17 Juni 2015

“Camkanlah ini: orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula.” (2 Kor 9, 6)

DALAM perjalanan pulang dari Adiguna, seorang teman komentar, “Wahh, karangan bunganya banyak ya, sehingga ruang jenazah jadi penuh.” Teman lainnya menanggapi, “Ya wajarlah. Yang sudah ditabur banyak, maka yang dituai pun banyak.”

Yang nampak di ruang jenazah adalah karangan bunga, dalam bentuk besar dan kecil. Karangan bunga itu dikirim oleh banyak keluarga, organisasi, perusahaan dan dari instansi lain. Mereka semua ikut berduka cita dan merasa kehilangan seseorang yang selama ini dikenal baik, ramah, ‘enthengan’, tanggung jawab dalam tugas, terlibat dalam banyak kegiatan di lingkungan, paroki dan juga kelompok kategorial lain.

Banyak anak-anak sekolah kehilangan guru yang baik, banyak guru kehilangan rekan kerja yang mumpuni, beberapa kelompok umat kehilangan pelatih koor yang sabar. Orang ini telah banyak menaburkan benih-benih baik melalui karya dan pelayanannya, entah dalam keluarga, sekolah, lingkungan, paroki serta komunitas umat beriman lain.

Benih-benih baik itu nampak dalam banyak hal, seperti keutamaan pribadi, kesediaan untuk bekerjasama dan bermitra dengan orang lain, pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab, dsb. Seseorang banyak menaburkan benih, sejauh orientasi hidupnya tertuju kepada kepentingan dan kesejahteraan orang lain; sejauh seseorang berani memberikan dirinya demi keselamatan banyak orang. Sebaliknya, seseorang akan menaburkan sedikit benih, karena orang sibuk dengan dirinya sendiri; orientasi hidupnya masih tertuju pada kepentingan dan keuntungan bagi diri sendiri; yang dipikirkan keselamatan dan kenyamanan diri sendiri.

Seberapa banyak benih yang selama ini saya taburkan? Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.