Karena KasihNya Begitu Besar

Ayat bacaan: 1 Petrus 3:18
===================
“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah…”


Ada banyak orang yang sulit mengerti apa sebenarnya tujuan Yesus Kristus untuk mati di kayu salib. Ada teman saya yang pernah bertanya tentang hal tersebut. Mungkin kita bisa dengan mudah menjawab bahwa Yesus menebus dosa-dosa kita, Dia melepaskan kita dari kematian, menggantikan posisi kita dari kematian kepada suatu kehidupan baru yang kekal penuh damai sejahtera. Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Tapi masih banyak orang yang bingung dengan pengertian sebenarnya. Ada sebuah analogi menarik, dari kisah yang tidak sengaja saya temukan di wikipedia, mengenai seorang mantan gubernur New York tahun 30 an, Fiorello Henry La Guardia.

Fiorello memimpin kota New York pada masa krisis ekonomi yang melanda Amerika. Masa yang dikenal dengan Great Depression itu memang masa yang sungguh sulit bagi penduduk Amerika. Selain menjabat sebagai gubernur, Fiorello juga terkadang aktif berprofesi sebagai hakim, khususnya pelanggaran-pelanggaran hukum yang ringan. Suatu kali, Fiorello menjadi hakim pada sidang seorang pencuri roti, yang terpaksa mencuri demi keluarganya yang tengah kelaparan. Fiorello memutuskan bahwa apapun alasannya, orang tersebut telah melanggar hukum, dan dikenai denda 10 dollar. Si pencuri roti sedih, karena dia tidak punya sepeser uang pun. Apa yang terjadi? Fiorello mengeluarkan 10 dollar dari dompetnya dan melunasi denda itu. Bukan sampai disitu saja, Fiorello pun “mendenda” setiap orang yang hadir dalam persidangan sebanyak 50 sen untuk menolong orang itu. Dan si pencuri roti pun bisa pulang ke rumahnya. Tidak hanya bebas, tidak hanya mendapat penebusan denda, tapi juga pulang membawa 47.5 dollar, hasil kontribusi 50 sen per orang dari semua pengunjung sidang.

Berkaca dari kasih yang ditunjukkan oleh Fiorello, kita seakan bisa melihat analogi nyata yang sederhana dari kasih Tuhan yang luar biasa dan tak berkesudahan. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16). Lihatlah kesimpulan dari kisah diatas. Konsekuensi hukum terpenuhi. Si hakim sendiri yang menebus pelanggaran yang dilakukan si pencuri roti. Yang melanggar hukum pun dibebaskan, bahkan diberkati dengan “hadiah” yang sebenarnya tidak layak ia terima. Inilah gambaran nyata dari apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus, Sang Penebus kita. “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.”(Roma 5:6) Dan akibatnya, kita sekarang bisa masuk ke dalam hadirat Allah, sebab hanya oleh Yesus lah kita menerima keselamatan itu. Praise the Lord Jesus.

Hanya oleh karya penebusan Kristus kita semua selamat dan memperoleh hidup yang kekal

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment