Kapel St. Maria untuk Umat Sekarmayang, Paroki St. Yoseph Sidareja

Sekarmayang stasi st maria sidareja 2.pngPADA hari Minggu,12 Oktober 2014 lalu, umat Stasi St. Maria Sekarmayang merasa bahagia dan syukur. Sebabnya, kapel yang telah diidam-idamkan sebagai tempat ibadah yang layak telah selesai direnovasi dan diberkati. Kapel baru itu kami berkati. Misa dimulai pukul 10.15. Bangunan berukuran 9 x 6 meter persegi telah resmi menjadi Kapel Stasi Sekarmayang. Bangunan kapel berdiri […]

Sekarmayang stasi st maria sidareja 2.png

PADA hari Minggu,12 Oktober 2014 lalu, umat Stasi St. Maria Sekarmayang merasa bahagia dan syukur. Sebabnya, kapel yang telah diidam-idamkan sebagai tempat ibadah yang layak telah selesai direnovasi dan diberkati.

Kapel baru itu kami berkati. Misa dimulai pukul 10.15. Bangunan berukuran 9 x 6 meter persegi telah resmi menjadi Kapel Stasi Sekarmayang. Bangunan kapel berdiri di atas tanah milik Keuskupan Purwokerto yang dahulu milik Mbah Marto seorang katolik perintis.

Umat Sekarmayang mengundang umat Stasi Gendiwungcagak yang merupakan stasi tetangga terdekat, semua ketua stasi dan ketua lingkungan, DPP Paroki St. Yoseph, perangkat Desa Bulupayung dan Kadus Sekarmayang, masyarakat sekitar, dan umat paroki.

Tenda biru dan meja bundar di halaman gereja tampak elegan sebagai tempat transit tamu undangan sebelum misa. Di meja bundar telah tersedia jajanan pasar dan rokok kretek 76 untuk sajian para tamu.

Banyak yang belum kenal
Misa dimulai tepat pukul 10.15. Semua bangku terisi penuh di dalam gereja. Umat Stasi Gendiwungcagak mengiringi koorr dengan alunan gitar. Dalam homili, kami – Romo Christy– bertanya kepada seluruh umat yang hadir: “Siapa yang belum pernah datang ke stasi Sekarmayang?”.

Ternyata ada banyak umat dari paroki dan stasi yang belum pernah datang ke Stasi Sekarmayang mengingat jalan rusak dan cukup jauh dari jalan raya Cinyawang arah Pangandaran.  Kami lalu memanggil ketua stasi dan ketua panitia untuk‎ berdiri di samping altar. Kami lalu minta mereka cerita.

Sekarmayang stasi st maria sidareja 1

Kapel Stasi St. Maria Sekarmayang: Medio Oktober 2014 lalu akhirnya resmi sudah peresmian dan pemberkatan gedung kapel baru hasil renovasi di Stasi St. Maria Sekarmayang. Banyak pihak berpartisipasi dalam proses pembangunan renovasi ini. Pemberkatan berlangsung sederhana, namun meriah karena banyak mendapat dukungan dari para tetamu yang datang. (Dok. Stasi St. Maria Sekarmayang, Paroki St. Yoseph Sidareja)

Pak Yohanes Darsono, Ketua Stasi Sekarmayang, menceritakan perasaannya. Ia merasa bahagia sebab tidak menyangka akan memiliki kapel yang bagus dan megah. Kehadiran umat katolik yang berjumlah sekitar 75 orang membuatnya semakin terdukung.

Umat Stasi Sekarmayang masih saja terdiri 8 KK dan mereka itu sudah tua-tua. Mereka merasa tersapa dan terdukung atas kehadiran umat se Paroki Sidareja. Maka kami juga merenungkan nama pelindung Stasi: Santa Maria. Maria terkenal dengan kesederhanaannya, pintar menyimpan perasaan. Karakter umat Sekarmayang seperti Maria yang sederhana, pintar menyimpan perasaan malu dan minder.

Namun, umat Sekarmayang terus berjuang dari kekurangannya untuk bisa merenovasi kapel.
Tentu keberhasilan renovasi Kapel Sekarmayang merupakan hasil dari bantuan banyak pihak dan donatur. Dalam misa pemberkatan, donatur dari Jakarta pun hadir untuk menyaksikan kegembiraan umat Sekarmayang.

Misa selesai pukul 11.20. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan diawali dari Ketua Panitia Pk Saiman.

Partisipasi banyak pihak

Ia menghaturkan beribu-ribu terimakasih atas perhatian dan donasi yang disumbangkan kepada umat Sekarmayang‎. Sambutan dilanjutkan dari perwakilan DPP Paroki, Pak Beni Setiawan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan profisiat dan berharap agar umat Sekarmayang tidak lagi kecil hati.
Sambutan selanjutnya dari Kades Bulupayung: Pak Surip. Ia bergembira atas terselesaikannya Gereja di Sekarmayang. Beliau pun akan selalu menjaga toleransi antar umat beragama.

Bapak Kades dan kami lalu bersama-sama meresmikan kapel secara sederhana dengan membuka Korden papan nama Gereja St. Maria Sekarmayang.

Sambutan selanjutnya Pak Yohanes Parsiyan, Anggota Dewan Kab. Cilacap. Ia mengimbau kepada umat Sekarmayang untuk terlibat dalam hidup bermasyarakat.

Setelah acara sambutan, seluruh tamu undangan melanjutkan acara ramah tamah dan makan siang bersama. Menu pecel khas Sekarmayang menjadi hidangan utama. OMK St. Don Bosco Sidareja mengiringi acara ramahtamah dengan menampilkan empat lagu rohani.

Demikian laporan singkat dari Dusun Sekarmayang.

Kredit foto: Stasi St. Maria Sekarmayang, Paroki St. Yoseph Sidareja.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply