Kamis 25 September 2014: Tercekam Masa Lampau, Luk 9:7-9

ORANG yang pernah berbuat jahat dan belum pernah menyesalinya atau bertobat selalu merasa cemas dan galau hatinya. Lebih-lebih kalau berjumpa dengan tokoh yang sudah mengenal dirinya. Sebab ia takut jangan-jangan ada yang mau membalas dendam. Hal ini terjadi dalam diri Herodes ketika ia mendengar tampilnya Yesus di depan umum dan membuat mukjizat. Pertama-tama ia mengira […]

ORANG yang pernah berbuat jahat dan belum pernah menyesalinya atau bertobat selalu merasa cemas dan galau hatinya. Lebih-lebih kalau berjumpa dengan tokoh yang sudah mengenal dirinya. Sebab ia takut jangan-jangan ada yang mau membalas dendam.

Hal ini terjadi dalam diri Herodes ketika ia mendengar tampilnya Yesus di depan umum dan membuat mukjizat. Pertama-tama ia mengira bahwa Yesus itu adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit lagi. Maka Herodes punya keinginan untuk berjumpa dengan Yesus ini. Namun keinginan nya tidak permah terlaksana.

Baru pada saat terakhir hidup Yesus, ketika Ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi untuk disidangkan, Yesus dibawa ke tempat Herodes, karena diperintahkan oleh Pontius Pilatus. Herodes merasa senang, karena mendapat kesempatan untuk berjumpa dengan Yesus sebagai tahanan, dan mengharapkan agar Yesus dapat membuat mukjizat sebagai hiburan. Tetapi ternyata Yesus diam saja, sehingga Herodes mulai memaki-maki dan mengolok-olok Dia dan menyuruh untuk membawaNya kembali ke tempat Pontius Pilatus.

Apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman ini? Ada orang yang kalau sedang galau dan gelisah hatinya tidak mau pergi ke Gereja lagi. Mengapa? Karena orang itu beranggapan bahwa nanti kalau di Gereja Tuhan Yesus akan melihat dosa-dosanya dan menyalahkan dirinya. Justru sikap ini yang tidak benar, karena Tuhan Yesus mengatakan:” Marilah datang kepadaKu kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan membuat kamu merasa lega.” Tuhan Yesus tidak akan menuntut atau menyalahkan siapa pun, sebaliknya Ia akan mengampuni semua kesalahan orang, kalau orang itu menyesal dan bertobat.

Pertemuan dengan Yesus tidak perlu kita tunda. Pertemuan dengan Yesus akan dapat kita rasakan kalau kita sudah mengosongkan semua pikiran dan hati kita yang bingung dan gelisah. Damai dan ketenangan yang kita alami. Sebaliknya kalau orang selalu merasa terburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengejar target dalam hidupnya orang tidak akan punya waktu untuk berjumpa dengan Yesus. Juga kalau orang selalu merasa diri gagal dan mencapai apa yang dicita-citakan, orang itu tidak pernah tenang dan tidak akan berjumpa dengan Yesus.

Namun perlu kita sadari bahwa tuntutan Yesus kadang sangat berbeda dengan harapan kita. Kadang kita mengharapkan dari Yesus terpenuhinya keinginan kita, tetapi Yesus mengalihkannya kepada hal lain yang akan berguna bagi kita.

Marilah kita renungkan.
Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply