Kardinal Vatikan Fernando Filoni tentang ISIS: Agama Mana pun tak Ajarkan Kekerasan

Kardinal Filoni by CNAVATIKAN mencermati dengan seksama rentetan kekerasan pembunuhan keji yang dilakukan kelompok militant ISIS terhadap beberapa orang sanderanya. Sudah ada tiga warga Barat –James Foley, Steven Scotloff dan David Haines—yang dibunuh oleh pejuang ISIS dengan cara yang barbar: disembelih. Dua warga lainnya adalah tentara Libanon. Mencermati hal itu, Vatikan telah mengutus Kardinal Fernando Filoni kembali ke […]

Kardinal Filoni by CNA

VATIKAN mencermati dengan seksama rentetan kekerasan pembunuhan keji yang dilakukan kelompok militant ISIS terhadap beberapa orang sanderanya. Sudah ada tiga warga Barat –James Foley, Steven Scotloff dan David Haines—yang dibunuh oleh pejuang ISIS dengan cara yang barbar: disembelih. Dua warga lainnya adalah tentara Libanon.

Mencermati hal itu, Vatikan telah mengutus Kardinal Fernando Filoni kembali ke Irak. Berikut ini, wawancara khusus Christiane Amanpour dari CNN dengan Kardinal Filoni.

“Tak seorang pun boleh mengatasnamakan agama untuk melakukan perbuatan tersebut,” kata Sang Kardinal menjawab CNN. “Ini benar-benar keji,” tandasnya.

Paus sendiri tanpa henti menyerukan bahwa kekejian ini harus segera dihentikan. Paus tak menyebutkan bagaimana caranya menyetop kekejian beruntun ini. “Saya tidak mau menyebutnya sebagai ‘perang’. Yang mau kami katakana adalah keharusan moral membantu mereka yang membutuhkan perlindungan dan mereka berharap untuk hal itu,” kata Kardinal Filoni.

Paus, kata sang cardinal, tidak pernah menyinggung soal ‘perang’ melawan ISIS.

Harus dibantu dan ditolong

Di belahan bumi sana ada orang atau sekelompok orang bersenjata dengan kekuatan finansial dan senjata serta menganut sebuah ideology tertetu. Mereka menyerang siapa saja yang tidak ‘berhaluan sama’ dengan kelompok ini,

“Atas nama hak-hak asami manusia dan kemanusiaan, orang-orang malang ini harus dilindungi dan dibantu,” tandas Sang Kardinal.

Sudah beberapa kali, Kardinal Filoni mengunjung Irak selama Perang Teluk dan belum lama ini ia juga telah mengunjungi Kurdistan.

Menyinggung soal “siapa” yang harus bertanggungjawab melindungi komunitas-komunitas yang menjadi target pembunuhan ISIS, Kardinal Filoni menjawab: tentu saja Pemerintah Irak.

Namun kalau pemerintah Baghdad tidak ada kemampuan untuk hal itu, kata Sang Kardinal, maka pihak lain yang harus diberikan kewenangan untuk melakukan hal itu sampai akhirnya Baghdad sanggup melakukannya sendiri.

Kardinal Filoni baru saja bertemu dengan tiga orang pemuda Irak dari Provinsi Sinjar di Irak Utara. Kepada utusan khusus Paus ini, ketiga pemuda Sinjar ini mengaku hanya merekalah yang masih hidup. Seluruh warga perempuan dari sebuah perkampungan Sinjar sudah habis atau hilang entah kemana.

Sumber: CNN

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply