Kalau Memang Lucu, Tertawalah

lucuDI remang malam yang bisu dan beku, dua karib yang lama tak saling bersua bertegur sapa dalam salah sangka. Adalah – maaf – dua orang tuna rungu saling berjumpa. Mereka para Sahabat lama. Wajah mereka tak berubah dan saling karib satu terhadap yang lain. Arif menyapa: Hai, bukankah kamu Bijak? Kedua bola mata Arif berbinar, […]

lucu

DI remang malam yang bisu dan beku, dua karib yang lama tak saling bersua bertegur sapa dalam salah sangka.

Adalah – maaf – dua orang tuna rungu saling berjumpa. Mereka para Sahabat lama. Wajah mereka tak berubah dan saling karib satu terhadap yang lain.

Arif menyapa: Hai, bukankah kamu Bijak? Kedua bola mata Arif berbinar, dikerumuni Bahagia.

Bijak menyahut (dengan nada dikeroyok emosi bertubi-tubi): Ngawur kamu…. Jangan keliru ya! Saya ini sejak lahir diberi nama Bijak!

Menyaksikan karibnya terpagut emosi, Arif pun merunduk menggangguk-angguk dan memohon: Oh, maafkan aku, Kawan, aku kira kamu itu Bijak…, karibku sejak kecil Kita.

… dan malam pun kian remang kian bisu kian beku dicekam salah sangka yang semakin dalam…

Arif dan Bijak pun larut dalam keheningan dengan senyum yang samar-samar…

selamat tertawa bila Kau menangkap maksudnya, tertawalah bersamaku di Girli Kebon Dalem
04.09.2014

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply