Ayat bacaan: Wahyu 2:9
==================
“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.”

jemaat smirna

Mengapa kita menerima Yesus sebagai Juru Selamat? Jika yang dicari hanyalah berkat duniawi, seperti keberhasilan, toko laris, jodoh dan sebagainya, maka kita akan cepat dingin, bahkan meninggalkan Tuhan ketika pada suatu ketika kita mengalami masalah. Tuhan menjanjikan segala berkat berkelimpahan, itu benar. Tapi itu bukanlah tujuan utama yang harus kita kejar. Kita tidak akan pernah bisa hidup selamanya dan sepenuhnya tanpa masalah. Menjadi pengikut Yesus bukanlah berarti bahwa kita akan seratus persen aman, bebas masalah, hidup nikmat tanpa kendala. Dan lihatlah betapa seringnya iman kita diuji. Adalah mudah untuk mengatakan “Tuhan sungguh baik” ketika hidup sedang aman-aman saja, tetapi mampukah kita berkata hal yang sama ketika tengah mengalami penderitaan atau permasalahan? Mampukah kita tetap setia dan taat meski badai sedang berkecamuk dalam hidup kita? Jemaat Smirna sanggup. Dan untuk itu mereka mendapat pujian dari Tuhan.

Dalam kitab Wahyu kita bisa melihat pesan yang diberikan kepada 7 gereja. Diantara ketujuh gereja itu, ternyata hanya dua yang tidak ditegur Tuhan, yaitu jemaat di Smirna dan Filadelfia. Hari ini mari kita melihat mengapa Smirna yang terletak di Turki bisa mendapatkan pujian dari Tuhan.

Jemaat Smirna bukanlah jemaat yang kaya secara finansial. Tidak hanya itu saja, mereka pun mengalami banyak kesusahan dalam mempertahankan iman mereka. Tekanan dari penguasa Roma sungguh menyulitkan, mereka dianaktirikan, disisihkan, diperlakukan tidak adil, bahkan tidak jarang mereka mengalami penganiayaan karenanya. Kalau penyiksaan saja mereka alami, apalagi fitnah. Mungkin setiap saat mereka harus menghadapi cercaan dan fitnahan dari orang-orang yang menganggap diri mereka paling benar. Sudah miskin, tertekan pula oleh fitnahan bahkan siksaan. Seandainya jemaat Smirna hanya bergantung pada berkat duniawi, buat apa mereka rela mengalami itu semua? Tapi tidaklah demikian. Lewat segala penderitaan mereka ternyata mereka bisa membuktikan iman mereka untuk kemudian mendapat pujian dari Tuhan. “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” (Wahyu 2:9). Pujian dari Tuhan, bukankah itu indah? Meski miskin materi, tapi engkau kaya iman. Begitu kata Tuhan. Yesus mengatakan bahwa “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4). Mungkin sulit bagi jemaat Smirna untuk makan enak setiap hari, tetapi mereka ternyata menjadi tegar dalam ketaatan mereka kepada Sang Roti Hidup, the Bread of life. Di mata dunia mereka mungkin miskin, tetapi tidak demikian di mata Tuhan.

Apa yang terjadi pada jemaat Smirna ini berbanding terbalik dengan jemaat Laodikia. Jemaat Laodikia dikatakan kaya secara materi tetapi di mata Tuhan mereka sesungguhnya terlihat miskin. “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.” (Wahyu 3:17). Kekayaan ternyata membutakan mata mereka, sehingga mereka tidaklah sungguh-sungguh dalam ketaatan. Tuhan memandangnya sebagai suam-suam kuku, tidak dingin atau panas. Dan sikap itu membuahkan teguran keras. Sikap jemaat Smirna tidaklah demikian. Meski dalam penderitaan menghadapi ketidakadilan, kemiskinan, fitnahan, tekanan dan siksaan sekalipun, mereka mampu terus taat dan menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan dengan sepenuhnya.

Kita bisa belajar dari jemaat Smirna. Mengikuti Kristus bukanlah berarti bahwa kita kemudian hidup bebas tanpa hambatan, lalu bisa seenaknya berbuat apapun. Yang terjadi bisa sebaliknya. Menjadi orang percaya bisa menempatkan kita ke dalam posisi sulit. Disisihkan, dicemooh, diperlakukan tidak adil bahkan seperti yang dialami banyak orang percaya dalam kasus-kasus tertentu, ancaman dan aniaya pun bisa kita peroleh. Ironisnya perlakuan seperti ini bukan hanya datang dari orang-orang yang tidak mengenal Allah saja, tetapi bisa pula hadir lewat orang-orang yang mengaku beriman kepada Kristus. Tidakkah kita pernah melihat orang-orang yang mengaku percaya tetapi begitu mudah menghakimi? Bukannya membantu saudaranya yang susah, tapi malah mengatai atau menuduh kemiskinan itu karena kutuk, dosa dan sebagainya. Tapi semua itu hendaknya tidak melemahkan kita. Sebab sejak awal Yesus sendiri sudah mengingatkan: “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23). Tidaklah ringan untuk menyangkal diri dan memikul salib setiap hari, tetapi itulah yang dituntut dari kita. Selanjutnya Yesus berkata: “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” (ay 24). Kekayaan dunia mungkin menggiurkan, tetapi ingatlah Yesus berkata: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (ay 25).

Kita boleh saja dibenci oleh dunia, mendapat perlakuan tidak adil dan sebagainya, tetapi itu tidak boleh membuat kita berpaling dari Tuhan. Yesus sudah mengingatkan hal ini. KataNya: “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” (Yohanes 15:18-19). Oleh karena itulah kita harus meneladani sikap jemaat Smirna yang tidak menyerah dan putus asa meski kehidupan yang mereka jalani sungguh berat. Inilah sebuah keputusan yang membuahkan pujian dari Tuhan. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. (Wahyu 2:10). Mahkota kehidupan akan selalu dikaruniakan Tuhan kepada siapapun yang mampu setia sampai mati. Apakah hidup anda sedang susah saat ini? Apakah anda sedang mengalami tekanan atau perlakuan tidak mengenakkan? Tuhan berpesan demikian: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12). Jangan bersungut-sungut ketika ada masalah, jangan putus asa dan menyerah. Ada mahkota kehidupan yang disediakan Tuhan kepada siapapun yang tetap setia kepada Tuhan dalam segala kondisi. Ada banyak diantara orang percaya yang tidak sanggup menanggung kemiskinan, fitnahan dan siksaan. Mereka akan dengan cepat memilih untuk meninggalkan Tuhan ketimbang harus mengalami hal-hal tersebut. Tetapi jemaat Smirna sudah membuktikan iman mereka lewat ketabahan dan ketaatan yang luar biasa. Dan Tuhan pun memberikan pujian. Hari ini belajarlah dari jemaat Smirna dan mari pegang teguh kesetiaan kepada Tuhan, apapun yang terjadi.

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” (Lukas 9:25)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.