Jumat, 6 Februari 2015: PW St. Paulus Miki

St Paul Miki and companiansIbr. 13:1-8; Mzm. 27:1,3,5,8b-9abc; Mrk. 6:14-29 … Lalu sangat sedihlah hati raja (Herodes), tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya (untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis) … INJIL  hari ini mewartakan kepada kita bahwa Yesus Kristus datang untuk membebaskan kita dari belenggu dosa dan rasa salah. Namun seringkali kita menolak daya kasihNya. (Itulah pula yang ditawarkanNya kepada Herodes.) Sayangnya, seperti Raja Herodes, kita tidak dapat mengontrol diri kita terhadap dosa bahkan kita cenderung menolak mereka yang menunjukkan dosa kita. Herodes adalah orang lemah. Ia bertahan terhadap yang salah saat ia tahu hal yang baik. Inilah kelemahan dia (dan mungkin pula kelemahan kita). Yesus Kristus memberi rahmat bagi yang rendah hati. Ia menganugerahkan Roh Kudus kepada kita yang mau mengenali dosa dan mencari belas kasih dan pengampunan Allah. Rahmat dan belas kasihanNya tidak hanya membebaskan kita dari kegelisahan tetapi juga memampukan kita untuk meraih kekudusan dalam pikiran dan tindakan. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus dan mohon rahmat Allah yang memampukan kita mengalahkan ketakutan dengan iman. Ia membantu kita untuk tidak kompromi antara kebaikan dan kebenaran dengan kesalahan dan kepalsuan. Marilah kita terus nyambung dengan rahmat Allah dan pertolonganNya untuk memilih jalan kekudusanNya dan menolak apapun yang akan menyelaraskan iman dan kesetiaan kita pada Yesus Kristus. Dengan Adorasi Ekaristi kita mau selalu nyambung dengan Allah dalam Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus, bentuklah kami seperti Dikau hingga kami mencontoh Dikau dalam kata dan karya. Bantulah kami untuk menghidupi Injil dengan setia. Berilah kami kekuatan dan keberanian yang kami perlukan untuk menerima dan mengimaniMu dengan kasih hingga kami mewartakan kasihMu kepada sesama kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

St Paul Miki and companians

Ibr. 13:1-8; Mzm. 27:1,3,5,8b-9abc; Mrk. 6:14-29

… Lalu sangat sedihlah hati raja (Herodes), tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya (untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis) …

INJIL  hari ini mewartakan kepada kita bahwa Yesus Kristus datang untuk membebaskan kita dari belenggu dosa dan rasa salah. Namun seringkali kita menolak daya kasihNya. (Itulah pula yang ditawarkanNya kepada Herodes.)

Sayangnya, seperti Raja Herodes, kita tidak dapat mengontrol diri kita terhadap dosa bahkan kita cenderung menolak mereka yang menunjukkan dosa kita. Herodes adalah orang lemah. Ia bertahan terhadap yang salah saat ia tahu hal yang baik. Inilah kelemahan dia (dan mungkin pula kelemahan kita).

Yesus Kristus memberi rahmat bagi yang rendah hati. Ia menganugerahkan Roh Kudus kepada kita yang mau mengenali dosa dan mencari belas kasih dan pengampunan Allah. Rahmat dan belas kasihanNya tidak hanya membebaskan kita dari kegelisahan tetapi juga memampukan kita untuk meraih kekudusan dalam pikiran dan tindakan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus dan mohon rahmat Allah yang memampukan kita mengalahkan ketakutan dengan iman. Ia membantu kita untuk tidak kompromi antara kebaikan dan kebenaran dengan kesalahan dan kepalsuan.

Marilah kita terus nyambung dengan rahmat Allah dan pertolonganNya untuk memilih jalan kekudusanNya dan menolak apapun yang akan menyelaraskan iman dan kesetiaan kita pada Yesus Kristus. Dengan Adorasi Ekaristi kita mau selalu nyambung dengan Allah dalam Yesus Kristus.

Tuhan Yesus Kristus, bentuklah kami seperti Dikau hingga kami mencontoh Dikau dalam kata dan karya. Bantulah kami untuk menghidupi Injil dengan setia. Berilah kami kekuatan dan keberanian yang kami perlukan untuk menerima dan mengimaniMu dengan kasih hingga kami mewartakan kasihMu kepada sesama kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply