Jumat 12 September 2014: Pakailah Kacamata Terang, Luk 6:39-42

kacamata by Georgeous“ Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kau ketahui? …Hai orang munafik, keluarkan dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” KALAU orang pakai kaca mata hitam, semua yang dilihat jadi kurang jelas, meskipun di siang hari. Sebaliknya kalau […]

kacamata by Georgeous

“ Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kau ketahui? …Hai orang munafik, keluarkan dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

KALAU orang pakai kaca mata hitam, semua yang dilihat jadi kurang jelas, meskipun di siang hari. Sebaliknya kalau pakai kaca mata terang, semua jadi kelihatan lebih jelas, apalagi kalau kaca mata itu pakai ukuran sesuai dengan pemakainya.

Kaca mata hitam di sini sebenarnya seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai balok yang menutup mata sipemakai, sehingga ia tidak dapat melihat apa-apa. Kalau toh orang itu mengatakan bahwa ia melihat selumbar dalam mata orang lain itu hanya praduga, dan bukan hasil dari penglihatannya. Karena seringkali prasangka yang digunakan untuk menuduh orang lain itu sudah ada dalam hatinya, sehingga menutupi pandangannya. Maka Tuhan Yesus mengatakan supaya orang itu mengeluarkan dulu balok dari matanya dulu, karena baru setelah balok (prasangka-prasangka) itu disingkir-kan orang baru dapat melihat kenyataan secara jelas.

Pasangan suami-isteri seringkali terkena kasus demikian. Dalam suatu konflik yang satu sudah menuduhkan kesalahan pada orang lain, pada hal kesalahan itu ada pada diri si penuduh, sehingga hubungan mereka terancam perceraian. Maka supaya orang dapat melihat dengan jelas orang perlu memakai kacamata yang berukuran, yaitu dari ukuran Firman Tuhan sendiri.

Orang beriman yang mendasarkan pengelihatan dari Firman Tuhan maka matanya akan menjadi jernih dan pandangannya tidak akan penuh prasangka, karena Firman Tuhan itu akan membuka mata-hatinya.

Kenyataan yang kerap kita alami dan kita lihat, bahwa orang berdosa itu biasanya menjadi kabur pandangannya. Dan orang yang suka meninggikan dirinya sendiri dan selalu merasa benar dalam segalanya orang itu juga sangat kabur wawasannya. Orang demikian ini tidak dapat menuntun orang lain.

Hanya orang yang rendah hati dan tulus biasanya mempunyai pandangan yang tajam dan bijaksana, karena dapat mengarahkan hidup orang lain kepada Tuhan.

Marilah kita singkirkan balok-balok dari mata kita, sehingga dapat melihat kebaikan Tuhan yang tercermin pada orang-orang yang kita hadapi.

Kredit foto: Ist

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply