Kamu, Kawan atau Lawan?

koalisi by teara nzDemikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Ef 2, 19-20) SEORANG pengamat politik dari Semarang mengatakan bahwa tidak ada koalisi yang permanen, karena koalisi dibangun atas dasar kepentingan. […]

koalisi by teara nz

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Ef 2, 19-20)

SEORANG pengamat politik dari Semarang mengatakan bahwa tidak ada koalisi yang permanen, karena koalisi dibangun atas dasar kepentingan. Kesamaan kepentingan membuat kawan menjadi lawan dan lawan menjadi kawan.

Kelompok lain rupanya juga punya pengalaman sama, yakni tidak permanen dan bubar. Banyak kelompok musik, banda atau vokal grup bisa popular dengan lagu-lagunya. Namun kelompok tersebut pun ada yang tidak bertahan lama dan akhirnya bubar. Di beberapa tempat juga terdapat kelompok kerawitan, mocopatan, dan kethoprak. Namun demikian, banyak kelompok yang dibangun atas dasar kesamaan minat, hobi dan bakat tersebut juga bubar.

Dalam kehidupan beragama pernah muncul beberapa kelompok atau sekte dengan ajaran khasnya, yakni tentang akhir jaman yang sudah hampir tiba atau tentang penampakan orang kudus kepada pribadi tertentu. Banyak kelompok sekte atau aliran sesat akhirnya bubar juga. Banyak kelompok, koalisi atau kawanan tidak permanen dan bubar, karena dasar bangunannya yang tidak kuat.

Bagaimana dengan Gereja? Gereja bukan pertama-tama sebuah gedung, tetapi kelompok orang yang percaya. Gereja adalah kawanan, paguyuban atau komunitas umat beriman, yang berasal dari berbagai latar belakang dan mempunyai banyak perbedaan, seperti perbedaan: usia, jenis kelamin, suku, profesi, asal-usul, tugas, dsb.

Namun demikian, mereka semua merupakan kawan sewarga dan anggota keluarga Allah. Mereka bukan lagi orang asing dan pendatang, tetapi saudara dalam satu keluarga. Kawanan atau paguyuban ini tidak dibangun atas dasar kepentingan politis, seni atau budaya serta minat atau bakat; tetapi dibangun atas dasar warta para rasul dan para nabi.

Bahkan dasar utama bangunan tersebut adalah Yesus Kristus, Allah Putera yang menjadi manusia. Dasar bangunannya adalah permanen dan kekal; tidak akan roboh dan bubar, sekalipun menghadapi berbagai kesulitan dan permasalahan.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Teara NZ)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply