Kamis 9 Oktober 2014: Mintalah, maka Kamu akan Diberi, Luk 11:5-13

harapan by Huffington PostADA seorang bapak yang sudah lama sekali meninggalkan Gereja Katolik tiba-tiba pada suatu hari datang ke ekaristi lingkungan. Orang-orang banyak yang keheran-heranan mengapa ia muncul lagi. Begitu ekaristi selesai, bapak itu mohon agar diberi kesempatan sebentar untuk bersharing kepada Umat. ”Rama dan saudara-saudara sekalian. Saya sudah lebih dari tujuh tahun meninggalkan Tuhan dan meninggalkan Gereja. […]

harapan by Huffington Post

ADA seorang bapak yang sudah lama sekali meninggalkan Gereja Katolik tiba-tiba pada suatu hari datang ke ekaristi lingkungan. Orang-orang banyak yang keheran-heranan mengapa ia muncul lagi. Begitu ekaristi selesai, bapak itu mohon agar diberi kesempatan sebentar untuk bersharing kepada Umat.

”Rama dan saudara-saudara sekalian. Saya sudah lebih dari tujuh tahun meninggalkan Tuhan dan meninggalkan Gereja. Mengapa? Karena saya merasa dikecewakan oleh Tuhan dari kata-kata Injil: “Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat; ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu”

“Saya sudah melaksanakan kata-kata ini dan mohon kepada Tuhan setiap hari, tetapi tidak pernah dikabulkan. Maka saya berpikir bahwa kata-kata ini omong kosong, lalu saya memutuskan untuk tidak percaya dan meninggalkan Tuhan hingga hari ini.”

Lalu bapak itu tertunduk dan agak menangis.

Maka rama pun bertanya pada bapak itu: “Mengapa bapak sekarang ini kembali lagi ke Gereja?”

Bapak itu lalu mengisahkan bahwa ketika ia mulai menyadari kesalahannya bahwa ia telah meningalkan Tuhan dan mau kembali lagi, tiba-tiba isteri yang lama sakit itu dan yang lama didoakan itu sembuh. Ia sadar bahwa doanya dikabulkan, tetapi bapak ini kurang sabar. Bahkan dirinya yang juga lama menderita sakit tulang juga disembuhkan.

Mengapa kadang-kadang orang cepat mengatakan bahwa doanya tidak dikabul kan karena orang itu menutup dirinya dengan keluhan-keluhan dan ketidak-puas an diri dalam hidup. Tetapi kalau orang menghadap Tuhan dengan iman, keper cayaan dan pasrah diri, Tuhan pasti akan mengabulkannya, seperti Kata Injil

“Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang memintanya”. Artinya Tuhan memberikan kekuatan dan penerangan istimewa kepada si pemohon, agar mampu bertahan dan menemukan jalan keluar sendiri. Tuhan mengabulkan doa permohonan Umat tidak selalu berupa mukjizat, tetapi dengan menunjukkan jalan keluar setelah orang selesai berdoa.

Bahkan kerap terjadi Tuhan mengabulkan doa orang itu secara lain yang belum disadari oleh si pemohon. Karena berdoa permohonan tidak sama dengan memesan barang di warung atau ditoko. Begitu pesan lalu ada barang. Tidak demikian. Hambatan dari doa kita karena kadang kita masih memiliki sikap yang perlu kita luruskan, yang kurang berkenan kepada Tuhan.

Misalnya kita selalu mohon kepada Tuhan, tetapi kita sendiri terhadap sesama tetutup dan kurang bermurah hati. Tetapi marilah kita yakin, Tuhan selalu mengabulkan doa kita.
Kredit foto: Ilustrasi (Huffington Post)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply