Jumput Sampah, Mahasiswa Katolik Purwokerto “Menggila” di Alun-alun

12SETELAH beberapa kali bertemu dan berdiskusi di Posko Margasiswa, akhirnya pada hari Sabtu tanggal 11 April 2015 lahirlah ide dari teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam kelompok GLADI Rohani untuk mewujudkan kepedulian mereka terhadap masyarakat di sekitar mereka dengan mengadakan gerakan cinta lingkungan “jumput sampah”. Gerakan ini digawangi oleh ksatria-ksatria muda Purwokerto yang awalnya hanya terbatas pada teman mahasiswa katolik yang jumlahnya belasan. Tetapi karena dirasa bahwa kegiatan ini bertujuan untuk penyadaran bagi siapa pun yang punya kehendak baik, maka akhirnya mereka menggandeng beberapa teman mahasiswa non kristiani di kampus UNSOED bahkan masyarakat umum lintas iman. Gerakan Jumput Sampah Kegiatan ini berawal dari kesadaran teman-teman Mahasiswa Katolik KP yang mencoba mempertanyakan peran mereka dalam memperjuangkan Penghargaan Adipura bagi kota satria tercinta ini. Akhirnya disepakati untuk melakukan aksi sederhana yaitu “jumput sampah” di Alun-alun Kota Purwokerto sambil mengajak masyarakat yang biasanya menikmati malam Mingguan di alun-alun untuk peduli lingkungan. Sesuai waktu yang disepakati, Sabtu 11 April 2015 pk 18.00 dalam keadaan masih hujan rintik-rintik beberapa mahasiswa sudah berdatangan ke meeting point yaitu di Wisma Margasiswa St. Tarsisius Jl. A. Yani 20 Purwokerto lalu mereka bersama-sama menuju ke Alun-alun Purwokerto. Sebelum berangkat untuk misa lingkungan, Pastor Moderator Mahasiswa KP hadir di antara mereka, memberi semangat, dan berkat kepada mereka sebelum akhirnya mereka bersama-sama menuju ke alun-alun. Seperti yang telah direncanakan, sesampainya di alun-alun mereka membagi diri dalam dua kelompok dan membikin “gempar” Alun-alun Purwokerto dengan teriakan-teriakan dan nyanyian jargon mereka yang berbunyi “bocah ngapak, bocah resik..” Papan-papan yang mereka bawa yang bertuliskan ajakan untuk menjaga kebersihan menyita perhatian masyarakat yang ada di alun-alun malam itu. Mungkin kesannya mereka ini seperti orang gila yang berteriak-teriak dan menyerukan yel-yel mereka. Tetapi hanya dengan cara gila itu rupanya mereka bisa menarik perhatian mereka yang ada di alun-alun untuk sadar lingkungan. Aksi jumput sampah sambil mengajak masyarakat yang “kongkow-kongkow” di sana untuk ikut menjaga kebersihan ini rupanya mendapat tanggapan positif dari masyarakat bahkan didukung juga oleh para SATPOL PP yang saat itu sedang berjaga di alun-alun. Pesan dari para Satpol PP: “Lanjutkan!” Di tengah-tengah aksi ini mereka juga dibantu oleh ksatria-ksatria cilik (anak-anak kecil yang bermain di alun-alun) yang cinta kebersihan. Anak-anak ini tidak capek-capeknya berlari-lari keliling alun-alun untuk jumput sampah kemudian memasukannya ke plastik sampah yang disiapkan. Luarrr biasaaa! Demikian laporan sekilas dari aksi “gila” teman-teman mahasiswa KP Sampai Jumpa kembali pada aksi gila para KSATRIA BANYUMAS RESIK berikutnya.    

12

SETELAH beberapa kali bertemu dan berdiskusi di Posko Margasiswa, akhirnya pada hari Sabtu tanggal 11 April 2015 lahirlah ide dari teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam kelompok GLADI Rohani untuk mewujudkan kepedulian mereka terhadap masyarakat di sekitar mereka dengan mengadakan gerakan cinta lingkungan “jumput sampah”.

Gerakan ini digawangi oleh ksatria-ksatria muda Purwokerto yang awalnya hanya terbatas pada teman mahasiswa katolik yang jumlahnya belasan. Tetapi karena dirasa bahwa kegiatan ini bertujuan untuk penyadaran bagi siapa pun yang punya kehendak baik, maka akhirnya mereka menggandeng beberapa teman mahasiswa non kristiani di kampus UNSOED bahkan masyarakat umum lintas iman.

Gerakan Jumput Sampah

Kegiatan ini berawal dari kesadaran teman-teman Mahasiswa Katolik KP yang mencoba mempertanyakan peran mereka dalam memperjuangkan Penghargaan Adipura bagi kota satria tercinta ini. Akhirnya disepakati untuk melakukan aksi sederhana yaitu “jumput sampah” di Alun-alun Kota Purwokerto sambil mengajak masyarakat yang biasanya menikmati malam Mingguan di alun-alun untuk peduli lingkungan.

14Sesuai waktu yang disepakati, Sabtu 11 April 2015 pk 18.00 dalam keadaan masih hujan rintik-rintik beberapa mahasiswa sudah berdatangan ke meeting point yaitu di Wisma Margasiswa St. Tarsisius Jl. A. Yani 20 Purwokerto lalu mereka bersama-sama menuju ke Alun-alun Purwokerto. Sebelum berangkat untuk misa lingkungan, Pastor Moderator Mahasiswa KP hadir di antara mereka, memberi semangat, dan berkat kepada mereka sebelum akhirnya mereka bersama-sama menuju ke alun-alun.

Seperti yang telah direncanakan, sesampainya di alun-alun mereka membagi diri dalam dua kelompok dan membikin “gempar” Alun-alun Purwokerto dengan teriakan-teriakan dan nyanyian jargon mereka yang berbunyi “bocah ngapak, bocah resik..”

Papan-papan yang mereka bawa yang bertuliskan ajakan untuk menjaga kebersihan menyita perhatian masyarakat yang ada di alun-alun malam itu. Mungkin kesannya mereka ini seperti orang gila yang berteriak-teriak dan menyerukan yel-yel mereka. Tetapi hanya dengan cara gila itu rupanya mereka bisa menarik perhatian mereka yang ada di alun-alun untuk sadar lingkungan.

9Aksi jumput sampah sambil mengajak masyarakat yang “kongkow-kongkow” di sana untuk ikut menjaga kebersihan ini rupanya mendapat tanggapan positif dari masyarakat bahkan didukung juga oleh para SATPOL PP yang saat itu sedang berjaga di alun-alun.

Pesan dari para Satpol PP: “Lanjutkan!”

Di tengah-tengah aksi ini mereka juga dibantu oleh ksatria-ksatria cilik (anak-anak kecil yang bermain di alun-alun) yang cinta kebersihan. Anak-anak ini tidak capek-capeknya berlari-lari keliling alun-alun untuk jumput sampah kemudian memasukannya ke plastik sampah yang disiapkan. Luarrr biasaaa!

Demikian laporan sekilas dari aksi “gila” teman-teman mahasiswa KP
Sampai Jumpa kembali pada aksi gila para KSATRIA BANYUMAS RESIK berikutnya.

7

 

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply