Jiwaku Tenang: 19 Agustus 2014, Tulus

lobang jarum by trippleYeh.28:1-10, Mat.19:23-30 “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk kedalam kerajaan surga.” Ah aku ingat…dulu ibu sering minta bantuanku memasukkan benang dalam lubang jahit… Sebelumnya, ibu selalu bilang: mengko ta’ tumbaske es…(nanti ibu belikan es).. Benang selalu gagal masuk karena  ynng ada di mataku adalah es… =)) … Tapi  sejenak […]

lobang jarum by tripple

Yeh.28:1-10, Mat.19:23-30

“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk kedalam kerajaan surga.”

Ah aku ingat…dulu ibu sering minta bantuanku memasukkan benang dalam lubang jahit… Sebelumnya, ibu selalu bilang: mengko ta’ tumbaske es...(nanti ibu belikan es).. Benang selalu gagal masuk karena  ynng ada di mataku adalah es… =)) … Tapi  sejenak kutinggalkan bayanganku soal es, benang masuk dengan  lancarnya.

Keberanian ‘meninggalkan’, tak lekat dengan kekayaan, entah itu berupa kekayaan pengetahuan, materi, jabatan…membuat kita mampu mengarahkan diri pada tujuan yang utama dalam kehidupan: kebahagiaan.

Tuhan menganugerahkannya karena n kita pun tulus mempersembahkan diri bagi DIA dan sesama. Konon, dalam konteks Yahudi, yang  dimaksud pintu lubang jarum adalah pintu kecil, sempit, memanjang di tembok kota, yang digunakan ketika Gerbang kota sudah ditutup.

Yang  mau masuk harus melepas semua bawaan, kemudian menuntun unta melewati pintu yg sempit itu. Semoga kitapun mampu untuk  makin rendah hati dan mau dituntun olehNya… tidak hanya memikirkan keuntungan duniawi  dalam pelayanan.. tulus-tanpa pamrih, dan mampu menggunakan kekayaan demi kebahagiaan sesama.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply