KAMIS 26 MEI 2016: Santo Filipus Neri (Imam, 1515-1585)

Antifon Pembukaan – Luk 4:18


Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur yang remuk redam.


Pengantar


Sebuah buku riwayat hidup seorang Santo biasanya dianggap bacaan yang kering menjemukan. Bagaimanapun kebenarannya Filipus Neri merupakan suatu pengecualian. Imam Italia ini penuh humor. Daya khayalnya berlimpahan, selalu asli dalam tingkah laku. Pengaruhnya terhadap kaum muda besar sekali. Rumahnya menjadi tempat pertemuan doa dan renungan. Siapa pun boleh datang dan merasa krasan. “Gembira adalah jalan terbaik menuju kesempurnaan”, demikianlah selalu slogannya.


Doa Pembukaan


Marilah bedoa:
Allah Bapa,
sumber kegembiraan kami, abdi-abdi-Mu yang setia Kauluhurkan dengan kesucian mulia.
Maka kami mohon kepada-Mu,
kobarkanlah dalam diri kami api Roh Kudus yang menyala-nyala dalam hati Santo Filipus Neri.
Demi Yesus Kristus, ….


Bacaan I – I Petrus 2:2-5.9-12


Tuhan mengajak manusia mewujudkan umat yang mewartakan Injil. Dahulu kita belum merupakan umat, tetapi kini sudah selayaknya bergembira, karena telah menjadi umat Allah.


“Kalianlah bangsa terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri.
Kalian harus memaklumkan karya agung Tuhan. Sebab Ia telah memanggil kalian.”


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:


Saudara-saudara terkasih, seperti bayi yang baru lahir, hendaklah kalian selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani. Berkat susu itu kalian akan bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika benar-benar kalian telah mengecap kebaikan Tuhan. Datanglah kepada Tuhan. Dialah batu yang hidup, yang dibuang oleh manusia, tetapi dihormati dan dipilih dari hadirat Allah. Biarlah kalian juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus.


Kalianlah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Maka kalian harus memaklumkan perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kalian keluar dari kegelapan masuk ke dalam cahaya-Nya yang menakjubkan. Kalian yang dahulu bukan umat Allah, kini telah menjadi umat-Nya. Kalian yang dahulu tidak dikasihani, kini telah memperoleh belas kasih.


Saudara-saudara yang terkasih, aku menasihati kalian, supaya sebagai pendatang dan perantau, kalian menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Hiduplah secara baik di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kalian sebagai orang-orang jahat, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawati mereka.


Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan – Mazmur 100:2.3.4.5


Refren: Marilah menghadap Tuhan dengan sorak-sorai.


Mazmur:

Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita,
datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;
Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita;
kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur,
masuklah pelataran-Nya dengan puji-pujian,
bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!Sebab Tuhan baik,
kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,
dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

BAIT PENGANTAR INJIL – Yoh 8:12


S: Alleluya.
U: Alleluya.
S: Akulah cahaya dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, hidup dalam cahaya abadi.
U: Alleluya.


Bacaan Injil – Markus 10:46-52


Santo Markus menjaga jangan sampai karya Yesus memasuki bidang politik, meski tidak menghindari istilah ‘Putra Manusia’. Tetapi yang lebih penting bukanlah sebutannya, melainkan apakah ada iman. Itulah yang menyembuhkan.


“Rabuni, semoga aku melihat.”


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar lagi dari Yerikho, bersama murid-murid-Nya, dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya, bahwa yang lewat itu Yesus dari Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!”


Maka Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil si buta itu dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu. Berdirilah, Ia memanggil engkau.” Orang buta itu lalu menanggalkan jubahnya. Ia segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus. Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “Rabuni, semoga aku dapat melihat.”


Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.


Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus


Doa Persembahan


Allah Bapa, sumber suka cita sejati,
sambil mempersembahkan kurban pujian kami mohon,
semoga seturut teladan Santo Filipus Neri kami selalu riang gembir
dalam memuliakan nama-Mu dan mengabdi sesama manusia.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.


Antifon Komuni – 


? Aku akan menyertai kalian setiap hari sampai akhir dunia..


Doa Sesudah Komuni


Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber kehidupan kami,
sesudah menikmati santapan surgawi kami mohon,
semoga kami seperti Santo Filipus Neri selalu merindukan kurnia-Mu yang sungguh menghidupi kami.
Demi Kristus, …


Renungan Hari ini: Melihat Dengan “Kacamata Iman” (Renungan KAMIS 26 MEI 2016 Oleh Fr. John Mezer Manullang)… Klik disini!!

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply