Jolly Jester

Ayat bacaan: 2 Korintus 4:18
=======================
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

fokus pada Tuhan, yang kelihatan hanya sementara, yang tidak kelihatan adalah kekal

Jolly Jester adalah sebutan buat penghibur yang biasanya tampil dengan seragam bertopi unik seperti gambar disebelah kiri. Jolly Jester berperan sangat penting pada jaman dahulu, ketika hiburan tidaklah sebanyak sekarang. Jolly Jester adalah sosok yang punya kemampuan menghibur, baik lewat lawakan maupun trik-trik sulap atau sirkus. Merekalah yang mengibur raja atau ratu di istana-istana ketika sang raja/ratu sedang sedih, jenuh maupun stres. Saya jadi ingat seorang teman saya yang punya kepribadian seperti layaknya Jester. Sewaktu meliput bareng di Java Jazz, ia hampir selalu duduk di ruang media karena tugasnya menaikkan hasil laporan saya ke situs. Di dalam ruang itu berisi banyak orang yang begitu sibuk. Wartawan-wartawan yang dikejar deadline, atau panitia bagian media yang tentu sangat sibuk dan stres untuk memastikan segalanya berjalan lancar. Muka-muka tegang dan lelah lalu lalang di sana sepanjang hari. Nah, teman saya ini memang dasarnya kocak. Dia terus melakukan hal-hal lucu. Tertawa keras, menyanyi, membuat komentar-komentar lucu, baik ada yang melihatnya atau tidak. Ternyata apa yang ia lakukan bisa menghibur orang. Banyak orang yang akhirnya tertawa dan bercanda bersamanya. Apa yang ia lakukan masih diingat hingga saat ini. Setiap kali saya bertemu dengan mereka yang saat itu pernah bersama-sama di ruang media selalu menanyakannya dan tertawa, betapa ia mencairkan dan menceriakan suasana di saat semua sedang stres dan lelah. Perhatikanlah, tidak ada yang berubah, pekerjaan tidak menjadi berkurang, kesibukan tidak mereda, masalah demi masalah yang ada di ruang media masih harus tetap diselesaikan, namun keceriaan bisa hadir disana. And it helps. Sukacita tidak harus hilang ketika kita sedang menghadapi persoalan. Ketika orang di ruang media fokus pada lawakan dan nyanyian-nyanyian lucu teman saya, mereka pun bisa gembira walaupun pekerjaan masih menumpuk. Fokus yang berbeda bisa mendatangkan hasil yang berbeda.

Saya pernah membaca kata bijak yang berbunyi kira-kira seperti ini: “What we get depends mostly on what we look for”. Apa yang kita dapatkan biasanya sesuai dengan apa yang kita cari. Karena itulah kita perlu menentukan fokus, apa yang ingin kita cari untuk mendatangkan kebaikan dalam diri kita, agar hasil yang kita peroleh pun baik adanya. Pilihan yang baik disertai sikap yang baik, mengarahkan fokus kepada yang baik akan sangat membantu dalam menjaga sukacita tetap ada di dalam diri kita, meskipun hal tersebut tidak merubah keadaan secara langsung. Fokus dan sikap yang benar akan membuat kita mampu menjalani hidup dengan sukacita, meski masalah belum berlalu. Artinya, masalah boleh tetap ada, namun sukacita tidak boleh hilang. Saya sudah sering menulis bahwa dalam hidup ini masalah tidak akan pernah bisa hilang 100%. Tapi penting bagi kita untuk menyikapinya dengan benar. Selain bersabar dan tidak hilang pengharapan, tetap memiliki sukacita akan membuat kita lebih kuat dan lebih mampu mengatasi masalah, mampu menjauhkan kita dari berbagai penyakit yang mungkin timbul seperti stres, depresi, jantung, darah tinggi dan sebagainya, dan tentunya akan membuat kita lebih tabah dan tidak terjerumus pada berbagai penyimpangan karena mengambil jalan pintas yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Paulus memotivasi jemaat Korintus mengenai hal yang berkenaan dengan ini. Memakai contoh dirinya sendiri dan teman-teman sepelayanan, Paulus menyatakan betapa banyak penderitaan yang mereka lalui dalam pelayanan mereka. Namun semua itu ia katakan ringan. Ringan dan hanya sementara sifatnya, dibandingkan dengan kemuliaan kekal penuh sukacita yang menanti mereka. “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” (2 Korintus 4:17). Ia pun kemudian melanjutkan dengan memberi sebuah tips penting: “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (ay 18). Apa yang kelihatan hanyalah sementara sifatnya, namun yang tidak kelihatan adalah kekal. Ini berhubungan dengan fokus, apa yang kita pilih, kemana kita memfokuskan pikiran, diri dan hidup kita. Memperhatikan yang kelihatan, seperti berbagai masalah dan kesulitan yang menimpa hidup kita di dunia akan membuat kita lemah lalu menyerah. Itu juga hanya sementara sifatnya. Tapi yang tidak kelihatan, mengarahkan pandangan kepada Bapa, yang telah menyediakan rumah di Surga bagi kita, itulah yang kekal. Arahkanlah pandangan kita kepada karakter atau kepribadian Allah, dan jangan kepada masalah! Itu akan mendatangkan hasil yang berbeda.

Seperti apa karakter Bapa? Mari kita lihat beberapa diantaranya:
Tuhan itu baik dan benar. “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.” (Mazmur 25:8)
Tuhan itu setia. “Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan” (Ulangan 7:9)
Tuhan itu adil dan selalu ingin menyatakan kasihNya pada kita. “Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30:18).
Tuhan selalu siap mengampuni kita. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)
Dan ada banyak lagi tentunya dalam ratusan ayat sepanjang isi Alkitab yang menyatakan karakter Allah yang begitu luar biasa.

Masalah tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Pergumulan datang dan pergi, mungkin datang bertubi-tubi. Butuh waktu untuk menyelesaikannya, mungkin jawaban dari Tuhan tidak segera datang, namun ingatlah bahwa mengarahkan fokus kepada yang benar akan membuat kita mampu untuk terus bersukacita, meski kita sedang menderita atau lelah. Sukacita dalam diri kita tidak saja mampu membuat kita lebih tenang dalam menyelesaikan masalah, tidak saja bisa menghindari kita dari berbagai penyakit yang mengintai, tapi juga mencegah kita untuk terjatuh kedalam berbagai kekejian akibat mengambil jalan pintas dan yang paling penting, akan memampukan kita untuk mencapai akhir gemilang yang penuh kemenangan. Bersukacita akan hadir ketika kita fokus kepada hal-hal yang kekal sifatnya. Mau kemana fokus kita? Fokus kepada masalah hanyalah akan mendatangkan lebih banyak masalah. Tapi fokus kepada Tuhan dan karakterNya yang luar biasa, kepada Dia yang begitu mengasihi kita, akan senantiasa mampu memberi kita damai sukacita di tengah problema dan pergumulan kita. Jika demikian, pilih yang mana, yang kelihatan atau tidak kelihatan?

Pusatkanlah pada Kristus, maka kita akan senantiasa kuat dan dipenuhi sukacita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply