Karena Tidak Percaya (2)

(Sambungan)Salah satu contoh bisa kita lihat ketika Yesus diminta menyembuhkan anak Yairus. Pada saat itu ketika Yesus sampai dirumahnya, anak Yairus ternyata sudah keburu meninggal. Secara logika manusia tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Itulah yang…

(Sambungan)

Salah satu contoh bisa kita lihat ketika Yesus diminta menyembuhkan anak Yairus. Pada saat itu ketika Yesus sampai dirumahnya, anak Yairus ternyata sudah keburu meninggal. Secara logika manusia tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Itulah yang disampaikan orang-orang yang keluar dari rumahnya. “Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” (Markus 5:35). Perhatikan baik-baik. Orang-orang ini tahu dan kenal siapa Yesus. Mereka tahu Dia sanggup melakukan mukjizat luar biasa. Mereka bahkan merupakan gambaran dari hamba-hamba Tuhan yang melayani di rumah ibadah. Sayangnya logika manusiawi mereka masih membatasi mereka untuk percaya penuh. Bagaimana reaksi Yesus? “Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (ay 36). Selanjutnya ketika Yesus mengatakan bahwa anak itu hanya tidur, mereka kembali menertawakan Yesus. (ay 39-40). Untunglah Yairus tetap percaya. Yang terjadi kemudian, anak perempuan Yairus itu pun hidup kembali, bangun dan langsung berjalan. Lihatlah bahwa kuasa Tuhan berada jauh di atas kemampuan daya pikir dan nalar manusia. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tidak? Kalau itu bisa terjadi pada Yairus dan anaknya, kenapa kita tidak bisa mengalaminya? Mukjizat yang sama, bahkan yang lebih besar sekalipun bisa turun atas kita, namun untuk bisa mengalami itu semua dibutuhkan kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan.

Yesus mengatakan demikian: “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24). Agar kita bisa mendapatkan permohonan kita dibutuhkan rasa percaya. Tanpa itu kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan mukjizat, berkat dan pertolongan Tuhan. Dalam kesempatan lain Yesus kembali mengingatkan hal yang sama: “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22). Artinya jelas, bahwa rasa percaya penuh merupakan syarat mutlak agar apa yang kita doakan bisa benar-benar terjadi secara nyata dalam kehidupan kita. Memang mukjizat Tuhan tidak terjadi kepada semua orang, tapi ingat bahwa dasar turunnya mukjizat Tuhan bukan didasarkan atas latar belakang seseorang, karena Tuhan tidak pernah memandang muka, tetapi didasarkan pada percaya atau tidak.

Kalau kita percaya sepenuhnya pada Tuhan dan kemampuan kuasaNya, maka mukjizat akan terjadi pada kita. Ini sesuatu yang mengandung kepastian, karena firman Tuhan dalam Matius 21:22 di atas mengatakan “akan menerima” bukan “mungkin menerima”. Lihatlah apa yang diberikan Tuhan kepada orang-orang percaya. “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:17-18). Jelaslah ada perbedaan nyata antara orang yang percaya dengan orang yang terus hidup dalam kebimbangan.

Marilah kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki pengenalan yang sebenarnya akan Tuhan dan segala kemampuanNya. Seringkali kita gagal mengalami mukjizat, pemulihan, atau lawatan Tuhan justru dari kegagalan kita sendiri untuk percaya. Keraguan kita sendirilah yang menghambat turunnya mukjizat Tuhan secara nyata. Seringkali kita terlalu sibuk mempergunakan kemampuan daya pikir kita yang terbatas ini dan membatasi Tuhan untuk bekerja leluasa sebebas-bebasnya dalam hidup kita. Kita meragukan kuasaNya, dan tidak mengijinkan Tuhan melakukan pekerjaanNya yang dahsyat dan ajaib. Akibatnya kita tidak pernah mengalami sesuatu perkara besar dalam diri kita. Bukan karena Tuhan tidak peduli, namun ternyata karena kita gagal memiliki iman yang percaya penuh kepadaNya. Bila kita percaya, yakinlah bahwa tidak ada satupun hal yang mustahil bagi Tuhan. Dan yakinlah bahwa semua itu akan kita terima. Alami pengalaman luar biasa bersama Tuhan lewat kepercayaan penuh kita kepadaNya.

There can/will be miracle, when you believe

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply