Judgment Night : Awas Salah Jalan

Ayat bacaan: Amsal 14:12
====================
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

alkitab dan roh kudus sebagai peta dan kompas

Suatu kali di tahun 1993 keluarga saya berlibur ke Pantai Parangtritis. Ketika berjalan-jalan di pantai pada suatu malam, seorang sepupu saya mengamati dari bawah bahwa ada beberapa mobil yang melintas di balik pepohonan di atas pantai. Di ujung jalan yang dituju mobil-mobil itu kami melihat sebuah bangunan bercahaya, yang saat itu kami duga adalah hotel. Kami merasa penasaran akan bangunan itu, dan memutuskan untuk mengikuti jalur yang dilalui mobil-mobil tadi dengan mengendarai mobil juga. Jalannya sangat gelap, kiri kanannya hutan dan hanya muat dilalui satu mobil. 15 menit dalam perjalanan kami tidak kunjung mencapai bangunan itu, yang tadinya terlihat sangat dekat. Sepanjang perjalanan kami tidak bertemu mobil lain, malah jalan semakin lama semakin sempit dan hutan semakin rimbun. Kami pun dicekam rasa takut tersesat di hutan itu. Puji Tuhan kami berhasil kembali dengan selamat. Itu pengalaman menakutkan yang tidak bisa saya lupakan.

Ketika menulis pengalaman di atas saya tiba-tiba teringat akan sebuah film dari tahun yang sama berjudul Judgment Night. Film yang dibintangi Emilio Estevez ini bercerita tentang empat sahabat yang hendak menonton pertandingan tinju. Ketika terjebak macet di jalan, mereka memutuskan untuk memotong jalan yang diyakini bisa mempersingkat perjalanan mereka, tapi keputusan itu ternyata salah total. Di jalan itu mereka melihat peristiwa pembunuhan dan akibatnya mereka pun harus menyelamatkan diri karena sang pembunuh ingin menghilangkan nyawa mereka sebagai saksi pembunuhan. Kalau saja mereka sabar di jalan macet, mereka mungkin terlambat, tapi akan dapat menyaksikan pertandingan dengan selamat. Kini, mereka harus berjuang untuk selamat dari kejaran pembunuh.

Demikianlah kehidupan rohani kita dalam mengarungi perjalanan panjang di dunia. Setiap saat ada berbagai pilihan yang seakan-akan lurus, tapi bisa membuat kita tersesat atau bahkan berujung pada maut. Ada banyak ajaran yang seolah-olah terlihat benar, tapi sebenarnya menyesatkan. Salah satu aliran baru menyatakan kita akan mendapatkan hasil sejauh perbuatan kita. Ini seolah-olah terlihat benar, tapi keyakinan itu bertumpu pada pernyataan bahwa manusia-lah pusat dari segala sesuatu, bukan Tuhan. It’s all about nature, not God. Tidakkah mereka mempertimbangkan bahwa manusia dan segala yang ada di jagat raya ini punya Pencipta? Sesuatu yang terlihat benar sekalipun belum tentu lurus, itu kenyataannya.

Bagaimana kita bisa membedakan apa yang benar dan apa yang menyesatkan, apa yang lurus dan mana yang bengkok? Tuhan tidaklah melepaskan kita ke dunia yang buas ini tanpa bekal. Tuhan melengkapi kita dengan “peta” dan “kompas” yang akan menghindarkan kita untuk tersesat dalam hidup. “Peta” tidak lain adalah Alkitab. Alkitab sangat lengkap berisi segala petunjuk jalan yang akan menunjukkan kemana dan bagaimana kita harus melangkah. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (1 Tim 3:16-17). Sedangkan “kompas” adalah Roh Kudus yang selalu membimbing dan mengarahkan kita ke arah yang benar. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.(Yohanes 16:13).

Jika kita menyampingkan Alkitab dan menolak kehadiran Roh Kudus di dalam diri kita, kita tidak akan bisa melihat dengan jelas dan dapat tersesat pada jalan bengkok yang menuju maut. Hidup kita akan selalu disibuki keraguan, ketakutan dan ketidakpastian dalam segala hal. Ketika dalam perjalanan kita butuh peta dan kompas, demikian pula dalam mengarungi hidup kita butuh tuntunan Alkitab dan Roh Kudus agar kita tidak sampai salah langkah. Berikan diri anda sepenuhnya untuk dibimbing oleh Roh Kudus, tetaplah bertekun dalam mempelajari setiap firman Tuhan sehingga kita tidak dapat lagi disesatkan.

Jalan yang terlihat lurus belum tentu benar. Kita butuh firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus agar tidak tersesat

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply