Jerat Iblis

Ayat bacaan: Efesus 4:27
====================
“dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”

jerat iblis, dosa

Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah tayangan mengenai kehidupan nelayan tradisional di televisi. Menggunakan jaring yang berukuran cukup besar, mereka mendapatkan banyak ikan dan udang dalam satu kali tarik. Ikan-ikan yang tertangkap kelihatan dari jenis dan ukuran yang berbeda-beda. Satu hal yang sama, semua ikan dari jenis dan ukuran yang berbeda itu berada dalam satu jaring, sama-sama tertangkap. Ikan-ikan itu menggelepar-gelepar ingin lepas, namun tidak ada jalan lagi bagi mereka untuk kembali ke alam bebas, karena sebentar lagi mereka akan hadir di pasar-pasar atau supermarket. Adegan ini sebenarnya biasa saja, karena demikianlah kehidupan nelayan sehari-hari, tapi saya mendapatkan sesuatu yang penting dari adegan penangkapan ikan ini. Sadarkah kita betapa jerat iblis setiap hari mengintai dan mencoba menjaring kita? Sama seperti ikan-ikan ini, kita bisa setiap saat masuk ke dalam jerat iblis. Dan jika kita sudah terjerat, akan sulit bagi kita untuk melepaskan diri.

Iblis setiap saat mengaum-aum mencari mangsa yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Iblis akan selalu mengintai diri kita, mencari titik lemah untuk diserang. Sekali kita masuk ke dalam perangkapnya, iblis akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan kita propertinya, tawanannya. Dengan berbagai cara, tipu muslihat, godaan, lewat segala kebiasaan buruk kita, keinginan daging dan sebagainya, iblis siap menjebak kita. Mungkin kelihatan indah, enak dan menyenangkan pada mulanya. Namun dibalik itu semua, kita tengah dipancing untuk masuk ke dalam jeratnya. Ada banyak orang yang memberi toleransi pada dosa. “ah..sekali-kali tidak apa-apa”, “cuma dosa kecil kok..”, “sekali ini saja, lain kali tidak lagi..” dan sebagainya, seringkali dijadikan alasan sebagai pembenaran. Padahal di balik itu semua kita tidak sadar bahwa iblis sebenarnya tengah menarik kita masuk ke dalam jerat. Dosa yang kelihatan seolah-olah kecil dan sepele bisa menjadi awal dari serangkaian dosa yang akan terus membesar. Dosa berasal dari dosa juga, dan itu semua berasal dari perangkap iblis. Tanpa sadar, akhirnya kita terjebak, dan pada satu saat kita akan mendapati diri kita hidup berkubang dosa, terjerat dengan kuat dan sulit lepas.

Tuhan Yesus mengatakan “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” (Yohanes 8:34). Baik dosa yang dianggap kecil sekalipun akan menjadikan kita hamba-hamba dosa. Mungkin pada mulanya kita tergoda berawal dari keinginan-keinginan daging kita sendiri, sepele pada mulanya, namun akhirnya bisa berujung maut. “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:14-15). Ini konsekuensinya tidaklah main-main. Maka dari itu, sejak awal kita harus mampu menjaga diri kita untuk waspada terhadap jerat iblis yang siap menelan kita kapan saja. Jangan memberi toleransi pada dosa. “Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:27).

Yesus telah menebus dosa-dosa kita dan membawa kita kepada keselamatan. Dia telah meyakinkan kita bahwa keselamatan turun atas kita sebagai kasih karunia Tuhan. Lewat Kristus kita semua dimerdekakan. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36). Itu semua diberikan kepada kita ketika menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Adalah penting bagi kita untuk senantiasa menjaga diri agar apa yang telah dianugerahkan Tuhan ini jangan sampai lepas lagi. Jangan sampai segala yang dilakukan Kristus menjadi sia-sia atas diri kita. Menggunakan perlengkapan senjata Allah bisa membuat kita mampu bertahan menghadapi tipu muslihat iblis. (Efesus 6:11). Selengkapnya mengenai perlengkapan senjata Allah ini bisa dibaca pada ayat 14-17. Kemudian kita pun harus bisa menaklukkan segala keinginan-keinginan daging kita agar tidak dibuahi menjadi dosa dan akhirnya berujung maut. “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Galatia 5:16). Ingatlah bahwa keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, keduanya bertentangan, sehingga tidak dapat disatukan. (ay 17).

Dosa siap memperhambakan kita. Iblis siap menjerat kita setiap saat. Namun jika kita tetap dalam ketaatan pada Yesus, hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka kita pun akan luput dari jerat iblis ini. Kita sudah dimerdekakan, kini saatnya kita menjaga agar kemerdekaan itu akan selalu ada bersama kita hingga akhir. Ingatlah bahwa sekali kita masuk ke dalam jerat, akan sulit bagi kita untuk kembali lepas. Karena itu jangan buka peluang, jangan beri kesempatan, jangan bertoleransi sedikitpun pada dosa, karena ada iblis dibalik itu yang siap menjerat kita. Bertobatlah dari dosa-dosa yang masih membelenggu diri anda. Tuhan siap mentahirkan anda dan memulihkan hidup anda saat ini juga. Selanjutnya mulailah dari sekarang untuk hidup kudus dan jangan berbuat dosa lagi.

Yesus melepaskan kita dari perbudakan dosa dan membawa kita ke dalam kemerdekaan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply