Jangkar Bernama Pengharapan

Ayat bacaan: Ibrani 6:19
====================
“Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir”

Sebuah kapal yang berlayar di laut membutuhkan jangkar. Jangkar berguna untuk menahan dan menjaga keseimbangan kapal agar tahan terhadap gelombang atau ombak, tahan angin kencang sehingga kapal bisa berlabuh dengan aman. Anda bisa bayangkan seandainya kapal hanya berhenti tanpa ditahan oleh beberapa buah jangkar ketika menurunkan penumpang. Itu akan sangat merepotkan orang yang turun naik bahkan berbahaya. Ada sebuah cerita nyata tentang kapal yang karam di perairan daerah Jawa Tengah. Kapal ini terseret ombak tinggi dan angin kencang karena jangkarnya tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak kuat menahan kapal untuk tetap berada di pelabuhan. Kondisi kapal yang memang sedang dalam kondisi rusak membuat kapal tidak punya kemampuan apa-apa untuk melawan gelombang yang menarik kapal kembali ke tengah. Pada akhirnya kapal pun karam. Untunglah tidak ada penumpang pada saat kejadian. Jadi jelas, fungsi jangkar, atau disebut juga sauh, merupakan alat yang sangat vital bagi sebuah kapal.

Hidup banyak dianalogikan orang sebagai sebuah kapal. Kita mengarungi laut kehidupan yang tidak selalu tenang. Akan ada riak-riak, gelombang-gelombang bahkan angin kencang dan badai yang sewaktu-waktu bisa menerpa kita. Oleh karenanya seperti kapal kita jelas butuh jangkar, yang bisa menahan kita dalam keadaan aman, tetap kuat dan tidak terombang ambing tanpa arah sampai pada akhirnya karam seperti yang terjadi pada kapal di atas. Adakah jangkar seperti itu bagi kita? Ada. Alkitab bahkan mengatakan itu dengan jelas yang bisa kita baca dalam Ibrani 6:19.

Ayatnya berbunyi demikian: “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.” (Ibrani 6:19-20). We have hope as sure as steadfast anchor of the soul, an anchor that can’t slip and can’t break down under whoever steps upon it. Kita punya pengharapan yang sangat kuat dan aman bagai jangkar di jiwa, sebuah jangkar yang tidak bisa bergeser dan rusak dalam kondisi apapun. Jangkar kuat dan aman bagi jiwa itu bernama pengharapan.

Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman ketika sauh itu ditambatkan hingga ke Ruang Mahasuci, dimana Yesus menjadi Imam Besar untuk selamanya. Yesuslah batu yang kokoh, yang bisa menjadi tambatan kuat dan aman bagi sauh-sauh untuk berpegang, sehingga kapal kehidupan kita akan tetap kuat dan terjaga aman. Dalam kesempatan lain kita pun diingatkan demikian: “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:6-7). Hanya di dalam Yesus Kristus-lah kita bisa berpegang dengan kuat dan aman. Yesus adalah dasar kehidupan yang kokoh, dimana kita akan menemukan pengharapan yang bisa dijadikan tambatan kuat bagi jiwa kita. Apa yang ditawarkan oleh Yesus sungguh indah. “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:25-26). Percayakah kita akan hal ini?

Kehidupan berisi banyak tantangan maupun tekanan yang terkadang kekuatannya bisa mengubah haluan hidup kita sehingga tanpa sadar kita sudah menjauh dari kebenaran Firman. Arus globalisasi, modernisasi, segala hal yang diajarkan oleh paham dunia cepat atau lambat bisa membawa kita terseret arus dan terombang ambing tanpa arah. Firman Tuhan mengatakan dengan jelas bahwa Yesus menjadi jaminan yang lebih kuat dari apapun terhadap suatu ikatan perjanjian antara Tuhan dengan manusia. “demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.” (Ibrani 7:22). Dengan mengetahui hal ini maka kita bisa meletakkan pengharapan kita dalam Kristus. Ada jaminan yang kuat dari perjanjian di dalam Kristus, sehingga sauh atau jangkar pengharapan yang kita letakkan disana akan kuat dan aman.

Sebuah hidup yang berlayar tanpa pengharapan tidak akan kuat menahan badai masalah yang sewaktu-waktu menerpa. Sebuah hidup yang tidak punya pengharapan membuat kita terombang ambing tanpa arah. Sebuah kehidupan tanpa pengharapan akan membuat kita gampang kecewa dan menyerah. Pengharapan yang berfungsi bagai sauh yang ditambatkan kepada Kristus, Sang Imam Besar akan mampu membuat kita kuat dalam berlayar mengarungi kehidupan. Mungkin anda sedang menghadapi pergumulan, tengah diterpa badai masalah, mengalami krisis dalam berbagai hal. Kalau diibaratkan kapal, anda mungkin tengah bertemu dengan ombak tinggi, angin kencang disertai badai yang menggelora. Itu bisa terjadi, tapi sesusah-susahnya kita saat ini selama kita masih memiliki pengharapan, maka jiwa dan roh kita akan senantiasa kuat dan aman. Tambatkanlah pengharapan anda jauh hingga ke Ruang Mahasuci dimana Yesus bertahta selamanya. Disanalah anda akan bisa tetap tegar tak peduli sebesar apapun badai yang saat ini tengah anda hadapi.

Kalau jangkar tidak memiliki tambatan kuat, kapal akan hanyut menuju bencana

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: