Jiwaku Tenang, 15 Oktober 2014: Gal.5:18-25, Lu.11:42-46

murah hati by billtammeus“Jika Kita Hidup oleh Roh, baiklah Hidup Kita juga Dipimpin oleh Roh” SAYA selalu ingat cara Romo Suhartomo SJ mengajari saya menghafalkan buah-buah roh. “Jika masuk gerbang rumah, ingatlah KASIH. Jika kasih adalah awal, maka kebencian tak akan pernah menjadi akhir. Saat sampai di garasi, entah bermotor atau bermobil, ingatlah penguasaan diri Jangan grusa-grusu, nanti […]

murah hati by billtammeus

“Jika Kita Hidup oleh Roh, baiklah Hidup Kita juga Dipimpin oleh Roh”

SAYA selalu ingat cara Romo Suhartomo SJ mengajari saya menghafalkan buah-buah roh. “Jika masuk gerbang rumah, ingatlah KASIH. Jika kasih adalah awal, maka kebencian tak akan pernah menjadi akhir. Saat sampai di garasi, entah bermotor atau bermobil, ingatlah penguasaan diri Jangan grusa-grusu, nanti nabrak :)

Saat melihat halaman rumah, ingatlah damai sejahtera. Tanaman, anjing-anjing yang menyambut. Perjumpaan dengan teman se-komunitas sungguh menghadirkan sukacita.

Ketika melangkah masuk ke ruang tamu, ingatlah tentang kelemahlembutan. Siapa pun orangnya, jam berapa pun datangnya, terimalah dengan lemahlembut.

Saat duduk di depan meja kerja yang penuh dengan tugas-tugas, ingatlah kesabaran. Tugas-tugas itu ada untuk dikerjakan, bukan disingkirkan karena kejengkelan.

Saat masuk ruang makan, ingatlah kemurahan hati. Bisa makan karena kemurahan hati Tuhan, petani, dan sesama yang berbaik hati. Kala doa di kapel, atau di sudut ruang doa di kamar, ingatlah kebaikan, karena memang hanya kebaikanNya lah, kita hidup.

Dan, saat masuk ruang tidur, ingatlah kesetiaan. Apa pun panggilan hidup kita, setia adalah sesuatu yang menantang untuk terus diperjuangkan.”

Yang aku ingat ini, kemudian kuperjuangkan dengan jatuh bangun… Anda mau mencobanya?

Kredit foto: Ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply