Kamis, 23 oktober 2014: Nekad, Lukas 12:49-53

santo yohanes kapistrano

SAUDARI-saudara, hari ini Gereja memperingati salah satu orang kudus bernama Yohanes dari Kapestrano. Beliau adalah pelindung, pendoa bagi para petugas pastoral khusus (imam/suster/bruder) untuk menjadi pendamping/pembimbing rohani di lingkungan tentara ataupun kepolisian.
Salah satu ciri hidup para tentara/polisi adalah “tegas, nekad”.

Demikian pula saya merenung isi injil hari ini dalam Luk.12:49-53. Bagaimana tidak, mosok Yesus menghendaki supaya anak melawan bapanya? Bapa melawan anaknya? Ibu melawan putrinya dan putri melawan ibunya? Menantu melawan mertuanya dan mertua melawan menantunya?

Nekad atau ke-nekad-an dalam arti tertentu memang dibutuhkan, salah satunya dalam mengikuti Yesus. Ia menghendaki agar para murid memiliki keberanian, nekad, tegas terhadap segala sesuatu yang dapat melemahkan semangat kemuridan.

Relasi antara anak- orangtua dalam injil merupakan sebuah gambaran, tentang bagaimana “pemakluman, kelonggaran, toleransi” satu sama lain sering menjadi bahan pertimbangan kala menghadapi sesuatu.

Sangat tidak bisa dimengerti jika Yesus benar-benar memberi perintah supaya anak melawan orangtuanya, demikian juga sebaliknya. Mana mungkin, Ia yang di satu sisi mengajarkan sikap hormat, belas kasih, itu sekaligus mengajarkan pertentangan antar pribadi seorang terhadap yang lain?

Maka, makna yang mesti kita pahami dalam perumpamaan injil hari ini adalah ke-nekad-an, dalam arti yang lebih. Saya rasa, hidup dalam arus zaman yang makin maju ini, tak sulit bagi kita menemukan contoh-contoh sikap nekad yang baik (meski banyak juga ke-nekad-an dalam arti negatif).

Contoh paling sederhana adalah: jika kita sebagai murid mau pergi ke gereja, untuk ikut misa, padahal cuaca tidak mendukung dan banyak hal yang dapat dijadikan alasan untuk tidak usah menghadirinya.

Apakah dalam contoh sederhana seperti itu, kita masih punya niat, semangat, nekad….bak “api” yang membakar hebat untuk berani mengatasi tantangan/godaan demi menjaga keimanan sebagai murid Tuhan, sekalipun dalam situasi yang tak kondusif?

Kredit foto: Ilustrasi Santo Yohanes Kapistrano (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: