Kaleng, Dosa dan Kasih Karunia

Ayat bacaan: Roma 5:20===================”Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”Tidak jauh dari kendaraan saya, tiba-tiba ada kaleng…

Ayat bacaan: Roma 5:20
===================
“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”

Tidak jauh dari kendaraan saya, tiba-tiba ada kaleng melayang dari sebuah mobil. Saya tidak habis pikir bagaimana orang bisa tidak lagi punya malu membuang sampah sembarangan di jalan raya. Seandainya ada hukuman yang tegas terhadap mereka yang melakukan itu, mungkin jumlahnya akan jauh menurun. Tapi tetap saja itu berarti mereka hanya melakukan karena tidak mau dihukum denda atau kurungan, bukan karena kesadaran. Sebuah kaleng kosong sepertinya tidak berbahaya. Namun coba pikir apabila kaleng itu nantinya menyebabkan orang lain celaka. Tergiling mobil dan membuat ban bocor atau melukai kaki orang. Membuang sampah sembarangan menunjukkan sebuah egoisme atau ketidakpedulian seseorang pada orang lain. Dan itu jelas dosa. Membuang kaleng di jalan merupakan bentuk dosa yang sangat simpel alias mudah dilakukan. Sebaliknya bagi kita untuk memungutnya agar tidak sampai mencederai orang, terlepas dari siapa yang membuangnya, itu pun sebenarnya mudah saja. Dan itu bisa kita ambil sebagai gambaran dari sebuah kasih karunia dalam perbandingannya dengan dosa. Dosa membuat orang tega membuang kaleng minuman sembarangan di jalan, tapi kasih karunia akan menggerakkan kita untuk memungutnya.

Buat banyak orang, peraturan ada untuk dilanggar. Semudah itulah dosa masuk mencemari orang baik disadari maupun tidak. Kemudian sudah merupakan kebiasaan pula bagi orang untuk mencari pembenaran dan kambing hitam atas pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan. Dalam Roma pasal 5:20 Paulus mengatakan bahwa semakin manusia berusaha mentaati hukum, semakin pula mereka melanggarnya dan dengan demikian berbuat dosa. “… semakin manusia berusaha mentaati hukum itu, semakin mereka melanggarnya dan berdosa terhadap Allah.” Tetapi yang luar biasa adalah bagaimana besarnya kasih Tuhan kepada manusia. Bagaimana tidak? Semakin banyak manusia berbuat dosa, Allah justru semakin mencurahkan kasih karunianya secara berlimpah. Buat apa? Tidak lain agar manusia bisa diselamatkan dan tidak harus berakhir tragis dalam api neraka. Itulah luar biasanya Tuhan dan besar kasihNya yang tidak pernah ingin satupun dari kita tidak selamat. Bahkan Tuhan menganugerahkan AnakNya yang tunggal agar siapapun yang percaya pada Anak tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16). Semua itu karena Tuhan begitu mengasihi kita.

Apabila dan selama kita memiliki kasih karunia yang berasal dari Tuhan, kita akan tahu bahwa membuang kaleng sembarangan di jalan adalah perbuatan yang salah. Lebih dari itu, kesadaran akan kasih karunia akan membuat kita rela memungut kaleng itu agar tidak ada orang celaka karenanya tanpa peduli siapa yang melakukan. Itu sebuah perbuatan yang didasarkan kepedulian dan kasih terhadap orang lain. Roma pasal 5 ayat 12-21 menggambarkan sebuah perbandingan antara Adam dan Kristus. Ketika Adam melakukan pelanggaran, hal itu membuka pintu masuk bagi dosa sehingga dosa yang menimbulkan maut akhirnya menjalar pada semua orang.(Roma 5:12). Dalam lembaran demi lembaran Alkitab kita melihat bagaimana dosa hadir pada banyak sisi kehidupan manusia. Tapi Tuhan tetap mengasihi, karena lewat berbagai orang-orang pilihanNya dalam Perjanjian Lama kita bisa melihat bahwa Dia terus berusaha mengingatkan manusia untuk berpaling dari dosa. Bahkan karya terbesar yang menyelamatkan kita lewat penebusan Kristus pun adalah buah dari kasih Allah pada kita.

Ketika akibat pelanggaran satu orang kita semua jatuh dalam dosa, dan karena dosa-dosa itu kita sebenarnya tidak layak menerima anugrah Tuhan, tapi Tuhan justru menghadiahkan kasih karunia melalui Yesus. “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.” (ay 17). Jadi inilah kesimpulannya: “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” (ay 19). Kedatangan Kristus ke dunia membawa kasih karunia yang berlimpah yang akan membawa siapapun yang menerima-Nya untuk memperoleh keselamatan. Seperti halnya dosa yang berkuasa atas alam maut dan membawa kita menuju kematian, demikian pula kasih karunia memberi jalan bagi kita untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan memberi hidup yang kekal melalui Yesus Kristus. (ay 21).

Ketika dunia memilih untuk berbuat dosa, Tuhan menjawabnya dengan kasih karunia berlimpah. Itulah pribadi Tuhan yang penuh kasih yang tidak ingin satupun dari kita, ciptaanNya yang istimewa berakhir dalam kebinasaan kekal yang penuh siksa kejam. Kasih Tuhan ini sungguh luar biasa besar. Dengan contoh kaleng diatas, apa yang dilakukan Tuhan sebenarnya jauh lebih dari sekedar “memungut kaleng”, tapi Dia membersihkan hati pelakunya, yaitu manusia lewat anugrah kasih karunia. Sadarilah bahwa kita sesungguhnya dilimpahi kasih karunia yang seharusnya bisa menjadi kekuatan agar kita tetap hidup benar dan terhindar dari perbuatan dosa sekecil apapun.

Kasih karunia berlimpah-limpah adalah jawaban atas dosa manusia yang dianugrahkan Allah lewat Yesus Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply