Kaki Rusa

Ayat bacaan: Mazmur 18:33-34
========================
“Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit”

kaki rusa

Selagi mengajar, saya melihat gambar seekor rusa di halaman depan buku tulis salah seorang murid. Betapa anggunnya rusa itu. Berdiri di atas kaki-kaki yang lentik dan selalu siap melompat tinggi untuk mendaki gunung. Jalanan yang berbatu-batu bukan masalah bagi seekor rusa untuk bisa mencapai puncak bukit, dimana rusa akan jauh lebih aman dari kejaran binatang-binatang buas di tengah hutan. Rusa selalu digambarkan sebagai hewan yang manis dan baik, seperti di film kartun Bambi karya Walt Disney misalnya. Rusa termasuk hewan yang lemah dan selalu menjadi incaran predator-predator buas di hutan, namun kakinya kuat dan mampu meloncat jauh.

Kita berada dalam posisi yang sama. Sebagai manusia kita ini lemah dan rentan mendapat serangan dari segala sisi. Berbagai deraan masalah sering mengancam kita bagai binatang-binatang buas yang siap menerkam rusa. Jalan yang kita lalui dalam hidup pun seringkali tidak mulus. Jalan terjal, berliku dan berbatu-batu sangat melelahkan untuk dilewati. Seandainya kita punya kaki seperti rusa, kita tentu akan bisa lebih kuat dan lebih lincah untuk mendaki jalan berbatu untuk sampai dengan selamat di atas bukit. Dan seperti itulah janji Tuhan kepada kita.

Daud tahu Tuhan mampu memberikan kekuatan seperti itu. Lihat apa katanya: “Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit (Mazmur 18:34). Ayat yang kurang lebih sama bisa kita dapati dalam kitab lainnya. “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Habakuk 3:19). Mengandalkan kemampuan kita yang terbatas, cepat atau lambat kita akan menyerah kalah oleh kesulitan-kesulitan hidup. Kita tidak akan mampu keluar dari beban persoalan jika hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Tuhan tahu batas kemampuan kita. Ketika kita sendiri tidak mampu, Tuhan siap menjadi jawaban. Dia mampu membuat kaki-kaki kita lincah dan kuat seperti rusa untuk mampu melewati jalan berbatu dan terjal dan sampai di atas bukit. Tuhan siap membuat kita naik lebih tinggi di atas semua masalah dan keluar menjadi pemenang. Berada di tempat tinggi di atas bukit menggambarkan sebuah tempat di mana masalah tidak lagi mampu menyulitkan kita. Dalam Yesaya dikatakan di tempat tinggi itulah rumah Tuhan akan berdiri tegak, bukan terhuyung-huyung dan mudah jatuh ketika diterpa badai. “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yesaya 2:2-3). Rumah Tuhan, atau bait Allah, itu berbicara mengenai diri kita. (1 Korintus 3:16). Jadi apa yang dijanjikan Tuhan adalah sebuah pertolongan yang akan memampukan diri kita untuk meloncat dengan lincah melewati batu-batu masalah untuk sampai di atas bukit dan berdiri dengan tegak disana.

Untuk lepas dari masalah, naiklah ke tempat yang lebih tinggi. Terus latih kehidupan rohani kita agar semakin meningkat dan terus tumbuh. Teruslah menapak naik, terus kenali Tuhan lebih jauh dan lebih dekat lagi. Semakin tinggi kita berada, semakin sulit pula bagi masalah untuk menggoyahkan kita. Sungguh kita membutuhkan firman Tuhan agar kita mampu melangkah maju. Pemazmurpun menyadarinya dan berkata “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105). Di tempat tinggi kita berdiri tegak, tidak mudah terseret ke dalam hal-hal yang sifatnya duniawi, tidak mudah goyah meski digoyang masalah berat sekalipun. Di tempat itulah kita akan mampu mendirikan rumah Tuhan yang kokoh dan tahan terhadap goncangan apapun. Di tempat tinggi itu kita akan mampu berkata: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:17-18). Bergantung kepada kekuatan diri sendiri yang terbatas lambat laun kita tidak akan sanggup mendakit naik ke atas. Karena itu andalkanlah Tuhan. Dia siap menjadikan kaki kita seperti kaki rusa yang mampu naik hingga berdiri tegak di atas bukit.

Tuhan menyediakan kaki rusa yang akan mampu membuat kita berdiri tegak di atas bukit

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply