Jaya di Altar dan di Belakang Lensa, Romo Heru Susanto Pr dari Keuskupan Malang Menangi Lomba Foto

Penghargaan “Mata Emas” untuk Romo Laurentius Heru Susanto Pr dari Keuskupan Malang atas karya fotografinya di forum Malang Photog Club. (Ist)

HEBAT sudah Romo Laurentius Heru Susanto Pr, alumnus Seminari Mertoyudan angkatan tahun 1980 ini.


Ia teman seangkatan sejak di Seminari Mertoyudan tahun dengan Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Vikjen KAS Romo FX Sukendar, Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Romo Joko Setyo Prakosa Pr, Romo Benedictus “Beni” Bambang Triatmoko SJ, Romo Agus Sriyono SJ (Direktur ATMI Surakarta), dan Romo Harimanto OSC (dosen liturgi Unika Parahyangan Bandung).


Menyukai  banyak hal


Selain ‘berjaya’ di altar sebagai imam dan pastor kepala Paroki Bondowoso di Jatim,  rupanya imam diosesan Keuskupan Malang ini juga aktif di berbagai lahan sosial yang tidak bersinggungan langsung dengan altar dan Perayaan Ekaristi.


Beberapa tahun silam di Semarang, penulis berjumpa tidak sengaja di forum jamboree Peugeot Club di Semarang.


Sebelum berkarya pastoral di paroki, Romo Heru banyak berkecimpung di panggung penerbitan buku dalam kapasitasnya sebagai Direktur Penerbit Dioma Malang.



Pada masa-masa memelototi teks sebelum naik cetak untuk diterbitkan ini, minatnya akan dunia fotografi semakin terasah dan tak terkecuali passion-nya mengendarai “Singa Jingkrak” – Peugeot 307 Sporty, mobil enak pabrikan Perancis.


“Mata Emas”


Belum lama ini, Romo Heru berhasil menyabet penghargaan  “Mata Emas” dari Malang Photo Club, salah satu klub foto tertua di Indonesia.


Malang Photo Club ini menggelar program bulanan yang mereka sebut ”Mata Emas”. Inilah program acara lomba foto bulanan dengan aneka tema spesifik yang telah ditentukan sebelumnya oleh panitia penyelenggara


Dari ajang lomba bulanan itu lalu diambil 10 terbaik kiriman para peserta lomba.



Setelah satu tahun,  kumpulan foto hasil lomba bulanan itu kemudian diseleksi lagi oleh para juri dan kemudian hasil kompetisi di tahap akhir ini disebut grand final.


Di sinilah lalu diambil tiga foto terbaiknya dengan kategori pemenang medali emas, perak, dan perunggu.


“Untuk tahun 2017-2018 ini, kebetulan saya didapuk menjadi pemenangnya,” ujar Sang Romo yang kini berpastoral di Paroki Bondowoso di Jatim ini  menjawab Sesawi.Net, Sabtu (10/3/18) kemarin.


Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply