Jelang Kedatangan Paus Fransiskus di Manila

teks misa penutupan Paus Fransiskus di ManilaMENJELANG kedatangan Paus Fransiskus ke Filipina, hampir semua headlines surat kabar nasional mengupas persiapan penyambutan. Antusiasme umat dapat dirasakan sejak bulan November 2014 yang lalu dengan selalu melantunkan doa di setiap gereja dan kapel pada hari Minggu. Berikut adalah bagian dari doa tersebut, “God our Father, we are all your children. Make of us a nation of mercy and compassion eager to meet Pope Francis. Make us a nation of holiness and heroism through Christ our Lord. Amen” Doa untuk kunjungan bapa Paus tersebut menyiratkan harapan akan perubahan dalam umat katolik berkat kedatangan paus. Disambut lonceng Sementara jadual kunjungan kepausan sudah beredar sejak dua pekan lalu sebagai berikut: 15 Januari: Kedatangan 16 Januari: Upacara penyambutan kenegaraan, pertemuan dengan pemerintah dan para diplomat, misa di Katedral Manila, pertemuan dengan keluarga-keluarga. 17 Januari: Menuju Tacloban tempat bencana Yolanda 2014, misa di Tacloban, makan siang dengan perwakilan kurban, pemberkatan rumah pusat orang miskin, pertemuan dengan imam dan religius, kembali ke Manila. 18 Januari: Pertemuan dengan para pemimpin tarekat di University Saint Thomas (UST), pertemuan dengan kaum muda, perarakan, misa penutupan. 19 Januari: Kepulangan Direncanakan tempat saat kedatangan Bapa Suci di Bandara NAIA, semua lonceng gereja di Metro Manila akan dibunyikan. Tanda bahwa hamba segala hamba ini telah tiba di Filipina. Semua umat diingatkan untuk turut berdoa agar kunjungan itu lancar. Dipastikan aman Dalam rangka itulah pemerintah telah menyiapkan pasukan keamanan sebanyak 25.000 terutama untuk mengantisipasi serangan teroris. Sejauh ini tidak dikabarkan ada ancaman terhadap kedatangan Paus. Dikatakan bahwa bukan hanya ribuan petugas keamanan yang akan menjaga Paus dan rakyat Filipina selama acara, melainkan jutaan warga siap melindungi Paus. Selain tentang keamanan, mobil jeepney putih telah disediakan untuk mengarak Paus keliling Metro Manila. Kendaraan ini didesain secara khusus agar menampilkan kekhasan commuter negara yang 88% warganya beragama katolik, yakni Jeepney. Banner bergambar foto Paus pun sudah dipasang di banyak tempat terbuka. “Mabuhay, Welcome Your Holiness Pope Francis.” “We Love you Pope Francis.” Lalu jargon-jargon yang merupakan kutiban tulisan Paus juga dipasang di mana-mana. Yang menarik ialah, dibuatkan replika Paus seukuran tubuh Paus agar siapa pun bisa ambil foto seolah-olah berdiri berdampingan dengan Paus yang selalu murah senyum ini. Replika ini ditaruh di gereja paroki, biara, sekolah, toko dan banyak tempat. Ditambah beragam souvenir yang dijajakan: medali, kaos, boneka, bros dsb di banyak tempat untuk memeriahkan acara yang berlangsung selama 4 hari nanti. Lagu khusus Secara khusus diciptakan lagu “We are all God’s children” sebagai official song untuk acara ini. Sang pengarang, Jamie Rivera mengisahkan setelah mendengar berita bahwa Paus akan datang ke Filipina, segera ia menawarkan kalau-kalau gereja membutuhkan lagu. Ternyata tawarannya disambut baik oleh uskup. Ia kemudian mencari inspirasi dari Kitab Suci dan buku-buku doa. Namun justru ia mendapatkan inspirasi dari kisahnya saat melihat anak-anak peminta di sepanjang jalan Santolan. Memang di sekitaran Metro Manila begitu banyak anak jalanan, hidup miskin beratapkan langit. Jamie merasakan merekapun dicintai Allah, mereka adalah anak-anak Allah juga. Lagu ini nanti akan Jamie nyanyikan sendiri di hadapan Paus di Mall of Asia dan UST. Paus orang miskin Menarik apa yang dikatakan oleh Gentallan, salah satu perwakilan korban bencana. Katanya, “Apa yang harus saya pakai?” Gentallan (38 th) yang ketika bencana mengalami luka parah tidak tahu harus berpakaian apa untuk acara makan bersama paus di Tacloban mendatang. Namun ia tahu bahwa Paus cinta orang miskin maka ia tidak perlu kawatir. “ Saya keliru. Paus mencintai kami yang miskin.” Sedang Israel –nama orang– yang telah kehilangan lengan berkata, “Tuhan punya rencana lain untuk saya.” Ia telah menulis 41 lembar harapan dan doa dari keluarganya yang rencananya akan diberikan ke paus. Menyambut dengan sukacita Namun satu hal yang sangat dirasakan adalah pesan dari para uskup untuk umat di Filipina agar sungguh membawa sukacita dalam menyambut Paus yang berasal dari Argentina ini. Seruan tentang belas kasih dan kerahiman diwartakan dimana-mana agar semangat yang dibawa oleh Paus Fransiskus turut menulari warga Filipina. Kredit foto: Romo Christoforus Tri Haryadi SCJ di Manila

teks misa penutupan Paus Fransiskus di Manila

MENJELANG kedatangan Paus Fransiskus ke Filipina, hampir semua headlines surat kabar nasional mengupas persiapan penyambutan. Antusiasme umat dapat dirasakan sejak bulan November 2014 yang lalu dengan selalu melantunkan doa di setiap gereja dan kapel pada hari Minggu.

Berikut adalah bagian dari doa tersebut, “God our Father, we are all your children. Make of us a nation of mercy and compassion eager to meet Pope Francis. Make us a nation of holiness and heroism through Christ our Lord. Amen”

Doa untuk kunjungan bapa Paus tersebut menyiratkan harapan akan perubahan dalam umat katolik berkat kedatangan paus.

Disambut lonceng
Sementara jadual kunjungan kepausan sudah beredar sejak dua pekan lalu sebagai berikut:

  1. 15 Januari: Kedatangan
  2. 16 Januari: Upacara penyambutan kenegaraan, pertemuan dengan pemerintah dan para diplomat, misa di Katedral Manila, pertemuan dengan keluarga-keluarga.
  3. 17 Januari: Menuju Tacloban tempat bencana Yolanda 2014, misa di Tacloban, makan siang dengan perwakilan kurban, pemberkatan rumah pusat orang miskin, pertemuan dengan imam dan religius, kembali ke Manila.
  4. 18 Januari: Pertemuan dengan para pemimpin tarekat di University Saint Thomas (UST), pertemuan dengan kaum muda, perarakan, misa penutupan.
  5. 19 Januari: Kepulangan
berfoto dengan gambar Paus Fransikus
Berpose dengan “Sri Paus Fransikus” dalam gambar ukuran besar. (Doc. Romo Chr. Tri Haryadi SCJ)

Direncanakan tempat saat kedatangan Bapa Suci di Bandara NAIA, semua lonceng gereja di Metro Manila akan dibunyikan. Tanda bahwa hamba segala hamba ini telah tiba di Filipina. Semua umat diingatkan untuk turut berdoa agar kunjungan itu lancar.

Dipastikan aman
Dalam rangka itulah pemerintah telah menyiapkan pasukan keamanan sebanyak 25.000 terutama untuk mengantisipasi serangan teroris. Sejauh ini tidak dikabarkan ada ancaman terhadap kedatangan Paus. Dikatakan bahwa bukan hanya ribuan petugas keamanan yang akan menjaga Paus dan rakyat Filipina selama acara, melainkan jutaan warga siap melindungi Paus.

Selain tentang keamanan, mobil jeepney putih telah disediakan untuk mengarak Paus keliling Metro Manila. Kendaraan ini didesain secara khusus agar menampilkan kekhasan commuter negara yang 88% warganya beragama katolik, yakni Jeepney.

Banner bergambar foto Paus pun sudah dipasang di banyak tempat terbuka. “Mabuhay, Welcome Your Holiness Pope Francis.” “We Love you Pope Francis.” Lalu jargon-jargon yang merupakan kutiban tulisan Paus juga dipasang di mana-mana.

Yang menarik ialah, dibuatkan replika Paus seukuran tubuh Paus agar siapa pun bisa ambil foto seolah-olah berdiri berdampingan dengan Paus yang selalu murah senyum ini. Replika ini ditaruh di gereja paroki, biara, sekolah, toko dan banyak tempat. Ditambah beragam souvenir yang dijajakan: medali, kaos, boneka, bros dsb di banyak tempat untuk memeriahkan acara yang berlangsung selama 4 hari nanti.

Lagu khusus
Secara khusus diciptakan lagu “We are all God’s children” sebagai official song untuk acara ini. Sang pengarang, Jamie Rivera mengisahkan setelah mendengar berita bahwa Paus akan datang ke Filipina, segera ia menawarkan kalau-kalau gereja membutuhkan lagu. Ternyata tawarannya disambut baik oleh uskup.

Ia kemudian mencari inspirasi dari Kitab Suci dan buku-buku doa. Namun justru ia mendapatkan inspirasi dari kisahnya saat melihat anak-anak peminta di sepanjang jalan Santolan.

Memang di sekitaran Metro Manila begitu banyak anak jalanan, hidup miskin beratapkan langit. Jamie merasakan merekapun dicintai Allah, mereka adalah anak-anak Allah juga. Lagu ini nanti akan Jamie nyanyikan sendiri di hadapan Paus di Mall of Asia dan UST.

Paus orang miskin
Menarik apa yang dikatakan oleh Gentallan, salah satu perwakilan korban bencana.

Katanya, “Apa yang harus saya pakai?”

Gentallan (38 th) yang ketika bencana mengalami luka parah tidak tahu harus berpakaian apa untuk acara makan bersama paus di Tacloban mendatang. Namun ia tahu bahwa Paus cinta orang miskin maka ia tidak perlu kawatir. “ Saya keliru. Paus mencintai kami yang miskin.”

Sedang Israel –nama orang– yang telah kehilangan lengan berkata, “Tuhan punya rencana lain untuk saya.” Ia telah menulis 41 lembar harapan dan doa dari keluarganya yang rencananya akan diberikan ke paus.

Menyambut dengan sukacita
Namun satu hal yang sangat dirasakan adalah pesan dari para uskup untuk umat di Filipina agar sungguh membawa sukacita dalam menyambut Paus yang berasal dari Argentina ini. Seruan tentang belas kasih dan kerahiman diwartakan dimana-mana agar semangat yang dibawa oleh Paus Fransiskus turut menulari warga Filipina.

Kredit foto: Romo Christoforus Tri Haryadi SCJ di Manila

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply