Kaleng Coca Cola

Ayat bacaan: Roma 5:20
===================
“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”

kaleng coca cola, kasih karunia

Banyak orang yang peduli pada dosa-dosa “berat”, tapi sedikit yang memperhatikan dosa “ringan”. Rasanya mayoritas orang akan tahu bahwa membunuh atau mencuri itu termasuk dosa, tapi tidak banyak yang peka untuk urusan kecil, seperti misalnya membuang sampah sembarangan di jalan. Dalam perjalanan beberapa hari yang lalu ketika saya berhenti di sebuah lampu merah, mobil di depan saya seenaknya melemparkan kaleng coca cola keluar dari jendela seenaknya. Dalam hati saya berkata, “itu termasuk dosa juga loh..” Beruntung orang itu tidak tinggal di Singapura, karena jika ia disana tentu ia akan mendapat hukuman denda dalam jumlah yang besar bahkan kurungan. Dan begitulah manusia, kita cenderung mentaati peraturan karena takut akan hukuman, bukan karena sebuah kesadaran dan kepatuhan dari diri sendiri. Apakah benar membuang sampah sembarangan itu termasuk dosa? Coba pikirkan, jika kaleng itu sampai melukai kaki orang yang menyeberang, atau jika tergiling oleh mobil dan menyebabkan ban orang bocor. Kaleng itu bisa membuat orang lain celaka. Littering atau membuang sampah sembarangan menunjukkan sebuah egoisme atau ketidakpedulian seseorang pada orang lain. Dan itu jelas dosa. Ketika saya melanjutkan perjalanan, dalam hati saya mendengar: “dosa membuang kaleng minuman sembarangan di jalan, tapi kasih karunia memungutnya.”

Apa yang saya dengar dalam hati saya sejalan dengan ayat bacaan hari ini. Dunia ini sudah terlalu penuh dosa. Adanya pemeo yang mengatakan “peraturan ada untuk dilanggar” menunjukkan adanya tendensi manusia untuk mencari pembenaran dan kambing hitam dari pelanggaran-pelanggarannya. Dalam Roma 5:20 Paulus berkata bahwa semakin manusia berusaha mentaati hukum, semakin pula mereka melanggarnya dan karenanya berdosa terhadap Allah. Tapi lihatlah betapa Allah mengasihi manusia. Semakin manusia berbuat dosa, Allah semakin mencurahkan kasih karunianya secara berlimpah. Untuk apa? Tidak lain agar manusia bisa diselamatkan dan tidak harus berakhir sia-sia dalam api neraka. Itulah luar biasanya Tuhan yang tidak pernah ingin satupun dari kita tidak selamat. Bahkan Tuhan menganugerahkan AnakNya yang tunggal agar siapapun yang percaya pada Anak tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16). Semua itu karena Tuhan begitu mengasihi kita.

Jika kita memiliki kasih karunia yang berasal dari Tuhan, kita akan tahu bahwa membuang kaleng coca cola sembarangan di jalan adalah perbuatan yang salah, dan kasih karunia akan menyadarkan kita untuk memungut kaleng itu agar tidak ada orang celaka karenanya. Itu sebuah perbuatan yang didasarkan kepedulian dan kasih terhadap orang lain. Roma pasal 5 ayat 12-21 menggambarkan sebuah perbandingan antara Adam dan Kristus. Ketika Adam melakukan pelanggaran, hal itu membuka pintu masuk bagi dosa sehingga dosa yang menimbulkan maut akhirnya menjalar pada semua orang.(Roma 5:12). Dalam lembaran demi lembaran Alkitab kita melihat bagaimana dosa hadir pada banyak sisi kehidupan manusia. Tapi Tuhan tetap mengasihi, karena lewat berbagai orang-orang pilihanNya pun Dia terus berusaha mengingatkan manusia untuk berpaling dari dosa. Bahkan karya terbesar yang menyelamatkan kita lewat penebusan Kristus pun adalah buah dari kasih Allah pada kita. Ketika akibat pelanggaran satu orang kita semua jatuh dalam dosa, dan karena dosa-dosa itu kita sebenarnya tidak layak menerima anugrah Tuhan, tapi Tuhan justru menghadiahkan kasih karunia melalui Yesus. “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.” (ay 17). Jadi inilah kesimpulannya: “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” (ay 19). Kedatangan Kristus ke dunia membawa kasih karunia yang berlimpah yang akan membawa siapapun yang menerima-Nya untuk memperoleh keselamatan. Seperti halnya dosa yang berkuasa atas alam maut dan membawa kita menuju kematian, demikian pula kasih karunia memberi jalan bagi kita untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan memberi hidup yang kekal melalui Yesus Kristus. (ay 21).

Ketika dunia memilih untuk berbuat dosa, Tuhan menjawabnya dengan kasih karunia berlimpah. Itulah pribadi Tuhan yang penuh kasih. Kasih Tuhan ini sungguh luar biasa besar. Dengan analogi kisah kaleng coca cola diatas, apa yang dilakukan Tuhan sebenarnya jauh lebih dari sekedar “memungut kaleng”, tapi Dia membersihkan hati pelakunya, yaitu manusia, dengan anugrah kasih karunia. Mari kita miliki kasih karunia yang berlimpah agar kita tetap hidup benar dan terhindar dari perbuatan dosa sekecil apapun.

Kasih karunia berlimpah-limpah adalah jawaban atas dosa manusia yang dianugrahkan Allah lewat Yesus Kristus

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply