Kapasitas Kantong Anggur (2)

(sambungan)Tuhan tidak ingin kita statis. Tuhan ingin kita terus bertumbuh dan berkembang dalam segala hal terlebih dalam hal pemahaman dan pendalaman Firman Tuhan serta terus lebih lagi melakukan FirmanNya. Tuhan ingin kita terus menemukan potensi-pot…

(sambungan)

Tuhan tidak ingin kita statis. Tuhan ingin kita terus bertumbuh dan berkembang dalam segala hal terlebih dalam hal pemahaman dan pendalaman Firman Tuhan serta terus lebih lagi melakukan FirmanNya. Tuhan ingin kita terus menemukan potensi-potensi yang ada pada diri kita, lalu mengasahnya terus baik lewat belajar, latihan dan sebagainya dan kemudian mempergunakan itu semua untuk tujuan yang baik, demi kebaikan kita dan sesama, terlebih untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan ingin terus memberikan atau melimpahi kita dengan berkat-berkatNya. KasihNya atas kita akan terus mendorongNya untuk memberkati anak-anakNya tanpa henti. Tetapi yang jadi masalah adalah sebesar apa kapasitas yang ada pada kita untuk menampungnya? Ibaratkan anda memiliki kantong-kantong untuk menampung berkat Tuhan, bagaimana kondisi kantong anda saat ini, seberapa besar kapasitasnya dan kemampuannya? Apakah anda memiliki kantong-kantong baru yang kuat atau anda masih terus bertahan dengan kantong lama yang usang dan lapuk? Yesus menyatakan menyatakan pentingnya hal memperbesar kapasitas ini dengan mengambil perumpamaan yang sama.

Kita juga bisa melihat hal tersebut dalam perumpamaan tentang talenta. Dalam perumpamaan ini kita melihat bahwa Tuhan mempercayakan kita tanggung jawab sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing. “Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya..” (Matius 25:15). Apakah perbedaan jumlah talenta yang diberikan menunjukkan ketidak adilan Tuhan? Tentu tidak. Tuhan bukan sedang pilih kasih, ada yang diberi sedikit, ada yang banyak, dan dengan jelas dikatakan bahwa jumlah yang diberikan adalah  “menurut kesanggupannya”, atau dengan kata lain sesuai kapasitas kita. In proportion to our own personal ability, within our capacity. Sebab bagaimana mungkin Tuhan mempercayakan talenta besar pada kapasitas yang kecil? Kalaupun Dia mau, kapasitas kita jelas tidak akan cukup untuk menampungnya. Bisa-bisa semuanya terbuang sia-sia kalau dipaksakan.

Kalau begitu, kita harus memiliki kapasitas yang memadai agar mendapat kepercayaan untuk menerima sebuah tanggung jawab dan juga berkat dari Tuhan. Bukan hanya kapasitas mengenai kemampuan saja, seperti keahlian, pengetahuan dan bakat-bakat tertentu, tapi juga kapasitas yang berhubungan dengan karakter seperti jujur, sabar, tidak sombong, mampu bekerja sama dan lain-lain. Ayat bacaan diatas berbicara mengenai panggilan untuk mengembangkan kapasitas kita lebih lagi. Dan perhatikanlah bahwa jika kita mampu mengolah talenta-talenta itu dengan baik, kapasitas kita akan meningkat, dan Tuhan pun akan mempercayakan lebih banyak lagi pada kita. “…engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar…” (ay 21, 23). Besok saya akan menyampaikan tentang Ezra, seorang ahli Taurat Musa yang ternyata masih punya kerinduan, semangat serta keinginan untuk menggali Firman Tuhan lebih dalam, kemudian mengaplikasikannya dalam hidupnya lalu selanjutnya mengajarkan semua itu kepada orang lain. “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” (Ezra 7:10).

Tuhan akan selalu mencurahkan anggur baru yang terbaik buat kita semua. Anggur baru akan memberi kita kapasitas maksimal dalam kehidupan, pekerjaan dan pelayanan. Jika kita tidak mempersiapkan hati kita untuk menerima anggur yang tercurah dari Tuhan maka kita bisa kehilangan begitu banyak berkat. “Kantong” kita tidak mampu menampung curahan berkat, dan akibatnya berkat akan terbuang sia-sia tanpa kita sadari. Jika kita tidak menjaga hati dengan baik, jika kita masih memiliki hati lama yang menyimpan banyak dendam, iri hati, tidak menjaga kekudusan dan lain-lain, hati kita tidak akan bisa menerima berkat Tuhan. Jika kita tidak bertumbuh, tidak terus belajar, apalagi terus mendalami Firman Tuhan, merenungkan dan melakukanNya, maka kantong kita pun tidak akan pernah diperbaharui. Kantong-kantong usang itu tidak akan bisa menerima apa yang Tuhan rindu berikan kepada kita. “Kantong” lama harus kita ganti dengan “kantong” baru, sehingga kita bisa menerima berkat Tuhan secara maksimal, dan mempergunakan seluruh “anggur baru” yang dicurahkan Tuhan dengan kapasitas maksimal dalam hidup kita, demi kebaikan kita dan juga sesama.

Jangan berhenti bertumbuh. Tetaplah miliki semangat untuk belajar lebih dan lebih lagi. Terus latih diri anda dalam segala hal yang baik, dan teruslah hidup dalam rencana dan kehendak Tuhan lebih dalam lagi. Persiapkanlah diri anda dengan maksimal, sehingga tidak perlu ada lagi yang terbuang sia-sia akan  segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan pada kita.

Tetap upgrade kapasitas anda agar bisa lebih banyak lagi menampung curahan berkat dari Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply