” Yohanes mewartakan kepada kita kedalaman dan keluasan kasih Allah dalam Yesus Kristus, Putra-Nya. Kasih itu tidak kasih untuk sedikit orang atau satu bangsa saja. Kasih penebusan-Nya mencakup semua dan seluruh dunia dan seisinya. Kasih-Nya bersifa personal kepada kita dan setiap orang sebab Allah sendiri telah menciptakan kita seturut citra-Nya (Kej 1:26,27). Yang kita kasihi menyatakan yang kita sangat sukai dan bernilai. Sebagaimana Allah mengasihi kita dalam Yesus Kristus, kita harus pula mengasihi-Nya di atas segalanya. Dalam Adoasi Ekaristi Abadi kita mencoba menempatkan Dia sebagai yang utama dalam hidup kita, pikiran kita, perasaan kita dan tindakan kita dengan menyembah-Nya penuh cinta. Tuhan Yesus Kristus, kasih-Mu adalah yang terbaik bagi kami. Semoga kasih-Mu mengubah hati kami dengan segala kehendak, aspirasi, ketakwaan dan komitmennya. Semoga kami secara bebas menginginkan Dikau di atas segalanya dan mengasihi semua orang lain dengan murah hati, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tertindas dan difabel demi kemuliaan-Mu kini dan selamanya. Amin.  

yesus dan anak2

Rabu, 15 April 2015: Pekan Paskah II
Kis 5:17-26; Mzm 34:2-9; Yoh 3:16-21

Yesus bersabda, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Allah mengutus Putra-Na Yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”

SETIAP dari kita butuh dikasihi. Kasih macam apa yang kita butuhkan? Injil ari ini mewartakan bahwa bentuk kasih yang melampaui sukacita dan kebahagiaan terbesar yang dapat kita harapkan untuk kita temukan.

Kasih tersbesar itu selalu dinyatakan dengan harga pengorbanan yang pemberi. Kasih sejati memberikan yang terbaik yang dapat ditawarkan kepada yang dikasihi, termasuk semua yang mereka miliki, bahkan hidupnya sendiri. Ia tidak pernah mengharapkan menerima kembali atas yang diberikannya dengan kasih.

Syukur kepada Allah, sebab Allah telah menyatakan kasih-Nya yang terbesar bagi kita dengan memberikan yang terbai yang ditawarkan-Nya. Ia menganugerahkan kepada kita Putra-Nya Yang Tunggal yang dengan bebas tela menyerahkan hidupnya demi keselamatan kita sebagai korban persembahan dan penebusan bagi dosa kita dan dosa dunia.

Dalam Injilnya, St. Yohanes memberikan kesaksian yang benar saat berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Allah mengutus Putra-Na Yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Allah mengutus Putra-Nya ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Yohanes mewartakan kepada kita kedalaman dan keluasan kasih Allah dalam Yesus Kristus, Putra-Nya. Kasih itu tidak kasih untuk sedikit orang atau satu bangsa saja. Kasih penebusan-Nya mencakup semua dan seluruh dunia dan seisinya. Kasih-Nya bersifa personal kepada kita dan setiap orang sebab Allah sendiri telah menciptakan kita seturut citra-Nya (Kej 1:26,27).

Yang kita kasihi menyatakan yang kita sangat sukai dan bernilai. Sebagaimana Allah mengasihi kita dalam Yesus Kristus, kita harus pula mengasihi-Nya di atas segalanya. Dalam Adoasi Ekaristi Abadi kita mencoba menempatkan Dia sebagai yang utama dalam hidup kita, pikiran kita, perasaan kita dan tindakan kita dengan menyembah-Nya penuh cinta.

Tuhan Yesus Kristus, kasih-Mu adalah yang terbaik bagi kami. Semoga kasih-Mu mengubah hati kami dengan segala kehendak, aspirasi, ketakwaan dan komitmennya. Semoga kami secara bebas menginginkan Dikau di atas segalanya dan mengasihi semua orang lain dengan murah hati, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tertindas dan difabel demi kemuliaan-Mu kini dan selamanya. Amin.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply