Kapasitas Kantong Anggur

Ayat bacaan: Markus 2:22
====================
“Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

kapasitas kantong anggur

Seorang tokoh terkenal pernah berkata: “Are you green and growing or ripe and rotting?” Kalimat ini mengambil sebuah permisalan dari buah. Jika buah masih hijau, itu artinya buah itu masih akan tumbuh untuk mencapai saat dimana buah itu nantinya akan masak atau matang. Tetapi ketika buah sudah masak, maka itu artinya buah tinggal menanti untuk membusuk dan akhirnya tidak lagi berarti. Ini bisa diaplikasikan dalam hidup pula. Selama kita masih hijau itu artinya kita masih akan terus bertumbuh, namun begitu kita merasa sudah tahu segalanya dan tidak punya keinginan lagi untuk terus bertumbuh atau belajar, maka itu bagaikan tinggal menunggu waktu untuk membusuk dan tidak lagi bermakna apa-apa. Perkataan yang berasal dari pendiri waralaba terkenal McDonald ini mengacu kepada nasihatnya agar kita tidak berhenti belajar dan terus bertumbuh. Semangat, niat dan keinginan untuk terus belajar akan terus membuat kita menjadi semakin baik dari hari ke hari, sebaliknya, dengan keengganan untuk terus belajar dan merasa diri sudah sempurna akan menghambat kemajuan kita dalam segala hal, bahkan ada orang yang mengatakan pada hakekatnya hidup pun berhenti sampai disitu, meski nyawa sebenarnya masih ada pada kita.

Tuhan ingin kita terus bertumbuh dan berkembang. Tuhan ingin kita terus menemukan potensi-potensi yang ada pada diri kita, lalu mengasahnya terus baik lewat belajar, latihan dan sebagainya dan kemudian mempergunakan itu semua untuk tujuan yang baik, demi kebaikan kita dan sesama, terlebih untuk kemuliaan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan ingin terus memberikan atau melimpahi kita dengan berkat-berkatNya, tetapi yang jadi masalah adalah sebesar apa kapasitas yang ada pada kita untuk menampungnya? Ibaratkan anda memiliki kantong-kantong untuk menampung berkat Tuhan, bagaimana kantong anda saat ini? Apakah anda memiliki kantong-kantong baru yang kuat atau anda masih terus bertahan dengan kantong lama yang usang dan lapuk? Yesus menyatakan menyatakan pentingnya hal memperbesar kapasitas ini dengan mengambil perumpamaan yang sama.

Perhatikan ayat berikut. Yesus berkata: “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.” (Markus 2:22). Pada masa ketika Yesus turun ke dunia, anggur biasanya disimpan di dalam kantong kulit. Sebuah kantong kulit biasanya akan meregang setelah dimasuki anggur, karena anggur terus mengalami fermentasi, dan kemudian mengeras. Bisa dibayangkan jika kantong tua yang sudah mengalami peregangan diisi kembali dengan anggur baru. Anggur baru itu akan melanjutkan proses fermentasinya dan beresiko mengoyak kantong tua yang sudah lapuk akibat terus mengalami peregangan dan pengerasan itu. Yang terjadi adalah, anggur akan tumpah terbuang percuma. Terlebih jika sudah terlanjur sobek, kantong itu tidak akan bisa dipergunakan kembali. Intinya adalah, kita tidak akan bisa menampung apa-apa lagi apabila wadah yang dipakai sudah terlalu tua dan tidak lagi layak guna. Sebelum ayat ini, Yesus pun menyatakan: “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.” (ay 21). Bayangkan apabila baju yang anda miliki sudah tua dan sobek, adakah gunanya anda menambalnya meski dengan kain yang baru? Dalam setiap proses tambalan itu anda justru akan semakin memperbesar sobekan pada baju karena baju itu sudah lapuk. Seperti itulah yang terjadi apabila kita tidak menganggap penting untuk terus belajar dan berlatih untuk menjadi lebih baik lagi, dan seperti itulah “kantong-kantong” atau “baju-baju” kita apabila kita terus mempertahankan yang usang dan tidak memiliki yang baru.

Dalam perumpamaan tentang talenta pun kita bisa belajar mengenai masalah kapasitas ini. Disana kita melihat bahwa Tuhan mempercayakan kita tanggung jawab sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing. “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya..” (Matius 25:15). Tuhan bukan sedang pilih kasih, ada yang diberi sedikit, ada yang banyak, tapi perhatikan bagian kalimat “menurut kesanggupannya”, atau dengan kata lain sesuai kapasitas kita. In proportion to our own personal ability, within our capacity. Bagaimana mungkin Tuhan mempercayakan talenta besar pada kapasitas kecil? Kalaupun Dia mau, kapasitas kita jelas tidak akan cukup untuk menampungnya. Bisakah kantong anggur yang usang menampung anggur baru? Tidak. Kalau begitu, kita harus memiliki kapasitas yang memadai agar mendapat kepercayaan untuk menerima sebuah tanggung jawab dan juga berkat dari Tuhan. Bukan hanya kapasitas mengenai kemampuan saja, seperti keahlian, bakat-bakat tertentu, tapi juga kapasitas yang berhubungan dengan karakter seperti jujur, sabar, tidak sombong, mampu bekerja sama dan lain-lain. Ayat bacaan diatas berbicara mengenai panggilan untuk mengembangkan kapasitas kita lebih lagi. Dan perhatikanlah bahwa jika kita mampu mengolah talenta-talenta itu dengan baik, kapasitas kita akan meningkat, dan Tuhan pun akan mempercayakan lebih banyak lagi pada kita. “…engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar…” (ay 21, 23). Kemarin kita pun sudah melihat bagaimana Ezra yang sudah dikatakan sebagai ahli Taurat Musa masih punya kerinduan, semangat serta keinginan untuk menggali Firman Tuhan lebih dalam, kemudian mengaplikasikannya dalam hidupnya lalu selanjutnya mengajarkan semua itu kepada orang lain. “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” (Ezra 7:10).

Tuhan selalu mencurahkan anggur baru yang terbaik buat kita semua. Anggur baru akan memberi kita kapasitas maksimal dalam kehidupan, pekerjaan dan pelayanan. Jika kita tidak mempersiapkan hati kita untuk menerima anggur yang tercurah dari Tuhan, kita bisa kehilangan begitu banyak berkat. “Kantong” kita tidak mampu menampung curahan berkat, dan akibatnya berkat akan terbuang sia-sia tanpa kita sadari. Jika kita tidak menjaga hati dengan baik, jika kita masih memiliki hati lama yang menyimpan banyak dendam, iri hati, tidak menjaga kekudusan dan lain-lain, hati kita tidak akan bisa menerima berkat Tuhan. Jika kita tidak bertumbuh, tidak terus belajar, apalagi terus mendalami Firman Tuhan, merenungkan dan melakukanNya, maka kantong kita pun tidak akan pernah diperbaharui. Kantong-kantong usang itu tidak akan bisa menerima apa yang Tuhan rindu berikan kepada kita. “Kantong” lama harus kita ganti dengan “kantong” hidup baru, sehingga kita bisa menerima berkat Tuhan secara maksimal, dan mempergunakan seluruh “anggur baru” yang dicurahkan Tuhan dengan kapasitas maksimal dalam hidup kita, demi kebaikan kita dan juga sesama. Jangan berhenti bertumbuh. Tetaplah miliki semangat untuk belajar lebih dan lebih lagi. Terus latih diri anda dalam segala hal yang baik, dan teruslah hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan lebih dalam lagi. Persiapkanlah diri anda dengan maksimal, sehingga tidak perlu ada lagi yang terbuang sia-sia akan  segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan pada kita.

Curahan anggur baru tidak akan bisa ditampung kantong anggur lama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply